Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Studi: Banyak Orang Tak Mampu Membedakan Wajah AI dan Manusia

Studi: Banyak Orang Tak Mampu Membedakan Wajah AI dan Manusia

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, New South Wales – Kamu yakin bisa mengenali wajah hasil kecerdasan buatan (AI)? Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa keyakinan tersebut mungkin berlebihan.

Ya, penelitian yang dilakukan oleh University of New South Wales (UNSW) dan Australian National University (ANU) menemukan bahwa sebagian besar orang kesulitan membedakan wajah manusia asli dengan wajah yang dihasilkan AI, meskipun mereka yakin mampu melakukannya.

Dalam studi tersebut, 125 partisipan diuji untuk mengidentifikasi wajah asli dan wajah buatan AI. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata peserta hanya sedikit lebih baik dari tebak-tebakan acak.

Bahkan kelompok dengan kemampuan pengenalan wajah di atas rata-rata atau yang dikenal sebagai super-recognizers, hanya mencatat skor sedikit lebih tinggi. Mengenai temuan ini, Dr. James Dunn menjelaskan bahwa orang dengan kemampuan pengenalan wajah rata-rata hanya sedikit lebih baik dari peluang acak.

“Kami melihat bahwa orang dengan kemampuan pengenalan wajah rata-rata hanya sedikit lebih baik dari peluang acak. Bahkan super-recognizers hanya unggul tipis. Yang konsisten adalah tingkat kepercayaan diri peserta yang tinggi, meskipun tidak sejalan dengan performa mereka,” ujarnya seperti dikutip Teknoloji dari DigitalTrends, Jumat (20/2/2026).

AI Kini Menghasilkan Wajah yang Semakin Realistis

Harus diakui, perkembangan teknologi generatif membuat wajah buatan AI semakin sulit dikenali. Jika sebelumnya gambar AI mudah terdeteksi melalui kesalahan visual seperti gigi yang tidak simetris atau aksesori yang tidak konsisten, sistem generasi terbaru kini mampu menghasilkan wajah yang simetris, proporsional, dan tampak alami.

Kemajuan ini didorong oleh model generatif seperti GAN (Generative Adversarial Networks) dan diffusion models yang mampu mempelajari pola wajah manusia secara detail. Hasilnya, batas antara wajah asli dan sintetis semakin kabur, bahkan bagi pengamat berpengalaman.

Ketidakmampuan membedakan wajah AI memiliki implikasi serius di dunia nyata. Wajah sintetis kini banyak digunakan dalam profil media sosial palsu, penipuan daring, hingga identitas fiktif untuk manipulasi opini publik.

Kepercayaan Diri Tinggi, Akurasi Rendah

Salah satu temuan penting studi ini adalah kesenjangan antara kepercayaan diri dan kemampuan nyata. Banyak peserta yakin dapat mengenali wajah AI, tetapi hasil tes menunjukkan sebaliknya.

Fenomena ini berbahaya karena mendorong individu dan perusahaan mengandalkan intuisi semata dalam memverifikasi identitas digital. Penelitian tersebut menegaskan bahwa gut feeling tidak lagi cukup untuk membedakan wajah asli dari hasil AI.

Lebih lanjut, studi juga menunjukkan belum ada bukti kuat bahwa kemampuan ini dapat dilatih secara konsisten. Artinya, bahkan orang dengan kemampuan pengenalan wajah di atas rata-rata tetap rentan tertipu.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah mudah atau sulit membedakan wajah asli atau buatan AI?

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apple Siapkan Engsel 3D untuk iPhone Fold Printing demi Hilangkan Bekas Lipatan

    Apple Siapkan Engsel 3D untuk iPhone Fold Printing demi Hilangkan Bekas Lipatan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Rumor mengenai iPhone Fold kembali mencuat. Laporan terbaru dari China menyebut bahwa ponsel lipat pertama Apple itu kemungkinan akan dibekali engsel berbasis 3D printing untuk membantu meminimalkan bekas lipatan (crease) pada layar. Jika rumor yang dihembuskan salah satu akun Weibo ini benar, ini menjadi salah satu detail teknis paling penting sejauh ini […]

  • Tesla Starlink

    Tesla Siapkan Teknologi Internet Starlink di Atas Atap Mobil

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Teknoloji, Texas – Tesla tampaknya tengah menyiapkan solusi untuk salah satu mimpi buruk terbesar para pengemudi jarak jauh dan warga daerah terpencil: sinyal yang tiba-tiba hilang. Sebuah paten terbaru mengungkap bahwa perusahaan milik Elon Musk ini sedang memikirkan ulang desain atap mobil yang bukan sekadar soal estetika, tapi soal konektivitas. Alih-alih menggunakan material konvensional seperti […]

  • YouTube Watch Later

    Cara Menghapus Daftar “Watch Later” YouTube Secara Total dengan Aman

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sama halnya dengan fitur Bookmark di X (Twitter), tombol “Watch Later” YouTube sering kali jadi tempat penampungan digital favorit kita. Niat hati ingin menonton videonya nanti saat senggang, tapi realitanya? Video menumpuk sampai ratusan, bahkan ribuan, dan tidak pernah disentuh sama sekali. Jujur saja, saat daftar itu sudah mencapai angka ribuan, kita pasti sadar bahwa […]

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • NTT Data AWS

    NTT DATA dan AWS Berkolaborasi Dorong Adopsi Agentic AI di Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Teknoloji, Tokyo – NTT DATA dan Amazon Web Services (AWS) resmi menandatangani kerja sama strategis multi-tahun yang berfokus pada modernisasi sistem lama (legacy systems), adopsi agentic AI, serta percepatan inovasi lintas industri. Kolaborasi ini menyasar perusahaan besar yang ingin bertransformasi dari sekadar uji coba teknologi menuju penerapan AI berskala besar yang berdampak nyata pada bisnis. […]

  • poco-x8-pro-max-etc-kv

    Jelang Peluncuran Poco X8 Pro, Poco Sindir Samsung

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Teknoloji, India – Hari ini Samsung resmi memperkenalkan Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra. Namun peluncuran tersebut rupanya tidak luput dari perhatian kompetitor. Brand asal Tiongkok, Poco, langsung merespons dengan unggahan bernada sindiran di platform X, Rabu (25/2/2026). Sindiran tersebut menyasar kampanye Samsung yang menyebut lini terbarunya bukan lagi sekadar smartphone, melainkan “AI phone”. Poco […]

expand_less