Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Technology » Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!”

Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah studi ilmiah terbaru memvalidasi perasaan tersebut: lirik lagu memang berubah drastis dalam 40 tahun terakhir.

Ya, sebuah tim peneliti dari Eropa baru saja menerbitkan hasil analisis mereka terhadap lebih dari 12.000 lagu berbahasa Inggris. Mereka membedah lagu-lagu dari genre Rap, Country, Pop, R&B, hingga Rock yang rilis antara tahun 1980 sampai 2020.

Hasilnya? Cukup menohok.

  • Kosa Kata Makin Sederhana: Lirik lagu zaman now cenderung menggunakan kata-kata yang lebih mudah dan repetitif (diulang-ulang) dibanding era sebelumnya. Jauh beda kalau dibandingkan era Bob Dylan yang liriknya saking puitisnya sampai dapat Nobel Sastra.
  • Lebih Emosional & Marah: Tren lirik yang positif dan ceria makin menurun. Gantinya? Lirik yang mengekspresikan kemarahan, kesedihan, atau rasa muak justru naik daun.
  • “Aku, Aku, dan Aku”: Lagu modern terbukti lebih terobsesi pada diri sendiri (self-obsessed). Kata ganti seperti “me” (aku) atau “mine” (milikku) jauh lebih sering muncul sekarang dibanding 4 dekade lalu.

Kenapa Bisa Begitu? Salah Algoritma?

Eva Zangerle, peneliti senior dari University of Innsbruck, Austria, menolak menyalahkan satu artis tertentu. Menurutnya, perubahan lirik ini adalah “cermin masyarakat” yang berubah seiring waktu.

Tapi faktor terbesarnya? Cara kita mendengarkan musik. Dulu di tahun 80-90an, orang beli kaset atau CD untuk didengarkan satu album penuh. Sekarang? Kita hidup di era streaming dan algoritma.

“10 sampai 15 detik pertama sangat menentukan apakah kita bakal lanjut dengar atau langsung skip lagunya,” ujar Zangerle.

Karena persaingan makin ketat dan orang cenderung mendengarkan musik hanya sebagai background noise (sambil kerja atau main HP), lagu dengan chorus yang banyak dan lirik simpel jadi lebih laku.

Singkatnya: Lirik yang simpel itu lebih gampang nempel di otak. Kalau gampang diingat, kemungkinan besar lagunya bakal viral.

Selain itu, studi ini juga menemukan fakta unik per genre:

  • Rap: Ini adalah genre yang paling menunjukkan kenaikan tingkat “kemarahan” dan repetisi. Masuk akal sih, karena Rap memang genre yang punya jumlah baris lirik paling banyak.
  • Rock: Genre ini agak sedih. Data pencarian lirik di situs Genius menunjukkan kalau fans Rock lebih sering mencari lirik lagu-lagu tua dibanding lagu baru. Ini mengindikasikan kalau genre Rock mungkin sedang turun pamor dan fansnya lebih suka bernostalgia ke masa kejayaan genre tersebut.

Jadi, kalau besok-besok kamu merasa lirik lagu di radio isinya cuma pengulangan kata yang sama, kamu nggak salah. Industri musik memang sengaja mendesainnya begitu supaya pesannya nyangkut di kepala kamu yang super sibuk itu.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazada Nestle AI LazzieCHat

    Lazada dan Nestlé Hadirkan Asisten AI LazzieChat di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Pernahkah kamu merasa bingung saat memilih produk nutrisi di aplikasi belanja? Deskripsi yang panjang dan istilah medis yang rumit sering kali membuat kita ragu. Memahami dilema ini, Lazada kembali berkolaborasi dengan Nestlé dalam ajang Regional Super Brand Day 2026 yang digelar serentak pada 23 April di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. […]

  • iOS-26.2-Glass-Feature

    Fitur Tersembunyi iOS 26.2 Ini Bikin iPhone Kamu ‘Berkedip’ Saat Ada Notifikasi!

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Apple baru saja meluncurkan iOS 26.2. Di saat semua orang sibuk membicarakan pembaruan canggih pada aplikasi bawaan sistem, ada satu fitur “tersembunyi” yang justru mungkin paling berguna buat keseharian kita—terutama buat kamu yang sering kelewatan notifikasi. Selain perbaikan rutin pada Reminders, Podcasts, dan Apple Music, update kali ini membawa cara baru bagi iPhone untuk “berteriak” […]

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • Redmi 17 5G ok

    Redmi 17 Segera Debut dengan Baterai Badak 7.000 mAh

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Teknoloji, Beijing – Tahun 2026 tampaknya benar-benar menjadi tahunnya “baterai monster” di industri ponsel pintar. Setelah jagat maya sempat dihebohkan oleh iQOO Z11 5G yang membawa daya raksasa 9.020 mAh serta Oppo Reno16 Pro dengan kapasitas 7.000 mAh, kini giliran Xiaomi yang tidak mau tinggal diam. Kabar ini menarik karena Redmi selama ini dikenal agresif […]

  • Vivo T5 Teaser

    Vivo T5 5G Terkonfirmasi Segera Meluncur Bawa DNA Performa Kencang

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Teknoloji – Mengganti gawai lama dengan yang baru selalu jadi momen seru, apalagi jika ada penantang baru di kelas menengah yang menjanjikan performa gahar dengan harga masuk akal. Melansir laporan terbaru dari GSMArena, Senin (24/8/2026), Vivo baru saja melempar sinyal kuat ke pasar global melalui poster teaser resmi bertajuk “Coming Soon” untuk jagoan teranyarnya, Vivo […]

  • Data Pribadi fintech

    Mengapa Data Pribadi Menjadi Aset Paling Mahal di Industri Fintech?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta, Teknoloji – Di era layanan keuangan digital, data pribadi bukan lagi sekadar informasi pendukung, tapi telah menjelma menjadi aset strategis bernilai tinggi. Setiap nama, nomor identitas, riwayat transaksi, lokasi, hingga kebiasaan belanja membentuk profil perilaku dan risiko pengguna. Dari sudut pandang fintech, kumpulan data ini memungkinkan layanan keuangan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan […]

expand_less