Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Apps » Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui Gemini, yang kini mampu membuat trek musik berdurasi 30 detik hanya dari deskripsi teks (prompt). Fitur ini ditenagai oleh Lyria 3, model generatif musik terbaru dari Google DeepMind, dan mulai dirilis dalam versi beta di aplikasi Gemini.

Peluncuran awal mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Meski belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, fitur ini berpotensi menarik bagi kreator lokal yang selama ini aktif memanfaatkan AI untuk produksi konten digital.

Untuk menciptakan trek musik dari fitur ini pengguna cukup menuliskan ide, suasana, genre, atau bahkan kenangan tertentu untuk menghasilkan lagu instrumental atau lengkap dengan lirik. Gemini juga memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video sebagai inspirasi visual. Sampul lagu otomatis dibuat menggunakan teknologi Nano Banana, sehingga hasil akhir siap dibagikan ke media sosial.

Google menegaskan bahwa tujuan fitur ini bukan menciptakan karya musik profesional, melainkan memberi cara baru yang menyenangkan untuk berekspresi. Pengguna dapat membuat lagu berdasarkan suasana hati, lelucon internal, atau momen spesial yang ingin diabadikan dalam bentuk audio.

Menariknya, lirik lagu akan dihasilkan otomatis tanpa perlu ditulis manual, menjadikan proses kreasi semakin cepat dan inklusif, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.

Fitur pembuatan musik ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra mendapatkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis.

Model monetisasi ini mencerminkan tren layanan AI generatif yang mulai mengadopsi skema berlangganan, seiring meningkatnya biaya komputasi dan permintaan pengguna global.

Keamanan dan Hak Cipta dengan SynthID

Setiap trek musik yang dihasilkan Gemini disematkan SynthID, watermark digital tak kasatmata dari Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Teknologi ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus membantu mengurangi penyalahgunaan konten.

Google juga menegaskan bahwa fitur ini ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan meniru musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, sistem hanya akan mengambil inspirasi gaya secara umum, bukan menyalin karya yang sudah ada. Selain itu, tersedia mekanisme pelaporan jika konten dianggap melanggar hak cipta.

Relevansi bagi Ekosistem Kreator di Indonesia

Kemunculan AI pembuat musik seperti Gemini berpotensi mengubah lanskap industri kreatif digital di Indonesia. Menurut laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BPS, subsektor musik dan konten digital merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari Rp1.000 triliun terhadap PDB nasional pada 2023.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet (APJII 2024), dengan media sosial menjadi platform utama distribusi konten. Fitur pembuatan musik instan dapat membuka peluang baru bagi kreator, UMKM, hingga pelaku pemasaran digital untuk menghasilkan konten audio dengan cepat dan biaya minimal.

Namun, adopsi AI generatif juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait hak cipta, etika penggunaan, dan perlindungan karya kreatif manusia. Regulasi dan literasi digital menjadi kunci agar teknologi ini dimanfaatkan secara produktif tanpa merugikan pelaku industri kreatif.

Teknologi seperti Lyria 3 menunjukkan bagaimana AI semakin mendemokratisasi produksi musik. Jika sebelumnya pembuatan lagu membutuhkan perangkat mahal dan keahlian khusus, kini siapa pun dapat menghasilkan komposisi sederhana dalam hitungan detik.

Meski durasinya singkat dan ditujukan untuk hiburan, dampaknya terhadap ekosistem kreator digital bisa signifikan. Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi ini berjalan seiring dengan perlindungan hak cipta, etika penggunaan, dan keberlanjutan industri kreatif.

Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki populasi muda besar dan budaya kreatif yang kuat teknologi ini berpotensi mempercepat lahirnya format konten baru, mulai dari musik pendek untuk video pendek hingga identitas audio untuk brand lokal.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • iPhone Fold lead

    Apple Siapkan Engsel 3D untuk iPhone Fold Printing demi Hilangkan Bekas Lipatan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Rumor mengenai iPhone Fold kembali mencuat. Laporan terbaru dari China menyebut bahwa ponsel lipat pertama Apple itu kemungkinan akan dibekali engsel berbasis 3D printing untuk membantu meminimalkan bekas lipatan (crease) pada layar. Jika rumor yang dihembuskan salah satu akun Weibo ini benar, ini menjadi salah satu detail teknis paling penting sejauh ini […]

  • Redmi 17

    Baterai Badak Harga Merakyat, Redmi 17 Resmi Mendarat di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Teknoloji – Persaingan pasar ponsel pintar di kelas menengah ke bawah kembali memanas bulan ini. Xiaomi melalui sub-merek andalannya, Redmi, baru saja meluncurkan jagoan terbarunya yaitu Redmi 17 di pasar Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, gawai pintar ini membawa keunggulan ekstrem di sektor daya pikat utamanya, yakni kapasitas baterai raksasa yang sangat jarang ditemukan pada rentang harga […]

  • Music streaming

    Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!” Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah […]

  • NTT Data AWS

    NTT DATA dan AWS Berkolaborasi Dorong Adopsi Agentic AI di Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Teknoloji, Tokyo – NTT DATA dan Amazon Web Services (AWS) resmi menandatangani kerja sama strategis multi-tahun yang berfokus pada modernisasi sistem lama (legacy systems), adopsi agentic AI, serta percepatan inovasi lintas industri. Kolaborasi ini menyasar perusahaan besar yang ingin bertransformasi dari sekadar uji coba teknologi menuju penerapan AI berskala besar yang berdampak nyata pada bisnis. […]

  • Friendster baru

    Friendster Kembali Hadir, Jadi Platform Media Sosial Anti Mainstream

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Bagi warganet yang tumbuh besar di awal era 2000-an, nama Friendster tentu bukan sekadar situs web biasa. Platform ini adalah gerbang nostalgia sekaligus saksi bisu awal mula kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial. Nah, setelah resmi menutup operasinya pada Juni 2018 karena kalah bersaing dengan raksasa seperti Facebook, kini Friendster mencoba “bangun […]

  • Samsung Headquarter

    Pasar AI Global Meledak, Laba Samsung Tembus Rekor Baru

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul -Demam kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tampaknya masih menjadi mesin uang utama bagi raksasa teknologi dunia. Samsung Electronics diperkirakan bakal kembali mencetak rekor laba operasional baru pada kuartal II 2026. Ya, berdasarkan laporan Reuters yang merangkum LSEG SmartEstimate dari 30 analis memproyeksikan laba operasional raksasa teknologi asal Korea Selatan ini bakal menyentuh angka fantastis, […]

expand_less