Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Apps » Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui Gemini, yang kini mampu membuat trek musik berdurasi 30 detik hanya dari deskripsi teks (prompt). Fitur ini ditenagai oleh Lyria 3, model generatif musik terbaru dari Google DeepMind, dan mulai dirilis dalam versi beta di aplikasi Gemini.

Peluncuran awal mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Meski belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, fitur ini berpotensi menarik bagi kreator lokal yang selama ini aktif memanfaatkan AI untuk produksi konten digital.

Untuk menciptakan trek musik dari fitur ini pengguna cukup menuliskan ide, suasana, genre, atau bahkan kenangan tertentu untuk menghasilkan lagu instrumental atau lengkap dengan lirik. Gemini juga memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video sebagai inspirasi visual. Sampul lagu otomatis dibuat menggunakan teknologi Nano Banana, sehingga hasil akhir siap dibagikan ke media sosial.

Google menegaskan bahwa tujuan fitur ini bukan menciptakan karya musik profesional, melainkan memberi cara baru yang menyenangkan untuk berekspresi. Pengguna dapat membuat lagu berdasarkan suasana hati, lelucon internal, atau momen spesial yang ingin diabadikan dalam bentuk audio.

Menariknya, lirik lagu akan dihasilkan otomatis tanpa perlu ditulis manual, menjadikan proses kreasi semakin cepat dan inklusif, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.

Fitur pembuatan musik ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra mendapatkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis.

Model monetisasi ini mencerminkan tren layanan AI generatif yang mulai mengadopsi skema berlangganan, seiring meningkatnya biaya komputasi dan permintaan pengguna global.

Keamanan dan Hak Cipta dengan SynthID

Setiap trek musik yang dihasilkan Gemini disematkan SynthID, watermark digital tak kasatmata dari Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Teknologi ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus membantu mengurangi penyalahgunaan konten.

Google juga menegaskan bahwa fitur ini ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan meniru musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, sistem hanya akan mengambil inspirasi gaya secara umum, bukan menyalin karya yang sudah ada. Selain itu, tersedia mekanisme pelaporan jika konten dianggap melanggar hak cipta.

Relevansi bagi Ekosistem Kreator di Indonesia

Kemunculan AI pembuat musik seperti Gemini berpotensi mengubah lanskap industri kreatif digital di Indonesia. Menurut laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BPS, subsektor musik dan konten digital merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari Rp1.000 triliun terhadap PDB nasional pada 2023.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet (APJII 2024), dengan media sosial menjadi platform utama distribusi konten. Fitur pembuatan musik instan dapat membuka peluang baru bagi kreator, UMKM, hingga pelaku pemasaran digital untuk menghasilkan konten audio dengan cepat dan biaya minimal.

Namun, adopsi AI generatif juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait hak cipta, etika penggunaan, dan perlindungan karya kreatif manusia. Regulasi dan literasi digital menjadi kunci agar teknologi ini dimanfaatkan secara produktif tanpa merugikan pelaku industri kreatif.

Teknologi seperti Lyria 3 menunjukkan bagaimana AI semakin mendemokratisasi produksi musik. Jika sebelumnya pembuatan lagu membutuhkan perangkat mahal dan keahlian khusus, kini siapa pun dapat menghasilkan komposisi sederhana dalam hitungan detik.

Meski durasinya singkat dan ditujukan untuk hiburan, dampaknya terhadap ekosistem kreator digital bisa signifikan. Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi ini berjalan seiring dengan perlindungan hak cipta, etika penggunaan, dan keberlanjutan industri kreatif.

Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki populasi muda besar dan budaya kreatif yang kuat teknologi ini berpotensi mempercepat lahirnya format konten baru, mulai dari musik pendek untuk video pendek hingga identitas audio untuk brand lokal.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Google Gemini Chrome

    Google Gemini Resmi Hadir di Sidebar Chrome Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Kabar gembira bagi para “penjelajah” dunia maya di Tanah Air. Google secara resmi memperluas ketersediaan asisten cerdasnya, Gemini, ke dalam peramban (browser) Chrome di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari gelombang perluasan kedua di kawasan Asia Pasifik, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara teknologi maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Kini, […]

  • Gedung Indosat

    Kinerja Indosat 2025 Tumbuh Positif Sampai Dobel Digit!

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IDX: ISAT) mengawali 2026 dengan momentum yang solid setelah menutup kuartal terakhir 2025 dengan kinerja keuangan yang menguat. Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar 9% (quarter-on-quarter) menjadi Rp15,36 triliun. Tak hanya pendapatan, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk […]

  • iQOO Z11 5G ok

    Bawa Baterai ‘Monster’ 9,020 mAh, iQOO Z11 5G Siap Masuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Bagi masyarakat urban Indonesia, ketergantungan pada powerbank atau sibuk mencari colokan di kafe sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Fenomena “anxiety baterai lemah” ini tampaknya ditangkap dengan sangat baik oleh iQOO. Brand yang populer dengan performa kencangnya ini baru saja menggebrak pasar global lewat peluncuran iQOO Z11 5G. Bukan sekadar peningkatan minor, […]

  • iPhone 18 Pro ok

    iPhone 18 Bakal Punya RAM 12GB Setara Versi Pro?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Bagi kamu yang sering merasa “dianakemaskan” oleh Apple karena memilih model standar ketimbang varian Pro, ada kabar segar yang patut disimak. Raksasa teknologi asal Cupertino ini dikabarkan bakal meruntuhkan tembok pemisah spesifikasi memori pada lini smartphone masa depannya. Menurut analis Dan Nystedt, sebagaimana dilansir dari MacRumors pada Jumat (24/4/2026), Apple berencana menyematkan […]

  • Windows 11 logo

    Personalisasi Windows 11 Kini Lebih Mudah dengan Themes Terbaru

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Washington – Kabar baik bagi pengguna Windows 11 yang gemar mengutak-atik tampilan desktop. Microsoft baru saja memperkenalkan bagian khusus Themes di dalam Microsoft Store. Lewat fitur ini, pengguna bisa menemukan ratusan tema pilihan, mulai dari wallpaper, skema warna, hingga elemen visual lainnya yang bisa diunduh dan dipasang hanya dengan satu klik. Kehadiran menu ini bertujuan […]

  • Galaxy Buds 4 dan Galaxy S26

    Samsung Galaxy Buds 4 Series Resmi Meluncur Bareng Galaxy S26 Series

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Bersamaan dengan peluncuran Galaxy S26 Series, Samsung juga memperkenalkan generasi terbaru true wireless stereo (TWS), yakni Samsung Galaxy Buds 4 dan Galaxy Buds 4 Pro. Menariknya, sebelum merancang produk ini Samsung mengaku melakukan survei internal terhadap penggunanya. Hasilnya, sebanyak 58% responden menggunakan earbuds setiap hari, dan mayoritas menempatkan kualitas suara sebagai […]

expand_less