Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!”

Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah studi ilmiah terbaru memvalidasi perasaan tersebut: lirik lagu memang berubah drastis dalam 40 tahun terakhir.

Ya, sebuah tim peneliti dari Eropa baru saja menerbitkan hasil analisis mereka terhadap lebih dari 12.000 lagu berbahasa Inggris. Mereka membedah lagu-lagu dari genre Rap, Country, Pop, R&B, hingga Rock yang rilis antara tahun 1980 sampai 2020.

Hasilnya? Cukup menohok.

  • Kosa Kata Makin Sederhana: Lirik lagu zaman now cenderung menggunakan kata-kata yang lebih mudah dan repetitif (diulang-ulang) dibanding era sebelumnya. Jauh beda kalau dibandingkan era Bob Dylan yang liriknya saking puitisnya sampai dapat Nobel Sastra.
  • Lebih Emosional & Marah: Tren lirik yang positif dan ceria makin menurun. Gantinya? Lirik yang mengekspresikan kemarahan, kesedihan, atau rasa muak justru naik daun.
  • “Aku, Aku, dan Aku”: Lagu modern terbukti lebih terobsesi pada diri sendiri (self-obsessed). Kata ganti seperti “me” (aku) atau “mine” (milikku) jauh lebih sering muncul sekarang dibanding 4 dekade lalu.

Kenapa Bisa Begitu? Salah Algoritma?

Eva Zangerle, peneliti senior dari University of Innsbruck, Austria, menolak menyalahkan satu artis tertentu. Menurutnya, perubahan lirik ini adalah “cermin masyarakat” yang berubah seiring waktu.

Tapi faktor terbesarnya? Cara kita mendengarkan musik. Dulu di tahun 80-90an, orang beli kaset atau CD untuk didengarkan satu album penuh. Sekarang? Kita hidup di era streaming dan algoritma.

“10 sampai 15 detik pertama sangat menentukan apakah kita bakal lanjut dengar atau langsung skip lagunya,” ujar Zangerle.

Karena persaingan makin ketat dan orang cenderung mendengarkan musik hanya sebagai background noise (sambil kerja atau main HP), lagu dengan chorus yang banyak dan lirik simpel jadi lebih laku.

Singkatnya: Lirik yang simpel itu lebih gampang nempel di otak. Kalau gampang diingat, kemungkinan besar lagunya bakal viral.

Selain itu, studi ini juga menemukan fakta unik per genre:

  • Rap: Ini adalah genre yang paling menunjukkan kenaikan tingkat “kemarahan” dan repetisi. Masuk akal sih, karena Rap memang genre yang punya jumlah baris lirik paling banyak.
  • Rock: Genre ini agak sedih. Data pencarian lirik di situs Genius menunjukkan kalau fans Rock lebih sering mencari lirik lagu-lagu tua dibanding lagu baru. Ini mengindikasikan kalau genre Rock mungkin sedang turun pamor dan fansnya lebih suka bernostalgia ke masa kejayaan genre tersebut.

Jadi, kalau besok-besok kamu merasa lirik lagu di radio isinya cuma pengulangan kata yang sama, kamu nggak salah. Industri musik memang sengaja mendesainnya begitu supaya pesannya nyangkut di kepala kamu yang super sibuk itu.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YouTube Watch Later

    Cara Menghapus Daftar “Watch Later” YouTube Secara Total dengan Aman

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sama halnya dengan fitur Bookmark di X (Twitter), tombol “Watch Later” YouTube sering kali jadi tempat penampungan digital favorit kita. Niat hati ingin menonton videonya nanti saat senggang, tapi realitanya? Video menumpuk sampai ratusan, bahkan ribuan, dan tidak pernah disentuh sama sekali. Jujur saja, saat daftar itu sudah mencapai angka ribuan, kita pasti sadar bahwa […]

  • Oracle PHK massal

    Oracle Mendadak PHK Massal Karyawan, Tapi Kedapatan Rekrut Tenaga Asing

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Teknoloji, Austin – Oracle tengah menjadi sorotan setelah laporan mengenai gelombang PHK di perusahaan itu muncul hampir bersamaan dengan data yang menunjukkan bahwa raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut masih aktif mengajukan visa kerja H-1B untuk tenaga asing. Dua isu itu, yakni pemangkasan karyawan dan pengajuan visa kerja, langsung memicu respons keras, terutama di kalangan […]

  • Pavel Durov Telegram

    Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Tidak semua orang rela kehilangan segalanya demi sebuah prinsip. Pavel Durov adalah pengecualian. Di saat banyak pendiri startup bermimpi menjadi miliarder yang disambut negara, Durov justru memilih jalan sepi: meninggalkan tanah kelahirannya, kehilangan perusahaan yang ia bangun, dan hidup tanpa kewarganegaraan, demi satu hal yang baginya tak bisa ditawar: kebebasan. Nama Pavel Durov hampir selalu […]

  • Redmi 17 5G ok

    Redmi 17 Segera Debut dengan Baterai Badak 7.000 mAh

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Teknoloji, Beijing – Tahun 2026 tampaknya benar-benar menjadi tahunnya “baterai monster” di industri ponsel pintar. Setelah jagat maya sempat dihebohkan oleh iQOO Z11 5G yang membawa daya raksasa 9.020 mAh serta Oppo Reno16 Pro dengan kapasitas 7.000 mAh, kini giliran Xiaomi yang tidak mau tinggal diam. Kabar ini menarik karena Redmi selama ini dikenal agresif […]

  • Digitalisasi bansos ilustrasi ok

    Digitalisasi Bansos Meluas, Apakah Keamanan Data Masyarakat Sudah Siap?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Jakarta, Teknoloji – Pemerintah memperluas proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) pada 2026 ke 41 kabupaten/kota di 25 provinsi. Menariknya, sekitar 78% lokasi piloting berada di luar Pulau Jawa yang diyakini menjadi sebuah langkah strategis untuk memastikan transformasi layanan publik menjangkau wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses dan infrastruktur digital. Perluasan ini menegaskan peran […]

  • Kantor Meta

    Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Tim AI di Tengah Badai PHK massal

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Langkah agresif sekaligus ironis kembali dipertontonkan oleh sang induk Instagram dan WhatsApp, Meta Platforms. Di pekan yang sama ketika mereka bersiap merumahkan sekitar 8.000 karyawan (hampir 10% dari total tenaga kerjanya), perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini justru mengumumkan “mobilisasi massa” internal secara besar-besaran. Seperti diberitakan Endgadget, Selasa (19/5/2026), melalui memo internal yang […]

expand_less