Samsung Konfirmasi Kehadiran Galaxy Ring 2 dan Berpeluang Dukung iPhone!
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Samsung Galaxy Ring 2 (Foto: Samsung).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Seoul – Persaingan di ranah teknologi pelacak kesehatan (health-wearable) tampaknya akan semakin memanas. Setelah sukses meluncurkan cincin pintar pertamanya pada tahun 2024 silam, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, akhirnya resmi memecah keheningan dengan mengonfirmasi bahwa generasi penerusnya, Galaxy Ring 2, kini sedang dalam tahap pengembangan aktif.
Konfirmasi ini datang langsung dari Dr. Hon Pak, Senior Vice President sekaligus Head of Digital Health Team Samsung, dalam wawancara eksklusifnya bersama Forbes. Menariknya, Samsung mengisyaratkan sebuah langkah besar yang berpotensi mendisrupsi pasar: cincin pintar terbaru ini kemungkinan besar tidak lagi eksklusif untuk ekosistem Android saja.
Tren Wearable Kesehatan yang Naik Daun di Indonesia
Kabar mengenai kehadiran Galaxy Ring 2 ini tentu menjadi angin segar bagi pasar gadget di Tanah Air. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat atau wellness mengalami pergeseran masif pasca-pandemi, terutama di kalangan masyarakat urban dan komunitas olahraga seperti pelari urban (city runners).
Aktivitas memantau kualitas tidur (sleep tracking), mendeteksi kadar oksigen dalam darah (SpO2), hingga menghitung kalori harian kini telah beralih dari sekadar hobi menjadi sebuah kebutuhan rutin harian. Bentuk cincin pintar yang jauh lebih ringkas, ringan, dan tidak mengganggu pergelangan tangan saat tidur membuat kategori smart ring diprediksi menjadi suksesor kuat jam pintar konvensional di pasar sekunder premium Indonesia.
Strategi Baru Samsung: Menang Lewat Optimasi Software AI
Meskipun aspek fisik seperti daya tahan baterai yang lebih awet (rumornya bisa menyentuh 9 hingga 10 hari) serta bodi yang lebih tipis tetap menjadi perhatian, Samsung menegaskan bahwa medan perang utama sesungguhnya terletak pada optimasi perangkat lunak (software).
Dr. Hon Pak membeberkan pandangannya mengenai lanskap persaingan cincin pintar saat ini:
“Jika Anda membandingkan berbagai cincin pintar di pasaran saat ini, apa pun merek kompetitornya, teknologi sensor yang tertanam sebenarnya tidak jauh berbeda. Pembeda sesungguhnya adalah bagaimana Anda membangun layanan di lapisan atasnya. Diferensiasi perangkat lunak (software) itulah yang akan Anda lihat.“
Di sinilah peran kecerdasan buatan (AI-driven coaching) masuk. Samsung sedang menyiapkan dua fitur ekosistem kesehatan mutakhir:
-
Vitals: Fitur yang mengompilasi data denyut jantung, laju pernapasan, dan kadar oksigen selama tidur malam selama 7 hari berturut-turut untuk menyusun metrik kesehatan personal. Sistem ini akan otomatis memberikan peringatan atau menyarankan pemeriksaan medis jika mendeteksi adanya anomali.
-
Heart Health Score: Fitur berbasis kecerdasan buatan yang mengintegrasikan pola tidur, nutrisi harian, aktivitas fisik, dan tingkat stres pengguna guna mengalkulasi estimasi risiko kesehatan kardiovaskular secara berkala.
Kode Keras Dukungan untuk Pengguna iPhone (iOS)
Selama ini, keterbatasan terbesar dari Galaxy Ring generasi pertama adalah sifatnya yang eksklusif bagi pengguna Android, bahkan fitur penuhnya hanya bisa dinikmati maksimal jika dipasangkan dengan ponsel Samsung Galaxy.
Namun, aturan main tersebut tampaknya akan dirombak total pada Galaxy Ring 2. Ketika ditanya mengenai kemungkinan ekspansi dukungan ke ekosistem iOS milik Apple, Hon Pak memberikan respons menggoda yang mengindikasikan lampu hijau:
“Saya hanya bisa tersenyum, tetapi saya belum bisa mengatakan apa pun saat ini. Saya rasa Anda akan sangat puas dengan beberapa perilisan dan berita mendatang yang kami siapkan,” guraunya sembari melempar kode keras.
Mengingat cincin pintar tidak memerlukan layar fisik untuk menampilkan notifikasi pesan secara langsung, menghadirkan kompatibilitas aplikasi Samsung Health di App Store dinilai merupakan langkah taktis yang sangat masuk akal bagi Samsung untuk menjaring basis pengguna iPhone yang sangat besar.
Meski konfirmasi pengembangan sudah di tangan, bagi yang mendambakan cincin ini tampaknya masih harus sedikit bersabar. Langkah Samsung yang tidak terburu-buru melakukan penyegaran tahunan membuktikan bahwa mereka ingin menyajikan sebuah perangkat pelacak kesehatan yang matang, bukan sekadar pembaruan kosmetik belaka.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar