Discord Tunda Peluncuran Verifikasi Usia Global Usia Dikritik Pengguna
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Discord (foto: Discrord)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, California – Platform komunitas digital Discord resmi menunda peluncuran sistem verifikasi usia secara global setelah menuai kebingungan dan kritik dari pengguna. Dalam pernyataan terbarunya melalui blog resmi, Discord mengakui bahwa mereka “kurang tepat” dalam menjelaskan rencana awal tersebut.
Peluncuran global yang semula direncanakan dalam waktu dekat kini diundur hingga paruh kedua 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran terkait penggunaan pemindaian wajah, verifikasi kartu identitas (ID), serta keterlibatan pihak ketiga dalam proses pengecekan usia.
Seperti dikutip Teknoloji dari BleepComputer, Jumat (27/2/2026), Discord menegaskan bahwa tujuan sistem ini bukan untuk mengumpulkan identitas pribadi pengguna, melainkan hanya memastikan apakah seseorang tergolong dewasa atau tidak.
Bagi pengguna yang perlu diverifikasi, prosesnya dilakukan melalui mitra pihak ketiga. Mitra tersebut hanya mengembalikan informasi berupa kategori usia, bukan data pribadi lengkap.
Langkah ini disebut berkaitan dengan meningkatnya regulasi keamanan digital di berbagai negara seperti Inggris, Australia, dan Brasil, yang kini mewajibkan platform online memverifikasi usia pengguna untuk mengakses konten tertentu. Tren regulasi serupa juga mulai terlihat di berbagai wilayah lain, termasuk Asia.
Apa yang Akan Diubah Discord?
Discord tidak membatalkan sistem verifikasi usia, tetapi akan memperbaiki pendekatannya sebelum peluncuran ulang. Beberapa perubahan yang dijanjikan di antaranya:
-
Menambahkan opsi metode verifikasi, termasuk verifikasi kartu kredit
-
Transparansi lebih besar dengan mempublikasikan daftar mitra verifikasi
-
Penjelasan lebih detail mengenai pengelolaan data
-
Pemrosesan estimasi usia berbasis wajah dilakukan sepenuhnya di perangkat (on-device), sehingga data biometrik tidak dikirim ke server eksternal
Discord juga memperkenalkan fitur “spoiler channel” untuk komunitas yang ingin membatasi diskusi sensitif tanpa harus menerapkan pembatasan usia ketat. Pihaknya menyatakan bahwa mayoritas pengguna kemungkinan besar tidak akan pernah diminta melakukan verifikasi, karena sistem ini hanya berlaku untuk ruang atau konten dengan pembatasan usia tertentu.
Antara Regulasi dan Privasi Digital
Meski ada klarifikasi, sebagian pengguna tetap skeptis. Saat fitur verifikasi wajah pertama kali diuji coba, prosesnya diketahui melibatkan mitra bernama Persona yang mengharuskan pengiriman scan wajah atau ID resmi.
Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah laporan tahun lalu yang menyebut adanya akses tidak sah oleh pihak ketiga terhadap data pengguna Discord, termasuk nama, email, sebagian informasi penagihan, dan beberapa gambar ID pemerintah. Isu ini mempertegas sensitivitas publik terhadap pengelolaan data biometrik.
Fenomena ini mencerminkan dilema global: bagaimana melindungi anak di bawah umur di internet tanpa mengorbankan privasi pengguna secara luas.
Di satu sisi, pemerintah di berbagai negara menuntut platform bertanggung jawab atas akses konten sensitif. Di sisi lain, pengguna semakin kritis terhadap pengumpulan data biometrik dan keterlibatan vendor pihak ketiga.
Untuk saat ini, Discord akan tetap memenuhi kewajiban hukum di negara-negara yang sudah mewajibkan verifikasi usia, sambil menunda ekspansi global hingga sistem pengamanan tambahan siap diterapkan.
Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan digital dan privasi data semakin menjadi isu strategis di era media sosial dan komunitas online.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar