Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam dalam 6 Bulan
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Jakarta – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diklaim telah mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, SMS, dan tautan berisiko yang terindikasi spam maupun penipuan. Teknologi ini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla melalui platform Wisely AI, dengan tujuan melindungi seluruh pelanggan dari ancaman kejahatan digital yang kian meningkat.
Di tengah peran ponsel yang semakin vital, mulai dari komunikasi, transaksi keuangan, hingga operasional bisnis—keamanan ruang digital kini menjadi kebutuhan mendasar. Melalui penguatan fitur ini, Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga rasa aman bagi pelanggan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Data internal Indosat menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga cenderung meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.
Fenomena ini sejalan dengan temuan Global Anti-Scam Alliance (GASA) 2025, yang menyebut hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir. Rata-rata korban bahkan mengalami penipuan hingga 2,2 kali.
Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada November 2024 hingga Januari 2026, total kerugian akibat penipuan mencapai sekitar Rp9,1 triliun. Angka ini menegaskan bahwa kejahatan digital bukan sekadar gangguan, tetapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Perlindungan Berbasis AI dengan Akurasi Tinggi
Sebagai mitra strategis, Tanla mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital, dengan tingkat akurasi hingga 99%. Sistem ini terus belajar dari pola ancaman baru, sehingga mampu menyaring potensi penipuan sebelum menjangkau pelanggan.
Indosat menyebut lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan aplikasi pendukung keamanan, serta melaporkan lebih dari 124.000 nomor yang terindikasi penipuan. Pendekatan kolaboratif ini memperkuat sistem deteksi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dari sisi dampak, fitur ini diperkirakan membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$500 juta. Manfaatnya terasa signifikan, terutama bagi segmen UMKM, lansia, dan pengguna di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, yang sering menjadi target utama pelaku penipuan.
Dukungan Pemerintah dan Industri untuk Ekosistem Digital Aman
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengapresiasi langkah Indosat sebagai contoh pemanfaatan AI yang tepat guna dalam perlindungan konsumen. Ia mendorong pelaku industri lain untuk mengadopsi pendekatan serupa demi menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
“Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Teknoloji, Sabtu (6/2/2026).
Sementara itu, President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa penguatan fitur ini merupakan respons terhadap kebutuhan nyata pelanggan. Kolaborasi dengan Tanla memungkinkan penyaringan ancaman secara proaktif di tingkat jaringan, sebelum berdampak pada pengguna.
“Kami melihat bahwa ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” jelas Vikram.
Fitur Baru: Perlindungan Lebih Cerdas dan Mudah Diakses
Untuk meningkatkan perlindungan, Indosat menghadirkan layanan keamanan digital melalui:
Untuk pelanggan IM3
-
SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam)
Untuk pelanggan Tri
-
TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan identifikasi visual berbasis kode warna
Fitur terbaru yang tersedia:
-
Auto-blokir SMS penipuan
-
Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP
-
Notifikasi pop-up panggilan sesuai tingkat risiko
-
Ringkasan aktivitas mencurigakan di aplikasi
-
Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+
Seluruh fitur dirancang inklusif dan ringan agar dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk pengguna dengan literasi digital terbatas.
Dengan meningkatnya transaksi digital dan adopsi layanan keuangan berbasis ponsel, perlindungan terhadap spam dan scam menjadi kebutuhan mendesak. Inisiatif seperti yang dilakukan Indosat menunjukkan bahwa operator telekomunikasi memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan ekosistem digital nasional.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar