Jelang Peluncuran Poco X8 Pro, Poco Sindir Samsung
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Poco X8 Pro (foto: Poco)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, India – Hari ini Samsung resmi memperkenalkan Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra. Namun peluncuran tersebut rupanya tidak luput dari perhatian kompetitor. Brand asal Tiongkok, Poco, langsung merespons dengan unggahan bernada sindiran di platform X, Rabu (25/2/2026).
Sindiran tersebut menyasar kampanye Samsung yang menyebut lini terbarunya bukan lagi sekadar smartphone, melainkan “AI phone”. Poco tampaknya kurang sependapat dengan narasi tersebut.
Dalam unggahannya, Poco menyiratkan bahwa pengguna dengan “smart minds” sebaiknya menunggu sesuatu yang lain. Meski belum secara eksplisit menyebut produk, arah pesan ini kuat mengarah pada duo yang sudah lama dirumorkan: Poco X8 Pro dan Poco X8 Pro Max.

Poco X8 Pro dan X8 Pro Max: Rebranding atau Strategi Baru?
Berdasarkan berbagai bocoran, Poco X8 Pro disebut-sebut sebagai versi rebranding dari Redmi Turbo 5. Sementara Poco X8 Pro Max dikabarkan merupakan adaptasi dari Redmi Turbo 5 Max.
Strategi rebranding bukan hal baru bagi Poco. Brand ini dikenal mengoptimalkan perangkat Redmi untuk pasar global dengan penyesuaian desain, baterai, atau strategi harga. Di Indonesia, pendekatan ini cukup berhasil karena konsumen cenderung sensitif terhadap rasio harga dan spesifikasi.
Perbedaan utama antara versi Poco dan Redmi disebut ada pada kapasitas baterai:
-
Poco X8 Pro: 6.500 mAh (vs 7.560 mAh di Redmi Turbo 5)
-
Poco X8 Pro Max: 8.500 mAh (vs 9.000 mAh di Redmi Turbo 5 Max)
Walau sedikit lebih kecil, kapasitas tersebut tetap tergolong besar untuk kelasnya.
Sebagai gambaran, rata-rata kapasitas baterai smartphone flagship saat ini berada di kisaran 4.500–5.000 mAh. Jika rumor ini akurat, Poco X8 Pro Max bisa menjadi salah satu ponsel dengan baterai terbesar di kelas high-performance.
AI Phone vs Value Performance
Narasi “AI phone” yang diusung Samsung menegaskan tren industri 2026, di mana kecerdasan buatan menjadi nilai jual utama perangkat premium. Integrasi AI kini mencakup fotografi komputasional, asisten virtual kontekstual, hingga otomatisasi tugas harian.
Namun Poco tampaknya mengambil pendekatan berbeda: fokus pada performa mentah dan daya tahan baterai.
Di pasar Indonesia, strategi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional sudah melampaui 78% populasi. Mayoritas pengguna mengakses internet melalui smartphone, dengan durasi penggunaan rata-rata lebih dari 7 jam per hari.
Artinya, baterai besar dan performa stabil masih menjadi faktor krusial bagi konsumen Indonesia, terutama untuk gaming, streaming, dan media sosial.
Potensi Masuk Indonesia?

Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Poco. Model-model sebelumnya seperti Poco X dan F series cukup populer di segmen menengah hingga upper-midrange.
Jika Poco X8 Pro dan X8 Pro Max benar meluncur dalam beberapa minggu ke depan, besar kemungkinan Indonesia akan menjadi salah satu negara target awal.
Apalagi, berdasarkan laporan IDC Asia Pasifik 2025, segmen smartphone harga menengah (Rp4-8 juta) menjadi kontributor pertumbuhan terbesar di Indonesia. Di sinilah Poco biasanya bermain agresif.
Persaingan Smartphone 2026: Bukan Lagi Soal Spesifikasi Saja
Persaingan Samsung dan Poco mencerminkan dua pendekatan berbeda:
-
Samsung: menonjolkan AI, ekosistem, dan premium experience
-
Poco: mengedepankan performa tinggi dan baterai besar dengan harga kompetitif
Pertanyaannya, mana yang lebih relevan untuk konsumen Indonesia? Apakah AI akan menjadi faktor utama pembelian, atau daya tahan baterai dan performa tetap jadi prioritas?
Dengan semakin ketatnya kompetisi, konsumen justru berada di posisi paling diuntungkan. Kita tinggal menunggu langkah resmi Poco dalam beberapa pekan ke depan untuk melihat apakah sindiran ini hanya strategi pemasaran, atau benar-benar pertanda kejutan besar.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar