Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Apps » Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

Pengguna Gemini Bisa Bikin Musik dari Teks Lewat Lyria 3

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Google kembali memperluas kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui Gemini, yang kini mampu membuat trek musik berdurasi 30 detik hanya dari deskripsi teks (prompt). Fitur ini ditenagai oleh Lyria 3, model generatif musik terbaru dari Google DeepMind, dan mulai dirilis dalam versi beta di aplikasi Gemini.

Peluncuran awal mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Meski belum tersedia dalam Bahasa Indonesia, fitur ini berpotensi menarik bagi kreator lokal yang selama ini aktif memanfaatkan AI untuk produksi konten digital.

Untuk menciptakan trek musik dari fitur ini pengguna cukup menuliskan ide, suasana, genre, atau bahkan kenangan tertentu untuk menghasilkan lagu instrumental atau lengkap dengan lirik. Gemini juga memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video sebagai inspirasi visual. Sampul lagu otomatis dibuat menggunakan teknologi Nano Banana, sehingga hasil akhir siap dibagikan ke media sosial.

Google menegaskan bahwa tujuan fitur ini bukan menciptakan karya musik profesional, melainkan memberi cara baru yang menyenangkan untuk berekspresi. Pengguna dapat membuat lagu berdasarkan suasana hati, lelucon internal, atau momen spesial yang ingin diabadikan dalam bentuk audio.

Menariknya, lirik lagu akan dihasilkan otomatis tanpa perlu ditulis manual, menjadikan proses kreasi semakin cepat dan inklusif, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang musik.

Fitur pembuatan musik ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. Namun, pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra mendapatkan batas penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan pengguna gratis.

Model monetisasi ini mencerminkan tren layanan AI generatif yang mulai mengadopsi skema berlangganan, seiring meningkatnya biaya komputasi dan permintaan pengguna global.

Keamanan dan Hak Cipta dengan SynthID

Setiap trek musik yang dihasilkan Gemini disematkan SynthID, watermark digital tak kasatmata dari Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Teknologi ini dirancang untuk menjaga transparansi sekaligus membantu mengurangi penyalahgunaan konten.

Google juga menegaskan bahwa fitur ini ditujukan untuk ekspresi orisinal, bukan meniru musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, sistem hanya akan mengambil inspirasi gaya secara umum, bukan menyalin karya yang sudah ada. Selain itu, tersedia mekanisme pelaporan jika konten dianggap melanggar hak cipta.

Relevansi bagi Ekosistem Kreator di Indonesia

Kemunculan AI pembuat musik seperti Gemini berpotensi mengubah lanskap industri kreatif digital di Indonesia. Menurut laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan BPS, subsektor musik dan konten digital merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari Rp1.000 triliun terhadap PDB nasional pada 2023.

Di sisi lain, Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet (APJII 2024), dengan media sosial menjadi platform utama distribusi konten. Fitur pembuatan musik instan dapat membuka peluang baru bagi kreator, UMKM, hingga pelaku pemasaran digital untuk menghasilkan konten audio dengan cepat dan biaya minimal.

Namun, adopsi AI generatif juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait hak cipta, etika penggunaan, dan perlindungan karya kreatif manusia. Regulasi dan literasi digital menjadi kunci agar teknologi ini dimanfaatkan secara produktif tanpa merugikan pelaku industri kreatif.

Teknologi seperti Lyria 3 menunjukkan bagaimana AI semakin mendemokratisasi produksi musik. Jika sebelumnya pembuatan lagu membutuhkan perangkat mahal dan keahlian khusus, kini siapa pun dapat menghasilkan komposisi sederhana dalam hitungan detik.

Meski durasinya singkat dan ditujukan untuk hiburan, dampaknya terhadap ekosistem kreator digital bisa signifikan. Tantangan ke depan adalah memastikan inovasi ini berjalan seiring dengan perlindungan hak cipta, etika penggunaan, dan keberlanjutan industri kreatif.

Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki populasi muda besar dan budaya kreatif yang kuat teknologi ini berpotensi mempercepat lahirnya format konten baru, mulai dari musik pendek untuk video pendek hingga identitas audio untuk brand lokal.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • John Ternus CEO Apple

    John Ternus Resmi Gantikan Tim Cook Sebagai CEO Apple

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Teknoloji, California –  Sebuah era baru baru saja dimulai di Cupertino. Setelah hampir 15 tahun menakhodai Apple melalui transformasi raksasa, Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi CEO. Posisi puncak perusahaan paling bernilai di dunia ini akan diserahkan kepada John Ternus, veteran divisi hardware engineering, mulai 1 September 2026. Lalu, ke mana Tim Cook? […]

  • iPhone fold video

    Video Render iPhone Fold Bikin Geger!

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Minggu lalu, jagat maya sempat ramai dengan bocoran gambar CAD yang diduga kuat sebagai iPhone Fold alias iPhone lipat pertama dari Apple. Belum reda kehebohannya, hari ini muncul sebuah video yang memperlihatkan perangkat tersebut dari berbagai sudut yang lebih detail. Keren? Pasti. Tapi pertanyaannya: Apakah ini asli? Sebelum kamu terlalu bersemangat, […]

  • Honor Win Series lead

    Honor Win Series Siap Debut dengan Baterai Jumbo

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Shenzhen – Honor akhirnya buka suara. Setelah sempat menjadi kasak-kusuk, pabrikan asal China ini resmi mengonfirmasi kehadiran lini smartphone terbarunya, Honor Win Series. Meskipun tanggal pastinya masih dirahasiakan, Honor memastikan seri anyar ini akan meluncur di pasar China akhir bulan ini. Dari bocoran yang beredar, posisi seri Win ini sangat jelas: perangkat ini diciptakan untuk […]

  • Wajah AI

    Studi: Banyak Orang Tak Mampu Membedakan Wajah AI dan Manusia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Teknoloji, New South Wales – Kamu yakin bisa mengenali wajah hasil kecerdasan buatan (AI)? Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa keyakinan tersebut mungkin berlebihan. Ya, penelitian yang dilakukan oleh University of New South Wales (UNSW) dan Australian National University (ANU) menemukan bahwa sebagian besar orang kesulitan membedakan wajah manusia asli dengan wajah yang dihasilkan AI, meskipun […]

  • xiaomi-yu7-ok

    Xiaomi YU7 Standard Meluncur, SUV Listrik Murah Penantang Tesla Model Y

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Teknoloji, Beijing – Xiaomi kembali membuat panas persaingan mobil listrik di China. Setelah sukses mencuri perhatian lewat sedan listrik SU7 dan SUV YU7, perusahaan teknologi asal Beijing itu kini memperkenalkan Xiaomi YU7 Standard Edition, varian baru dengan harga lebih agresif untuk menantang Tesla Model Y. Langkah ini menarik karena Xiaomi tidak hanya bermain di desain […]

expand_less