Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » Sadap Puluhan Pejabat, Bos Perusahaan Spyware Dijatuhi Vonis 126 Tahun Penjara

Sadap Puluhan Pejabat, Bos Perusahaan Spyware Dijatuhi Vonis 126 Tahun Penjara

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Athena – Pengadilan di Athena, Yunani, pada Kamis waktu setempat menyatakan pendiri perusahaan spyware pengawasan digital Intellexa dan tiga orang lainnya bersalah atas pelanggaran data pribadi pada periode 2020-2021. Putusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam skandal penyadapan yang mengguncang politik Yunani sejak 2022.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/2/2026), kasus ini mencuat setelah jurnalis keuangan Thanasis Koukakis dan pemimpin oposisi utama dari Partai Sosialis PASOK mengaku menjadi target pengawasan menggunakan malware ponsel. Tuduhan tersebut memicu penyelidikan luas terhadap penggunaan spyware dalam praktik intelijen negara.

Vonis 126 Tahun, Namun Masa Tahanan Maksimal 8 Tahun

Pengadilan Tindak Pidana Ringan Athena menjatuhkan hukuman 126 tahun 8 bulan penjara kepada masing-masing terdakwa. Meski demikian, sesuai aturan hukum setempat, masa hukuman efektif yang dijalani dibatasi maksimal delapan tahun. Putusan ini masih dapat diajukan banding.

Selain itu, majelis hakim memerintahkan jaksa untuk memperluas penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana lain yang lebih serius, termasuk kemungkinan unsur spionase.

Pendiri Intellexa, Tal Dilian, bersama tiga terdakwa lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut, membantah seluruh dakwaan. Mereka tidak mengajukan pengakuan resmi dan diwakili kuasa hukum selama persidangan.

Predator Spyware dan Dampaknya ke Dunia Politik

Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa ponsel jurnalis Thanasis Koukakis terinfeksi spyware Predator, perangkat lunak pengawasan yang dikembangkan oleh Cytrox, perusahaan dalam konsorsium Intellexa.

Jejak Predator kemudian ditemukan di puluhan perangkat lain, termasuk milik politisi, menteri, pegawai badan intelijen, hingga pelaku bisnis.

Skandal ini berdampak besar terhadap pemerintahan Yunani. Kepala badan intelijen nasional EYP serta kepala staf perdana menteri diberhentikan dari jabatannya. Pemerintah membantah melakukan penyadapan ilegal dan berhasil bertahan dalam mosi tidak percaya pada 2023.

Mengapa Kasus Ini Penting Secara Global?

Kasus Predator di Yunani menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan teknologi pengawasan dapat mengancam demokrasi dan kebebasan pers.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan spyware komersial seperti Predator dan Pegasus menjadi perhatian internasional. Laporan berbagai organisasi keamanan siber menunjukkan bahwa spyware modern mampu mengakses pesan terenkripsi, mikrofon, kamera, hingga data lokasi tanpa sepengetahuan pengguna.

Hal ini semakin menegaskan bahwa spyware bukan hanya ancaman bagi individu tertentu, tetapi juga bagi sistem demokrasi dan stabilitas politik.

Di Indonesia sendiri, isu kebocoran data dan serangan siber beberapa tahun terakhir menjadi perhatian publik. Data dari berbagai lembaga keamanan siber global menunjukkan peningkatan signifikan serangan berbasis malware di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini memperkuat urgensi:

  • Penguatan regulasi perlindungan data

  • Transparansi penggunaan teknologi pengawasan

  • Peningkatan literasi keamanan digital masyarakat

Jalan Panjang Menuju Penegakan Hukum

Pengadilan Perusahaan Spyware di Yunani

Pengadilan di Yunani (foto: HRW)

Salah satu penggugat dalam kasus ini menyebut putusan pengadilan sebagai bentuk pembenaran atas perjuangan mereka. Namun, kuasa hukum para penggugat menegaskan bahwa proses hukum belum selesai dan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana yang lebih berat masih terbuka.

Kasus Intellexa dan Predator menjadi preseden penting dalam diskursus global tentang etika penggunaan teknologi pengawasan.

Di tengah perkembangan AI dan perangkat lunak analitik yang semakin canggih, pertanyaan mendasarnya tetap sama: bagaimana menyeimbangkan kebutuhan keamanan negara dengan perlindungan hak privasi warga?

Bagi negara-negara dengan populasi digital besar seperti Indonesia, pelajaran dari Yunani menjadi pengingat bahwa keamanan siber bukan sekadar isu teknis, melainkan juga isu hukum, politik, dan hak asasi manusia.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK Telecom

    Data Pengguna Bocor, SK Telecom Wajib Bayar Kompensasi Triliunan Won

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar kurang sedap datang dari raksasa telekomunikasi Korea Selatan, SK Telecom. Setelah sempat bikin heboh karena kasus peretasan besar-besaran, kini mereka harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk ganti rugi. Seperti dilansir Reuters, Badan perlindungan konsumen Korea Selatan pada hari Minggu (21/12/2025) secara resmi menyatakan akan memerintahkan SK Telecom untuk memberikan kompensasi […]

  • Tron 2 Robot

    Tron 2: Robot Humanoid dari LimX yang Bisa Salto dan Angkat Manusia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Shenzhen, Teknoloji – Dunia robotik kembali dibuat heboh oleh LimX Dynamics. Baru empat bulan lalu mereka memukau kita dengan robot humanoid bernama Oli, sekarang startup teknologi yang baru berumur tiga tahun ini sudah merilis mainan barunya: Tron 2. Sesuai namanya, ini adalah penerus dari Tron 1. Namun, berdasarkan video demo yang dirilis LimX hari Kamis […]

  • Music streaming

    Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!” Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah […]

  • baterai mobil listrik ok

    Ilmuwan Korea Temukan Solusi Baterai Mobil Listrik yang Bisa Terisi Penuh Hanya 12 Menit

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Sebuah tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengklaim telah menemukan solusi untuk salah satu hambatan terbesar mobil listrik (EV): pengisian daya super cepat tanpa mengorbankan keamanan dan usia baterai. Selama ini, pengembangan baterai lithium-metal yang digadang-gadang sebagai generasi penerus lithium-ion terhambat oleh masalah dendrit. Kenapa? Dendrit adalah […]

  • Bill Gates

    Bill Gates, Microsoft, dan Bayang-Bayang Kekuasaan Global

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Siapa tak kenal Bill Gates? Nama ini sudah jadi sinonim dengan kekayaan dan revolusi komputer. Sering tampil sederhana dengan kacamata bingkai tebal dan sweater rajut, Gates terlihat seperti kakek yang ramah. Namun, jangan tertipu penampilan kalemnya. Di balik itu, tersimpan perjalanan hidup yang penuh intrik: dari seorang dropout nekat, pengusaha yang dituding “kejam”, hingga filantropis […]

  • Pavel Durov lead

    Pavel Durov Tawarkan Program Bayi Tabung dan Warisan Triliunan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Teknoloji, Dubai – Kelakuan para miliarder teknologi memang sering bikin geleng-geleng kepala. Setelah Elon Musk yang rajin “mencetak” keturunan, kini giliran Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram, yang bikin geger jagat maya. Pria berusia 41 tahun ini dikabarkan menawarkan biaya program bayi tabung (IVF) gratis bagi wanita yang bersedia menggunakan spermanya. Tawaran ini bukan […]

expand_less