Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Technology » Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Tim AI di Tengah Badai PHK massal

Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Tim AI di Tengah Badai PHK massal

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Langkah agresif sekaligus ironis kembali dipertontonkan oleh sang induk Instagram dan WhatsApp, Meta Platforms. Di pekan yang sama ketika mereka bersiap merumahkan sekitar 8.000 karyawan (hampir 10% dari total tenaga kerjanya), perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini justru mengumumkan “mobilisasi massa” internal secara besar-besaran.

Seperti diberitakan Endgadget, Selasa (19/5/2026), melalui memo internal yang bocor pekan ini, Meta dilaporkan tengah menggeser sekitar 7.000 karyawannya untuk masuk ke dalam divisi-divisi baru yang berfokus penuh pada pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Langkah radikal ini mempertegas sinyal bahwa Meta kini resmi memutar kemudi sepenuhnya ke arah masa depan “AI-sentris” setelah ambisi dunia virtual metaverse mereka meredup.

Struktur Baru “AI-Native”

Dalam memo internal yang ditulis oleh Head of HR Meta, Janelle Gale, ribuan karyawan tersebut dipindahkan ke empat organisasi baru yang didesain dengan konsep “AI-native design structures”. Format baru ini sengaja dibuat lebih “datar” (flat) dengan memangkas banyak lapisan manajerial per karyawan.

“Restrukturisasi ini akan membuat perusahaan menjadi jauh lebih produktif dan membuat ritme kerja menjadi lebih bernilai,” tulis Gale dalam memo yang beredar luas di Silicon Valley tersebut.

Divisi baru ini akan berfokus pada pembangunan agen kecerdasan buatan (AI agents) dan percepatan integrasi chatbot pintar ke dalam seluruh portofolio produk konsumen Meta. Langkah ini diambil setelah CTO Meta, Andrew Bosworth, sempat menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun di mana teknologi kecerdasan buatan mengubah total cara kerja internal perusahaan.

Ironi “Menyembah” Mesin

Situasi di dalam internal Meta sendiri saat ini dikabarkan cukup tegang. PHK massal terhadap 8.000 karyawan dan penutupan 6.000 lowongan pekerjaan dilakukan demi mengimbangi (offset) pengeluaran infrastruktur raksasa yang sedang berjalan.

Mark Zuckerberg dilaporkan telah menyampaikan kepada investor bahwa Meta siap menggelontorkan dana fantastis antara US$115 miliar hingga US$135 miliar tahun ini saja demi membangun pusat data raksasa dan membeli cip mutakhir untuk pengembangan model kecerdasan buatan.

Ketegangan internal kian memuncak karena Meta juga menerapkan program pelacakan aktivitas komputer karyawan (seperti gerakan tetikus dan ketukan papan ketik) melalui inisiatif Agent Transformation Accelerator (ATA). Program pengumpulan data kerja nyata ini ditujukan untuk melatih model AI internal agar bisa meniru cara manusia menyelesaikan tugas sehari-hari. Tak pelak, banyak staf yang merasa ironis karena mereka seolah dipaksa melatih sistem yang suatu saat nanti berpotensi menggantikan posisi mereka sendiri.

AI Sebagai Penentu Peta Kekuasaan

Pergeseran masif 7.000 karyawan ke lini AI ini membuktikan bahwa bagi Meta, kecerdasan buatan bukan lagi sekadar fitur pelengkap, melainkan fondasi kelangsungan bisnis mereka untuk bersaing ketat dengan Google dan OpenAI.

Bagi industri teknologi global maupun domestik, Meta sedang memberikan contoh nyata yang ekstrem: demi memenangkan perlombaan teknologi masa depan, sebuah perusahaan rela merumahkan ribuan manusia asalkan mesin-mesin di pusat data mereka tetap mendapatkan suplai dana triliunan rupiah.

Menurut kamu, apakah strategi radikal Mark Zuckerberg yang memangkas ribuan staf demi mendanai infrastruktur AI ini akan berbuah manis, atau justru menjadi blunder bagi loyalitas karyawannya?

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajah AI

    Studi: Banyak Orang Tak Mampu Membedakan Wajah AI dan Manusia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Teknoloji, New South Wales – Kamu yakin bisa mengenali wajah hasil kecerdasan buatan (AI)? Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa keyakinan tersebut mungkin berlebihan. Ya, penelitian yang dilakukan oleh University of New South Wales (UNSW) dan Australian National University (ANU) menemukan bahwa sebagian besar orang kesulitan membedakan wajah manusia asli dengan wajah yang dihasilkan AI, meskipun […]

  • Selfix

    Dockcase Selfix: Casing iPhone 17 Pro dengan Layar AMOLED

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco -Biasanya, tugas utama casing HP itu sederhana: menjaga ponsel kesayangan dari goresan atau benturan saat jatuh. Tapi, Dockcase mencoba mendobrak standar itu lewat produk terbarunya, Selfix. Khusus untuk pengguna iPhone 17 Pro, casing ini bukan sekadar pelindung, tapi juga mengubah cara kamu mengambil foto. Selfix menyematkan layar fungsional di bagian belakang bodi, […]

  • Lazada 12.12

    Lazada 12.12 Hadir Lagi, Kasih Diskon Besar, hingga Promo Berhadiah Mobil

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jakarta – Menjelang akhir tahun, tren belanja online biasanya meningkat pesat. Entah itu untuk persiapan liburan, kebutuhan rumah tangga, atau sekadar memberi hadiah untuk diri sendiri setelah setahun bekerja keras. Memahami kebutuhan ini, Lazada kembali menggelar festival belanja tahunan mereka, Lazada 12.12 Promo Habis-Habisan, yang akan berlangsung mulai 11 Desember (pukul 20.00 WIB) hingga 14 […]

  • Pengguna Claude Code (Ilustrasi: WenHao Yu).

    Bikin Alibaba Was-was, Claude Code Besutan Anthropic Diduga Punya Fitur Deteksi Pengguna di China

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Peta persaingan alat bantu pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI coding tool) kembali memanas. Namun, kali ini sorotan utamanya bukan soal adu kecanggihan fitur, melainkan isu sensitif seputar kedaulatan data dan privasi digital. Alat coding berbasis AI milik Anthropic, Claude Code, mendadak menjadi perbincangan hangat global setelah ditemukannya mekanisme tersembunyi yang dapat menandai […]

  • Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar gembira buat kamu yang masih ragu beralih ke mobil listrik (EV) karena takut baterai cepat habis atau drop saat cuaca dingin. Sekelompok ilmuwan jenius dari Korea Selatan baru saja mengumumkan terobosan besar. Tim gabungan dari POSTECH, KAIST, dan Gyeongsang National University berhasil mengembangkan teknologi baterai logam lithium “tanpa anoda” (anode-free). Klaimnya […]

  • SK Telecom

    Data Pengguna Bocor, SK Telecom Wajib Bayar Kompensasi Triliunan Won

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar kurang sedap datang dari raksasa telekomunikasi Korea Selatan, SK Telecom. Setelah sempat bikin heboh karena kasus peretasan besar-besaran, kini mereka harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk ganti rugi. Seperti dilansir Reuters, Badan perlindungan konsumen Korea Selatan pada hari Minggu (21/12/2025) secara resmi menyatakan akan memerintahkan SK Telecom untuk memberikan kompensasi […]

expand_less