Lazada dan Nestlé Hadirkan Asisten AI LazzieChat di Indonesia
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

LazzieChat hasil kolaborasi Lazada dan Nestle (foto: Lazada Indonesia)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Jakarta – Pernahkah kamu merasa bingung saat memilih produk nutrisi di aplikasi belanja? Deskripsi yang panjang dan istilah medis yang rumit sering kali membuat kita ragu. Memahami dilema ini, Lazada kembali berkolaborasi dengan Nestlé dalam ajang Regional Super Brand Day 2026 yang digelar serentak pada 23 April di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, ada yang berbeda kali ini. Kolaborasi ini tidak hanya bicara soal diskon besar-besaran, melainkan soal integrasi teknologi masa depan. Lazada mulai menerjunkan asisten belanja berbasis AI miliknya, LazzieChat, langsung ke dalam toko resmi Nestlé tertentu untuk mendampingi konsumen secara real-time.
AI yang Tak Lagi “Malu-Malu” di Belakang Layar
Selama ini, kita mengenal AI di e-commerce hanya bekerja dalam sunyi, yakni mengatur rekomendasi produk di beranda atau menentukan iklan yang pas. Lewat fitur LazzieChat, AI kini hadir di garda terdepan. Konsumen bisa berinteraksi langsung, bertanya soal detail produk, hingga meminta saran pilihan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan.
“Kami menggabungkan produk tepercaya dengan pengalaman brand yang imersif berkat kapabilitas AI untuk menghadirkan perjalanan belanja yang lebih interaktif dan intuitif,” ujar Amelia Tediarjo, Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Kamis (23/4/2026).
Fakta Menarik: Tren “Conversational Commerce” di Indonesia
Langkah Lazada ini sangat relevan dengan perilaku konsumen digital di Tanah Air yang semakin unik. Apa saja sih?
-
Budaya Tanya-Tanya: Orang Indonesia dikenal sangat gemar berinteraksi sebelum membeli (budaya chat seller). Kehadiran LazzieChat otomatis mempercepat proses ini tanpa harus menunggu balasan admin toko yang terkadang lambat di jam-jam sibuk.
-
Keamanan Informasi Nutrisi: Menurut data e-Conomy SEA, kategori kebutuhan ibu dan anak adalah salah satu segmen dengan pertumbuhan tertinggi. Namun, konsumen di segmen ini sangat kritis terhadap akurasi. Penggunaan AI diharapkan mampu menyaring informasi produk yang kompleks menjadi jawaban yang lebih mudah dicerna.
-
Efisiensi Pengambilan Keputusan: Dengan bantuan AI yang terintegrasi, bounce rate (pengguna yang keluar dari aplikasi untuk mencari info di Google) dapat ditekan. Segala jawaban yang dibutuhkan tersedia langsung di halaman produk.
Meski terasa sangat canggih, tantangan terbesar bagi LazzieChat adalah akurasi. Terutama pada produk sensitif seperti nutrisi anak, setiap jawaban AI harus didasarkan pada data medis dan spesifikasi produk yang valid. Konsumen tidak hanya butuh pengalaman belanja yang “keren”, tapi informasi yang jujur dan tidak menyesatkan.
Lazada mengeklaim bahwa LazzieChat dirancang agar terasa personal. Namun, bagi publik, transparansi mengenai sejauh mana AI ini bisa memberikan saran medis (jika ada) dan bagaimana data pengguna dikelola tetap menjadi poin yang harus diawasi.
Masa Depan E-Commerce: Bukan Sekadar Perang Harga
Hadirnya teknologi AI dalam kampanye Super Brand Day ini memberi sinyal bahwa persaingan e-commerce di Indonesia telah bergeser. Jika dulu kita hanya berebut gratis ongkir dan voucher potongan harga, kini platform mulai berlomba memberikan “kemudahan berpikir” bagi penggunanya.
Jika model ini sukses di kategori nutrisi, jangan kaget jika ke depannya kamu akan ditemani asisten AI saat memilih skincare yang cocok untuk jenis kulit kamu, atau saat mencari spesifikasi laptop yang pas untuk kebutuhan desain grafis.
Kolaborasi Lazada dan Nestlé ini adalah pembuka jalan bagi era baru belanja digital: era di mana aplikasi tidak hanya menjadi katalog, tapi juga asisten pribadi yang pintar. Sudahkah kamu mencoba mengobrol dengan Lazzie hari ini?
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar