Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Commerce » ByteDance Bangun Megaproyek Data Center Rp700 Triliun di Brasil

ByteDance Bangun Megaproyek Data Center Rp700 Triliun di Brasil

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Brasil – Kebutuhan ruang komputasi untuk kecerdasan buatan (AI) dan layanan digital global benar-benar telah mengubah peta infrastruktur dunia. ByteDance, raksasa teknologi di balik aplikasi TikTok, dilaporkan menjadi klien utama dalam megaproyek kompleks pusat data (data center) raksasa yang berlokasi di Ceará, Brasil.

Melansir laporan Bloomberg Línea, Senin (6/7/2026), ratusan pekerja saat ini sudah dikerahkan untuk membangun fasilitas masif tersebut di kawasan Pecém. Nilai investasinya pun tidak main-main, diperkirakan menembus R$200 miliar atau sekitar US$39 miliar.

Jika dikonversikan menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia saat ini (sekitar Rp17.960 per US$1), angka fantastis tersebut setara dengan Rp700,4 triliun! Sebagai gambaran, nilai investasi satu proyek ini saja sudah jauh melampaui anggaran pembangunan seluruh infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap awal di Indonesia.

Gandeng Raksasa Investasi dan Energi

Dalam eksekusinya, ByteDance tidak membangun fasilitas ini seorang diri. Proyek raksasa ini dikembangkan oleh Omnia, platform data center milik perusahaan manajemen aset Pátria Investments.

Menjalankan data center skala raksasa tentu membutuhkan pasokan listrik yang luar biasa besar. Melansir laporan Reuters, Omnia telah meneken kontrak pasokan energi jangka panjang selama 20 tahun senilai US$2 miliar (sekitar Rp35,9 triliun) dengan Casa dos Ventos. Listrik inilah yang nantinya akan menghidupkan seluruh mesin komputasi yang disewa oleh ByteDance.

Proyek di Ceará ini diproyeksikan akan menjadi fasilitas data center terbesar milik ByteDance di luar China. Kapasitas awalnya dirancang sebesar 200 megawatt (MW) dan memiliki potensi skalabilitas hingga mencapai 1 gigawatt (GW). Jika berjalan sesuai rencana, gedung data center pertama ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027.

Pembangunan fisik pun sudah berjalan di lapangan. Wellysson Costa, kepala konstruksi untuk Omnia, menggambarkan bagaimana masifnya transformasi lahan di area tersebut.

“Aqui era tudo mato (Dulu area ini semuanya hanyalah semak-semak),” ujarnya kepada Bloomberg Línea.

Fokus pada Ekspor Data dan Isu Lingkungan

Langkah Brasil meluncurkan proyek ini terbilang unik. Berbeda dengan pusat data konvensional yang menyasar pengguna domestik, fasilitas ini dirancang khusus untuk pasar internasional.

“Ini akan menjadi data center pertama yang berfokus pada ekspor data di negara ini,” ungkap CEO Omnia, Rodrigo Abreu, dalam laporannya kepada Reuters.

Namun, proyek skala gigawatt seperti ini tidak lepas dari sorotan tajam. Kendati Omnia mengklaim proyek ini sudah mengantongi lisensi resmi dan akan menerapkan sistem pemakaian air seminimal mungkin (minimal water use), gelombang kekhawatiran dari kelompok aktivis lingkungan tetap muncul, terutama terkait dampak jangka panjang penggunaan air bumi terhadap komunitas adat di sekitar wilayah Caucaia.

Pada akhirnya, proyek bernilai Rp700,4 triliun di Ceará ini membawa pesan kuat bagi industri teknologi dunia. Kebutuhan komputasi berskala masif untuk algoritma AI tidak lagi bisa ditampung oleh pusat-pusat data tradisional di Amerika Serikat, China, atau Eropa Barat saja.

Industri kini mulai bergerak keluar, mencari wilayah baru yang menawarkan ketersediaan lahan luas dan pasokan energi hijau melimpah. Indonesia, dengan potensi energi terbarukan dan pasar digitalnya yang sangat agresif, jelas memiliki peluang besar untuk mengambil peran serupa di panggung global.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar gembira buat kamu yang masih ragu beralih ke mobil listrik (EV) karena takut baterai cepat habis atau drop saat cuaca dingin. Sekelompok ilmuwan jenius dari Korea Selatan baru saja mengumumkan terobosan besar. Tim gabungan dari POSTECH, KAIST, dan Gyeongsang National University berhasil mengembangkan teknologi baterai logam lithium “tanpa anoda” (anode-free). Klaimnya […]

  • realme c100

    realme C100 Siap Meluncur, Smartphone “Badak” dengan Standar Militer

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Pernah merasa was-was saat scrolling TikTok di bawah rintik hujan atau panik saat HP tak sengaja terjun bebas dari meja? Untuk anak muda Indonesia yang mobilitasnya setinggi awan, drama-drama kecil seperti ini sering kali jadi pengganggu hari. Menjawab keresahan tersebut, realme resmi memperkenalkan realme C100, sebuah perangkat yang mengusung filosofi “Aman Ajaaa”. […]

  • Instagram Tips

    Ini Cara Reset Algoritma Instagram Biar Feed Segar Lagi!

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pernah nggak sih mengalami kejadian menyebalkan ini: Kamu cuma iseng nonton satu video joget-joget random, eh tiba-tiba besoknya isi tab Reels dan Explore kamu penuh dengan video serupa? Atau mungkin kamu habis meminjamkan HP ke keponakan, dan sekarang feed Instagram kamu malah dibanjiri konten game yang nggak kamu mengerti? Tenang, kamu nggak sendirian. Algoritma Instagram […]

  • iPhone Lipat

    Bocoran iPhone Fold: Mirip iPad Mini Versi Saku?

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone fold memang sudah lama beredar, tapi kali ini bocorannya terasa lebih “daging”. Laporan terbaru dari iPhone-ticker.de yang dikutip Teknoloji, Selasa (23/12/2025) mengungkap bahwa para pembuat aksesoris ternyata sudah mulai bersiap menyambut perangkat lipat pertama dari Apple ini. Bukan sekadar isu kosong, situs tersebut mengklaim telah melihat gambar CAD […]

  • Indosat Scam Spam

    Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam dalam 6 Bulan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diklaim telah mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, SMS, dan tautan berisiko yang terindikasi spam maupun penipuan. Teknologi ini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla melalui platform Wisely AI, dengan tujuan melindungi seluruh pelanggan dari […]

  • Apple Siri AI

    Berubah Jadi Lebih Pintar, Siri Resmi Berubah Nama Jadi ‘Siri AI’

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Setelah bertahun-tahun dinilai tertinggal dari kompetitor seperti Google Assistant, Apple akhirnya memberikan perombakan paling masif sepanjang sejarah untuk asisten virtualnya di ajang WWDC 2026. Lewat pengumuman resminya di Apple Newsroom, Apple memperkenalkan Siri AI, sebuah versi asisten digital yang dibangun ulang dari nol (rebuilt from the ground up) berbasis arsitektur Apple Intelligence […]

expand_less