Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Apps » Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui Gemini, yang kini mampu membuat trek musik berdurasi 30 detik hanya dari deskripsi teks (prompt). Fitur ini ditenagai oleh Lyria 3, model generatif musik terbaru dari Google DeepMind, dan mulai dirilis dalam versi beta di aplikasi Gemini.

Peluncuran awal mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Meski belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, fitur ini berpotensi menarik bagi kreator lokal yang selama ini aktif memanfaatkan AI untuk produksi konten digital.

Untuk menciptakan trek musik dari fitur ini pengguna cukup menuliskan ide, suasana, genre, atau bahkan kenangan tertentu untuk menghasilkan lagu instrumental atau lengkap dengan lirik. Gemini juga memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video sebagai inspirasi visual. Sampul lagu otomatis dibuat menggunakan teknologi Nano Banana, sehingga hasil akhir siap dibagikan ke media sosial.

Google menegaskan bahwa tujuan fitur ini bukan menciptakan karya musik profesional, melainkan memberi cara baru yang menyenangkan untuk berekspresi. Pengguna dapat membuat lagu berdasarkan suasana hati, lelucon internal, atau momen spesial yang ingin diabadikan dalam bentuk audio.

Menariknya, lirik lagu akan dihasilkan otomatis tanpa perlu ditulis manual, menjadikan proses kreasi semakin cepat dan inklusif, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.

Fitur pembuatan musik ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra mendapatkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis.

Model monetisasi ini mencerminkan tren layanan AI generatif yang mulai mengadopsi skema berlangganan, seiring meningkatnya biaya komputasi dan permintaan pengguna global.

Keamanan dan Hak Cipta dengan SynthID

Setiap trek musik yang dihasilkan Gemini disematkan SynthID, watermark digital tak kasatmata dari Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Teknologi ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus membantu mengurangi penyalahgunaan konten.

Google juga menegaskan bahwa fitur ini ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan meniru musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, sistem hanya akan mengambil inspirasi gaya secara umum, bukan menyalin karya yang sudah ada. Selain itu, tersedia mekanisme pelaporan jika konten dianggap melanggar hak cipta.

Relevansi bagi Ekosistem Kreator di Indonesia

Kemunculan AI pembuat musik seperti Gemini berpotensi mengubah lanskap industri kreatif digital di Indonesia. Menurut laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BPS, subsektor musik dan konten digital merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari Rp1.000 triliun terhadap PDB nasional pada 2023.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet (APJII 2024), dengan media sosial menjadi platform utama distribusi konten. Fitur pembuatan musik instan dapat membuka peluang baru bagi kreator, UMKM, hingga pelaku pemasaran digital untuk menghasilkan konten audio dengan cepat dan biaya minimal.

Namun, adopsi AI generatif juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait hak cipta, etika penggunaan, dan perlindungan karya kreatif manusia. Regulasi dan literasi digital menjadi kunci agar teknologi ini dimanfaatkan secara produktif tanpa merugikan pelaku industri kreatif.

Teknologi seperti Lyria 3 menunjukkan bagaimana AI semakin mendemokratisasi produksi musik. Jika sebelumnya pembuatan lagu membutuhkan perangkat mahal dan keahlian khusus, kini siapa pun dapat menghasilkan komposisi sederhana dalam hitungan detik.

Meski durasinya singkat dan ditujukan untuk hiburan, dampaknya terhadap ekosistem kreator digital bisa signifikan. Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi ini berjalan seiring dengan perlindungan hak cipta, etika penggunaan, dan keberlanjutan industri kreatif.

Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki populasi muda besar dan budaya kreatif yang kuat teknologi ini berpotensi mempercepat lahirnya format konten baru, mulai dari musik pendek untuk video pendek hingga identitas audio untuk brand lokal.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • iQOO Z11 5G ok

    Bawa Baterai ‘Monster’ 9,020 mAh, iQOO Z11 5G Siap Masuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Bagi masyarakat urban Indonesia, ketergantungan pada powerbank atau sibuk mencari colokan di kafe sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Fenomena “anxiety baterai lemah” ini tampaknya ditangkap dengan sangat baik oleh iQOO. Brand yang populer dengan performa kencangnya ini baru saja menggebrak pasar global lewat peluncuran iQOO Z11 5G. Bukan sekadar peningkatan minor, […]

  • Indosat Scam Spam

    Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam dalam 6 Bulan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diklaim telah mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, SMS, dan tautan berisiko yang terindikasi spam maupun penipuan. Teknologi ini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla melalui platform Wisely AI, dengan tujuan melindungi seluruh pelanggan dari […]

  • Music streaming

    Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!” Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah […]

  • iOS 27 update iPhone

    iOS 27 Bikin iPhone Bisa Pilih AI Selain ChatGPT

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Apple nampaknya mulai melunak dengan kebijakan “taman tertutup” yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sedang menyiapkan perubahan fundamental untuk Apple Intelligence pada iOS 27. Jika selama ini ChatGPT menjadi pemain tunggal yang terintegrasi secara mendalam, nantinya pengguna iPhone diprediksi bisa memilih model AI favorit […]

  • Lazada Nestle AI LazzieCHat

    Lazada dan Nestlé Hadirkan Asisten AI LazzieChat di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Pernahkah kamu merasa bingung saat memilih produk nutrisi di aplikasi belanja? Deskripsi yang panjang dan istilah medis yang rumit sering kali membuat kita ragu. Memahami dilema ini, Lazada kembali berkolaborasi dengan Nestlé dalam ajang Regional Super Brand Day 2026 yang digelar serentak pada 23 April di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. […]

  • DJI Drone

    Penjualan Drone Dilarang, DJI Langsung Babak Belur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Teknoloji, Washington – Kabar burung yang selama ini beredar akhirnya kejadian juga. Pemerintah Amerika Serikat resmi mengetok palu larangan terhadap drone buatan luar negeri. Tapi tunggu dulu, ini bukan serangan khusus ke satu merek saja. Aturan baru ini ternyata menyapu rata semua drone dan komponen buatan asing. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri kalau DJI, sebagai […]

expand_less