Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » Oracle Mendadak PHK Massal Karyawan, Tapi Kedapatan Rekrut Tenaga Asing

Oracle Mendadak PHK Massal Karyawan, Tapi Kedapatan Rekrut Tenaga Asing

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Austin – Oracle tengah menjadi sorotan setelah laporan mengenai gelombang PHK di perusahaan itu muncul hampir bersamaan dengan data yang menunjukkan bahwa raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut masih aktif mengajukan visa kerja H-1B untuk tenaga asing.

Dua isu itu, yakni pemangkasan karyawan dan pengajuan visa kerja, langsung memicu respons keras, terutama di kalangan pekerja teknologi. Bagi banyak orang, kombinasi keduanya terlihat janggal: di satu sisi perusahaan merumahkan pegawai, tetapi di sisi lain tetap menjalankan proses perekrutan atau perpanjangan tenaga kerja asing untuk posisi tertentu.

PHK Disebut Terjadi Mendadak Lewat Email

Seperti dilansir Business Insider, Senin (4/6/2026), laporan mengenai PHK Oracle mulai ramai pada 31 Maret, ketika sejumlah karyawan mengaku menerima email pada pagi hari yang memberi tahu bahwa hari itu adalah hari kerja terakhir mereka. Beberapa laporan menyebut notifikasi dikirim sangat pagi, dan akses ke sistem internal perusahaan segera dinonaktifkan setelah pemberitahuan diberikan.

Isi email yang beredar menyebut keputusan itu diambil sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas dan penyesuaian terhadap kebutuhan bisnis Oracle saat ini. Sampai sekarang, Oracle belum memberikan penjelasan publik yang rinci mengenai berapa total karyawan yang terdampak secara global.

Yang sudah mulai terlihat, PHK ini disebut menyentuh sejumlah area penting di dalam perusahaan, termasuk unit cloud, sales, customer success, Oracle Health, hingga NetSuite. Ini menunjukkan bahwa langkah efisiensi yang diambil tidak terbatas pada satu tim atau satu fungsi tertentu saja.

Di Saat Bersamaan, Data H-1B Ikut Jadi Sorotan

Polemik mulai membesar ketika data yang dikutip media AS menunjukkan bahwa Oracle tercatat telah mengajukan sekitar 3.126 petisi H-1B sepanjang tahun fiskal 2025 dan 2026, dengan sekitar 436 pengajuan tercatat sejauh tahun ini. Angka ini kemudian memicu perdebatan soal bagaimana perusahaan teknologi mengelola tenaga kerja di tengah fase restrukturisasi besar-besaran.

Sebagai konteks, H-1B adalah visa kerja di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan mempekerjakan tenaga asing untuk posisi yang membutuhkan keahlian khusus, termasuk di bidang teknologi, software engineering, data, dan AI.

Bagi perusahaan teknologi, program ini selama bertahun-tahun dianggap penting untuk mengisi peran yang dinilai sulit dipenuhi hanya dari talent pool domestik. Namun pada saat yang sama, H-1B juga terus menjadi topik sensitif, terutama ketika kondisi pasar kerja sedang tidak stabil.

Yang juga penting dicatat: pengajuan H-1B tidak selalu berarti perekrutan baru. Dalam banyak kasus, petisi bisa diajukan untuk perpanjangan, perpindahan status, atau kelanjutan kerja karyawan yang sudah lebih dulu ada di dalam sistem perusahaan. Meski begitu, dari sudut pandang publik, waktu munculnya dua kabar ini tetap membuat narasinya terasa problematik.

Kritik Karyawan dan Netizen Mulai Bermunculan

Reaksi keras mulai terlihat di media sosial dan forum internal pekerja teknologi seperti Blind, tempat banyak karyawan teknologi berbagi opini secara anonim.

Sebagian pengguna menyebut kabar pengajuan H-1B di tengah PHK sebagai sesuatu yang sulit diterima, terutama bagi pekerja yang baru saja kehilangan posisi setelah bertahun-tahun bekerja di perusahaan. Kritik lain juga bermunculan dengan nada yang lebih luas: bahwa praktik memangkas tenaga kerja lalu merekrut ulang dalam struktur biaya berbeda sudah menjadi pola yang semakin sering terlihat di industri teknologi.

Terlepas dari nada emosional yang menyertainya, reaksi seperti ini sebenarnya mencerminkan keresahan yang lebih besar. Banyak pekerja teknologi saat ini merasa arah industri semakin sulit diprediksi. Perusahaan berbicara soal efisiensi, AI, dan restrukturisasi, tetapi pada saat yang sama tetap membangun kapasitas baru di area-area yang dianggap lebih strategis.

Oracle Sedang Menekan Biaya di Tengah Dorongan AI

Kalau dilihat lebih jauh, langkah Oracle ini kemungkinan tidak bisa dipisahkan dari strategi bisnis yang lebih besar. Beberapa laporan menyebut perusahaan sedang berupaya menekan biaya operasional di tengah ekspansi besar-besaran pada infrastruktur AI dan data center.

Oracle sendiri belakangan semakin agresif membangun posisi di bisnis cloud dan AI enterprise, termasuk lewat investasi besar di kapasitas komputasi dan pusat data. Dalam konteks itu, PHK tidak selalu berarti perusahaan sedang melemah.

Dalam banyak kasus, langkah seperti ini justru mencerminkan pergeseran prioritas: memangkas fungsi yang dinilai kurang strategis, sambil tetap membuka ruang untuk perekrutan di bidang yang lebih relevan dengan arah bisnis baru.

Masalahnya, penjelasan seperti itu tentu tidak serta-merta meredakan frustrasi dari karyawan yang terdampak langsung. Apa yang terjadi di Oracle juga sebenarnya mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi saat ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan besar yang terlihat melakukan dua hal secara bersamaan: mengurangi tenaga kerja secara besar-besaran, sambil tetap merekrut secara selektif untuk posisi tertentu, khususnya yang berkaitan dengan AI, cloud, dan infrastruktur teknis tingkat tinggi.

Di atas kertas, langkah ini mungkin bisa dijelaskan sebagai “realokasi sumber daya”. Tapi di level tenaga kerja, realitasnya jauh lebih rumit. Bagi banyak pekerja, ini terasa seperti tanda bahwa pasar kerja teknologi sedang bergeser ke arah yang semakin kompetitif, lebih tidak pasti, dan lebih menuntut spesialisasi tertentu.

Karena itu, polemik Oracle ini pada akhirnya bukan hanya soal PHK atau H-1B semata. Isunya jauh lebih besar: siapa yang dipertahankan, siapa yang digantikan, dan seperti apa wajah tenaga kerja industri teknologi ke depan.

Hingga saat ini Oracle belum memberikan tanggapan rinci yang secara langsung menjawab kritik terkait waktu pengajuan H-1B di tengah gelombang PHK tersebut.

Namun satu hal yang sudah jelas: di tengah tekanan efisiensi dan perlombaan membangun bisnis AI, keputusan perusahaan teknologi besar kini tidak lagi hanya dinilai dari laporan keuangan atau strategi produk, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan tenaga kerja mereka sendiri.

Dan ketika dua isu sensitif seperti PHK massal dan visa kerja asing muncul dalam waktu yang hampir bersamaan, reaksi keras dari publik nyaris tidak terhindarkan.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsung Galaxy S26 series

    Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Resmi Dibuka di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Setelah sukses diperkenalkan secara global di San Francisco, Samsung melalui Samsung Indonesia resmi membuka masa pre-order untuk lini flagship terbarunya: Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Per hari ini, Kamis (26/2/2026), konsumen di Indonesia sudah dapat melakukan pemesanan melalui situs resmi Samsung Indonesia, berbagai platform e-commerce, hingga jaringan ritel […]

  • Ilustrasi Perusahaan Spyware

    Sadap Puluhan Pejabat, Bos Perusahaan Spyware Dijatuhi Vonis 126 Tahun Penjara

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Teknoloji, Athena – Pengadilan di Athena, Yunani, pada Kamis waktu setempat menyatakan pendiri perusahaan spyware pengawasan digital Intellexa dan tiga orang lainnya bersalah atas pelanggaran data pribadi pada periode 2020-2021. Putusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam skandal penyadapan yang mengguncang politik Yunani sejak 2022. Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/2/2026), kasus ini mencuat setelah jurnalis keuangan […]

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • Xbox Amazon TV

    Main Game Xbox Bisa Langsung di Smart TV

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Teknoloji, Washington – Kabar gembira buat kamu yang pengen main game AAA tapi dompet masih “teriak” kalau harus beli konsol mahal. Xbox baru saja membuat terobosan asik dengan membawa layanan cloud gaming mereka langsung ke perangkat Amazon Fire TV. Mulai minggu ini, aplikasi Xbox sudah tersedia di beberapa jajaran TV pintar dan perangkat streaming Amazon. […]

  • iPhone Fold

    Apple Tetap Bakal Luncurkan iPhone Fold di Bulan September

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone Fold kembali panas. Setelah sempat muncul kabar bahwa ponsel lipat pertama Apple itu mengalami masalah dalam tahap pengembangan dan berpotensi mundur dari jadwal rilis, bocoran terbaru justru menyebut sebaliknya. Berdasarkan laporan dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang dikutip Teknoloji, Kamis (9/4/2026),  proyek iPhone Fold masih berjalan sesuai rencana. […]

  • Oppo Find X9 Teaser

    Bocoran Oppo Find X9 Series Muncul, Kamera dan Layar Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Oppo bersiap merilis lini flagship terbarunya pada 21 April mendatang. Dua model yang paling banyak disorot adalah Oppo Find X9 Ultra dan Oppo Find X9s Pro, dengan model Ultra disebut juga akan langsung meluncur ke pasar global pada hari yang sama. Menjelang peluncurannya, bocoran spesifikasi kedua perangkat ini mulai bermunculan dan memberi […]

expand_less