Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Apps » Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui Gemini, yang kini mampu membuat trek musik berdurasi 30 detik hanya dari deskripsi teks (prompt). Fitur ini ditenagai oleh Lyria 3, model generatif musik terbaru dari Google DeepMind, dan mulai dirilis dalam versi beta di aplikasi Gemini.

Peluncuran awal mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Meski belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, fitur ini berpotensi menarik bagi kreator lokal yang selama ini aktif memanfaatkan AI untuk produksi konten digital.

Untuk menciptakan trek musik dari fitur ini pengguna cukup menuliskan ide, suasana, genre, atau bahkan kenangan tertentu untuk menghasilkan lagu instrumental atau lengkap dengan lirik. Gemini juga memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video sebagai inspirasi visual. Sampul lagu otomatis dibuat menggunakan teknologi Nano Banana, sehingga hasil akhir siap dibagikan ke media sosial.

Google menegaskan bahwa tujuan fitur ini bukan menciptakan karya musik profesional, melainkan memberi cara baru yang menyenangkan untuk berekspresi. Pengguna dapat membuat lagu berdasarkan suasana hati, lelucon internal, atau momen spesial yang ingin diabadikan dalam bentuk audio.

Menariknya, lirik lagu akan dihasilkan otomatis tanpa perlu ditulis manual, menjadikan proses kreasi semakin cepat dan inklusif, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.

Fitur pembuatan musik ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra mendapatkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis.

Model monetisasi ini mencerminkan tren layanan AI generatif yang mulai mengadopsi skema berlangganan, seiring meningkatnya biaya komputasi dan permintaan pengguna global.

Keamanan dan Hak Cipta dengan SynthID

Setiap trek musik yang dihasilkan Gemini disematkan SynthID, watermark digital tak kasatmata dari Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Teknologi ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus membantu mengurangi penyalahgunaan konten.

Google juga menegaskan bahwa fitur ini ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan meniru musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, sistem hanya akan mengambil inspirasi gaya secara umum, bukan menyalin karya yang sudah ada. Selain itu, tersedia mekanisme pelaporan jika konten dianggap melanggar hak cipta.

Relevansi bagi Ekosistem Kreator di Indonesia

Kemunculan AI pembuat musik seperti Gemini berpotensi mengubah lanskap industri kreatif digital di Indonesia. Menurut laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BPS, subsektor musik dan konten digital merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari Rp1.000 triliun terhadap PDB nasional pada 2023.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet (APJII 2024), dengan media sosial menjadi platform utama distribusi konten. Fitur pembuatan musik instan dapat membuka peluang baru bagi kreator, UMKM, hingga pelaku pemasaran digital untuk menghasilkan konten audio dengan cepat dan biaya minimal.

Namun, adopsi AI generatif juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait hak cipta, etika penggunaan, dan perlindungan karya kreatif manusia. Regulasi dan literasi digital menjadi kunci agar teknologi ini dimanfaatkan secara produktif tanpa merugikan pelaku industri kreatif.

Teknologi seperti Lyria 3 menunjukkan bagaimana AI semakin mendemokratisasi produksi musik. Jika sebelumnya pembuatan lagu membutuhkan perangkat mahal dan keahlian khusus, kini siapa pun dapat menghasilkan komposisi sederhana dalam hitungan detik.

Meski durasinya singkat dan ditujukan untuk hiburan, dampaknya terhadap ekosistem kreator digital bisa signifikan. Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi ini berjalan seiring dengan perlindungan hak cipta, etika penggunaan, dan keberlanjutan industri kreatif.

Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki populasi muda besar dan budaya kreatif yang kuat teknologi ini berpotensi mempercepat lahirnya format konten baru, mulai dari musik pendek untuk video pendek hingga identitas audio untuk brand lokal.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pavel Durov Telegram

    Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Tidak semua orang rela kehilangan segalanya demi sebuah prinsip. Pavel Durov adalah pengecualian. Di saat banyak pendiri startup bermimpi menjadi miliarder yang disambut negara, Durov justru memilih jalan sepi: meninggalkan tanah kelahirannya, kehilangan perusahaan yang ia bangun, dan hidup tanpa kewarganegaraan, demi satu hal yang baginya tak bisa ditawar: kebebasan. Nama Pavel Durov hampir selalu […]

  • Huawei GT Runner 2

    Gandeng Eliud Kipchoge, Huawei Siap Luncurkan GT Runner 2

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Bagi kamu pengguna Huawei Watch GT Runner, siap-siap karna GT Runner 2 akan diluncurkan dalam waktu dekat. Fitur apa sih yang menarik? Ya, Huawei dijadwalkan menggelar acara peluncuran global pada 26 Februari 2026, menghadirkan sejumlah perangkat baru untuk pasar internasional. Salah satu yang paling dinantikan adalah Huawei Watch GT Runner 2, penerus Watch […]

  • Apple TV F1

    Apple TV Ambil Alih Hak Siar Formula 1, Gratis untuk Pelanggan!

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 18
    • 0Komentar

    San Fransisco – Siap-siap bagi para penggemar adu kecepatan jet darat. Mulai tahun depan, Apple TV resmi “mengambil alih kemudi”. Berkat kesepakatan besar berdurasi lima tahun yang baru saja diteken, seluruh sesi Formula 1, mulai dari latihan bebas, sprint race, hingga balapan utama, akan tayang secara eksklusif di Apple TV. Untuk merayakan perpindahan tongkat estafet […]

  • XLSMART Lebaran

    Sambut Ramadan dan Lebaran, XLSMART Antisipasi Lonjakan Trafik hingga 30%

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menegaskan komitmennya menghadirkan pengalaman digital yang optimal bagi pelanggan di seluruh Indonesia. Operator telekomunikasi ini telah menyiapkan infrastruktur jaringan, peningkatan kapasitas, serta layanan pelanggan siaga penuh untuk memastikan konektivitas tetap stabil selama periode dengan trafik tertinggi dalam setahun. Direktur & Chief […]

  • Elon Musk AI

    Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Teknoloji, Washington – Wacana pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa kembali mencuri perhatian setelah laporan eksklusif Reuters mengungkap rencana penggabungan SpaceX dan xAI, dua perusahaan milik Elon Musk. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mempercepat ambisi Musk membangun data center berbasis satelit untuk mendukung pengembangan AI, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan global melawan raksasa […]

  • iPhone Lipat

    Bocoran iPhone Fold: Mirip iPad Mini Versi Saku?

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone fold memang sudah lama beredar, tapi kali ini bocorannya terasa lebih “daging”. Laporan terbaru dari iPhone-ticker.de yang dikutip Teknoloji, Selasa (23/12/2025) mengungkap bahwa para pembuat aksesoris ternyata sudah mulai bersiap menyambut perangkat lipat pertama dari Apple ini. Bukan sekadar isu kosong, situs tersebut mengklaim telah melihat gambar CAD […]

expand_less