Samsung Galaxy S26 Series Resmi Meluncur dengan Harga Lebih Mahal
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Samsung Galaxy S26 series (foto: Samsung)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, San Fransisco – Menjelang ajang Mobile World Congress (MWC), Samsung lebih dulu mencuri perhatian lewat gelaran Galaxy Unpacked di San Francisco. Dalam acara tersebut, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini memperkenalkan lini terbaru Galaxy S26 yang terdiri dari Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra.
Selain tiga smartphone flagship tersebut, Samsung juga mengumumkan Galaxy Buds 4 serta pembaruan fitur Galaxy AI yang semakin diperluas. Seluruh perangkat sudah dibuka untuk pre-order dan dijadwalkan mulai tersedia secara global pada 11 Maret.
Peluncuran ini mempertegas strategi Samsung yang konsisten menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai diferensiasi utama di segmen premium, di mana menjadi tren yang juga terlihat di industri global sepanjang 2025-2026.
Harga Naik, Spesifikasi Ikut Terkerek
Kabar yang mungkin kurang menyenangkan: Galaxy S26 dan S26+ mengalami kenaikan harga masing-masing US$ 100 dibanding generasi sebelumnya. Varian 256GB kini dibanderol mulai US$ 900 untuk S26 dan US$ 1.100 untuk S26+.
Kenaikan harga ini tidak lepas dari tekanan rantai pasok global, termasuk kelangkaan RAM yang masih berdampak pada industri semikonduktor. Sebagai catatan, menurut laporan industri chip global 2025, harga memori DRAM memang mengalami fluktuasi akibat tingginya permintaan AI server dan perangkat komputasi generatif.
Dari sisi desain, Samsung melakukan penyegaran dengan sudut yang lebih membulat agar selaras dengan tampilan S26 Ultra. Galaxy S26 kini hadir dengan layar 6,3 inci, sedikit lebih besar dari generasi sebelumnya, sementara S26+ tetap 6,7 inci dengan resolusi lebih tinggi. Kapasitas baterai S26 juga meningkat menjadi 4.300mAh.
Untuk pasar Amerika Utara, China, dan Jepang, Samsung menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm, alih-alih Exynos 2600.
Kamera Masih Sama, Tapi Lebih Pintar Berkat AI

Samsung Galaxy S3 Ultra (foto: Samsung)
Secara hardware, modul kamera S26 dan S26+ tidak berubah signifikan dibanding generasi sebelumnya. Namun Samsung menambahkan peningkatan software seperti:
-
ProScaler untuk image upscaling
-
Chip MDNIe untuk akurasi warna lebih presisi
-
Fitur stabilisasi video dengan horizon leveling
-
Object Aware Engine untuk pemrosesan tone kulit dan tekstur rambut lebih natural
Samsung juga memperluas kompatibilitas fitur AI seperti Now Brief dan Auto Eraser ke lebih banyak aplikasi.
Pendekatan ini sejalan dengan tren industri global, di mana peningkatan kamera kini lebih banyak bertumpu pada komputasi AI ketimbang sekadar megapiksel.
Galaxy S26 Ultra: Andalkan Privacy Display dan Kamera 200MP

Samsung S26 Ultra (foto: Samsung)
Galaxy S26 Ultra tetap menjadi varian paling premium dengan harga mulai USD 1.300, tanpa kenaikan dari generasi sebelumnya.
Smartphone ini mengusung layar AMOLED 6,9 inci beresolusi QHD+ (3120 x 1440) dengan refresh rate 120Hz. Namun fitur paling menarik adalah Privacy Display, yang diklaim sebagai teknologi pertama di kelasnya.
Fitur ini membatasi sudut pandang layar agar tidak mudah dilihat orang lain dari samping yang tentunya relevan bagi pengguna yang sering membuka aplikasi perbankan atau dokumen sensitif di ruang publik. Pengguna bisa mengatur Privacy Display aktif otomatis saat memasukkan PIN, membuka aplikasi tertentu, atau menerima notifikasi.
Dalam konteks Indonesia, fitur ini relevan mengingat tingginya penggunaan mobile banking dan dompet digital. Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi digital banking nasional terus tumbuh dua digit setiap tahun, didorong penetrasi smartphone yang kini sudah melampaui 70% populasi.
Spesifikasi Galaxy S26 Ultra
S26 Ultra ditenagai chipset yang sama dengan varian lainnya, dengan opsi RAM 12GB atau 16GB dan penyimpanan hingga 1TB. Kapasitas baterainya mencapai 5.000mAh dan mendukung Super Fast Charging 3.0.
Untuk kamera, konfigurasi yang diusung meliputi:
-
200MP wide (aperture lebih besar dari generasi sebelumnya)
-
50MP ultrawide
-
10MP 3x telephoto
-
50MP 5x telephoto
-
Kamera selfie serupa dengan S26 dan S26+
Walau resolusi sama seperti S25 Ultra, aperture lebih lebar memungkinkan tangkapan cahaya lebih optimal, terutama untuk kondisi low light.
Namun satu catatan: Samsung masih belum menyematkan magnet Qi2 bawaan untuk wireless charging, sesuatu yang mulai diadopsi luas pada 2026.
Galaxy AI Semakin Agresif, Gandeng Perplexity dan Gemini

Samsung Galaxy S26 Ultra (foto: Samsung)
Samsung juga mengonfirmasi integrasi agen AI Perplexity ke dalam Galaxy AI. Perangkat S26 dapat merespons perintah suara “Hey Plex”, dan fitur Perplexity juga terintegrasi dalam Samsung Browser.
Selain itu, Samsung memperbarui asisten virtual Bixby agar lebih percakapan dan kontekstual.
Di sisi lain, Google turut mengumumkan fitur baru untuk aplikasi Gemini di Android. Dalam versi beta, pengguna dapat menyerahkan tugas multi-langkah, seperti memesan transportasi atau menyusun daftar belanja kepada AI.
Langkah ini memperlihatkan arah industri menuju agentic AI di perangkat mobile, yakni AI yang tidak hanya memberi jawaban, tetapi juga mengeksekusi tindakan.
Peluncuran Galaxy S26 series terjadi di tengah pertumbuhan pesat pasar smartphone premium Indonesia. Berdasarkan laporan riset industri 2025, segmen ponsel di atas Rp10 juta mengalami pertumbuhan stabil, didorong kelas menengah urban dan meningkatnya kebutuhan produktivitas mobile.
Di sisi lain, penetrasi AI di perangkat konsumen semakin cepat. Fitur generative AI di smartphone mulai menjadi pertimbangan utama pembelian, bukan sekadar kamera atau desain.
Dengan kombinasi:
-
Kamera 200MP berbasis AI
-
Privacy Display untuk keamanan
-
Integrasi Perplexity dan Gemini
-
Ekosistem Galaxy AI yang makin matang
Samsung tampaknya ingin mempertahankan dominasinya di segmen flagship Android global.
Apakah kenaikan harga akan memengaruhi minat pasar? Itu akan sangat bergantung pada daya beli dan strategi bundling operator di masing-masing negara, termasuk Indonesia.
Yang jelas, Galaxy S26 series menegaskan satu hal: masa depan smartphone kini bukan lagi soal spesifikasi mentah, melainkan kecerdasan buatan yang tertanam di dalamnya.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar