Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Technology » Meta Resmi Gunakan Foto Pengguna Facebook dan Instagram untuk Latih Model AI Terbaru

Meta Resmi Gunakan Foto Pengguna Facebook dan Instagram untuk Latih Model AI Terbaru

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Bagi para pengguna Instagram dan Facebook, setiap foto liburan, potret estetik, hingga unggahan keseharian yang dibagikan ke media sosial ternyata punya fungsi baru. Bukan lagi sekadar untuk mendulang likes, konten-konten tersebut kini resmi menjadi “bahan bakar” mentah untuk melatih kecerdasan buatan (AI) milik Meta.

Meta mengumumkan pembaruan kebijakan privasi yang menyatakan bahwa perusahaan akan mulai menggunakan unggahan publik berupa foto, teks, dan video dari miliaran penggunanya untuk melatih model AI generatif mereka. Kebijakan ini memicu gelombang protes dari para aktivis privasi digital global yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelanggaran hak privasi skala massal.

Hanya Konten Publik, Tapi Cara ‘Opt-Out’ Sengaja Dibuat Rumit

Meta menegaskan bahwa kebijakan ini hanya berlaku untuk unggahan yang disetel secara publik (public posts). Pesan pribadi (private messages/DMs) serta foto yang dibagikan dalam akun yang dikunci (private account) diklaim tetap aman dan tidak akan disentuh oleh radar AI mereka.

Namun, yang menuai kritik tajam adalah pendekatan Meta yang menggunakan sistem opt-out bukan opt-in. Artinya, secara otomatis semua akun publik dianggap “setuju” untuk menyumbangkan data mereka ke dalam pusat pelatihan AI Meta, kecuali si pengguna mengajukan keberatan secara manual.

Parahnya lagi, proses untuk menolak (opt-out) atau mengajukan keberatan sengaja disembunyikan di balik menu pengaturan yang berlapis-lapis di dalam aplikasi. Pengguna harus mengisi formulir khusus, memberikan alasan mengapa mereka keberatan datanya dipakai, dan memasukkan kode verifikasi yang dikirim ke email—sebuah taktik desain antarmuka (dark patterns) yang dinilai sengaja dibuat rumit agar pengguna menyerah di tengah jalan.

Netizen Indonesia dan Ketimpangan Regulasi Privasi Data

Langkah agresif Meta ini menjadi topik hangat yang sangat krusial bagi netizen di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Instagram dan Facebook di dunia, dengan ratusan juta pengguna aktif yang sangat gemar membagikan konten visual setiap harinya. Celakanya, mayoritas pengguna di tanah air tidak menyadari perubahan kebijakan privasi ini karena jarang membaca lembar syarat dan ketentuan (terms and services) yang panjang.

Menariknya, di wilayah Uni Eropa (EU) yang dilindungi oleh regulasi ketat GDPR, Meta terpaksa menunda kebijakan ini karena mendapat penolakan keras dari otoritas perlindungan data setempat. Sementara di Indonesia, meskipun sudah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), implementasi dan pengawasan terhadap raksasa teknologi asing yang memanfaatkan data publik untuk pelatihan mesin (machine learning) masih menghadapi tantangan besar di lapangan. Hal ini memicu ketimpangan, di mana data pengguna di negara berkembang menjadi komoditas gratis untuk melatih AI, sementara pengguna di negara maju mendapatkan proteksi hukum yang lebih kuat.

Apa Kata Pihak Meta?

Menanggapi kekhawatiran global ini, Chief Product Officer Meta, Chris Cox, memberikan pembelaan bahwa kualitas AI yang baik tidak bisa lahir tanpa adanya data yang relevan secara kultural dan sosial dari dunia nyata.

“Untuk membangun model AI yang benar-benar memahami nuansa budaya, bahasa, dan konteks sosial di seluruh dunia, kami perlu melatihnya menggunakan konten yang mencerminkan komunitas tersebut. Kami berkomitmen untuk melakukan ini dengan cara yang menghormati privasi dan transparansi,” jelas Cox dalam sebuah pemaparan mengenai strategi kecerdasan buatan perusahaan yang dilansir APNews, Sabtu (11/7/2026).

Meskipun Meta berdalih demi inovasi teknologi, kenyataan bahwa foto-foto pribadi publik kini menjadi aset komersial korporasi multinasional menjadi pengingat penting bagi kita semua: di era digital, saat sebuah platform bisa diakses secara gratis, maka data dan konten kitalah yang menjadi produk sebenarnya.

 

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Axios hacker korea utara

    Geger Axios Kena Bajak: Hacker Korea Utara Incar Developer, Apa Dampaknya di Indonesia?

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Ekosistem open source baru saja menerima “alarm” keras. Salah satu library JavaScript paling populer di dunia, Axios, dilaporkan sempat disusupi kode berbahaya oleh peretas yang diduga berafiliasi dengan Korea Utara. Insiden ini bukan masalah sepele, karena Axios adalah “tulang punggung” bagi jutaan aplikasi untuk terhubung ke internet. Kenapa Ini Menakutkan? Bagi kamu […]

  • Samsung Galaxy S26 Ultra camera ok

    Samsung Galaxy S27 Ultra Baterainya Naik Kelas Jadi 5.800 mAh?

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Perbincangan hangat mengenai lini flagship masa depan Samsung mulai memanas. Kali ini, Samsung Galaxy Z Fold8 dan Flip8 bukan lagi satu-satunya yang mencuri perhatian; lini konvensional premium Samsung Galaxy S27 Ultra dilaporkan kembali masuk ke dalam pusaran rumor terkait komponen vitalnya, yaitu kapasitas daya tahan baterai. Laporan terbaru dari Gizmochina, yang mengutip […]

  • Redmi 17

    Baterai Badak Harga Merakyat, Redmi 17 Resmi Mendarat di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Teknoloji – Persaingan pasar ponsel pintar di kelas menengah ke bawah kembali memanas bulan ini. Xiaomi melalui sub-merek andalannya, Redmi, baru saja meluncurkan jagoan terbarunya yaitu Redmi 17 di pasar Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, gawai pintar ini membawa keunggulan ekstrem di sektor daya pikat utamanya, yakni kapasitas baterai raksasa yang sangat jarang ditemukan pada rentang harga […]

  • Selfix

    Dockcase Selfix: Casing iPhone 17 Pro dengan Layar AMOLED

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco -Biasanya, tugas utama casing HP itu sederhana: menjaga ponsel kesayangan dari goresan atau benturan saat jatuh. Tapi, Dockcase mencoba mendobrak standar itu lewat produk terbarunya, Selfix. Khusus untuk pengguna iPhone 17 Pro, casing ini bukan sekadar pelindung, tapi juga mengubah cara kamu mengambil foto. Selfix menyematkan layar fungsional di bagian belakang bodi, […]

  • Samsung Galaxy Ring 2

    Samsung Konfirmasi Kehadiran Galaxy Ring 2 dan Berpeluang Dukung iPhone!

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Persaingan di ranah teknologi pelacak kesehatan (health-wearable) tampaknya akan semakin memanas. Setelah sukses meluncurkan cincin pintar pertamanya pada tahun 2024 silam, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, akhirnya resmi memecah keheningan dengan mengonfirmasi bahwa generasi penerusnya, Galaxy Ring 2, kini sedang dalam tahap pengembangan aktif. Konfirmasi ini datang langsung dari Dr. Hon […]

  • Samsung Galaxy S26 series

    Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Resmi Dibuka di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Setelah sukses diperkenalkan secara global di San Francisco, Samsung melalui Samsung Indonesia resmi membuka masa pre-order untuk lini flagship terbarunya: Samsung Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Per hari ini, Kamis (26/2/2026), konsumen di Indonesia sudah dapat melakukan pemesanan melalui situs resmi Samsung Indonesia, berbagai platform e-commerce, hingga jaringan ritel […]

expand_less