Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Geek » Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

  • account_circle Fajar Surya
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Washington – Wacana pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa kembali mencuri perhatian setelah laporan eksklusif Reuters mengungkap rencana penggabungan SpaceX dan xAI, dua perusahaan milik Elon Musk. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mempercepat ambisi Musk membangun data center berbasis satelit untuk mendukung pengembangan AI, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan global melawan raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan OpenAI.

Rencana tersebut bukan sekadar eksperimen futuristik. Di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi AI dan biaya operasional data center di Bumi yang kian mahal, luar angkasa mulai dilirik sebagai alternatif jangka panjang.

Apa Itu Data Center AI Berbasis Luar Angkasa?

Data center AI berbasis luar angkasa masih berada pada tahap awal pengembangan. Konsepnya mengandalkan ratusan hingga ribuan satelit bertenaga surya yang saling terhubung di orbit untuk menangani beban komputasi besar, seperti pelatihan dan pengoperasian model AI generatif—mulai dari Grok milik xAI hingga ChatGPT.

Keunggulan utamanya terletak pada akses energi matahari yang hampir terus-menerus serta kemampuan membuang panas langsung ke ruang angkasa. Dua faktor ini dinilai dapat memangkas biaya terbesar data center konvensional di Bumi, yakni konsumsi listrik dan sistem pendinginan.

Namun, para insinyur dan pakar antariksa mengingatkan bahwa realisasi komersialnya masih membutuhkan waktu. Tantangan besar masih membayangi, mulai dari risiko sampah antariksa, radiasi kosmik yang dapat merusak perangkat keras, keterbatasan perawatan langsung, hingga biaya peluncuran satelit yang masih tinggi.

Menurut proyeksi Deutsche Bank, uji coba data center orbital skala kecil baru akan dimulai pada periode 2027-2028. Jika hasilnya menjanjikan, jaringan satelit berskala besar, bahkan hingga ribuan unit baru berpeluang terwujud pada dekade 2030-an.

Mengapa Elon Musk Sangat Tertarik?

Bagi Elon Musk, proyek ini bukan sekadar visi futuristik. SpaceX saat ini merupakan perusahaan roket paling sukses di dunia, dengan rekam jejak peluncuran ribuan satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. Infrastruktur ini memberi SpaceX keunggulan strategis jika komputasi AI benar-benar berpindah ke luar angkasa.

Dalam pernyataannya di World Economic Forum di Davos awal tahun ini, Musk secara terbuka menyebut bahwa membangun data center bertenaga surya di luar angkasa adalah langkah yang masuk akal. Ia bahkan meyakini bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, lokasi termurah untuk menjalankan AI justru berada di orbit.

Berdasarkan informasi yang dikutip Teknoloji dari Reuters, Jumat (30/1/2026), SpaceX tengah mempertimbangkan initial public offering (IPO) yang berpotensi menilai perusahaan tersebut lebih dari US$1 triliun. Sebagian dana hasil IPO disebut akan dialokasikan untuk pengembangan satelit data center AI.

Apa yang Dilakukan Para Pesaing?

Ambisi Musk bukan satu-satunya. Jeff Bezos, melalui Blue Origin, telah lama mengeksplorasi teknologi serupa. Bezos sebelumnya memprediksi bahwa data center raksasa berdaya gigawatt di luar angkasa dapat mengungguli data center Bumi dalam 10 hingga 20 tahun, berkat energi surya tanpa henti dan pembuangan panas alami.

Sementara itu, perusahaan rintisan Starcloud, yang didukung Nvidia, telah melangkah lebih jauh. Satelit Starcloud-1, yang diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 bulan lalu, membawa chip Nvidia H100, sebuah chip AI paling canggih yang pernah ditempatkan di orbit. Satelit ini saat ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI open-source Gemma milik Google sebagai bukti konsep.

Starcloud menargetkan pembangunan “hypercluster” modular di orbit dengan kapasitas komputasi hingga lima gigawatt, setara gabungan beberapa data center hyperscale di Bumi.

Google pun tak tinggal diam. Melalui Project Suncatcher, raksasa teknologi ini meneliti jaringan satelit bertenaga surya yang dilengkapi Tensor Processing Unit (TPU) untuk membangun cloud AI di orbit. Google menargetkan peluncuran prototipe awal bersama Planet Labs sekitar tahun 2027.

Tak hanya perusahaan Barat, China juga mulai serius menggarap konsep serupa. Media pemerintah setempat melaporkan rencana pembangunan “Space Cloud”, yakni jaringan data center AI berbasis luar angkasa dalam lima tahun ke depan. Kontraktor antariksa utama China, China Aerospace Science and Technology Corporation, bahkan menargetkan pembangunan infrastruktur AI digital kelas gigawatt di orbit sesuai rencana pembangunan lima tahunan mereka.

Masa Depan Komputasi AI?

Meski masih sarat tantangan teknis dan biaya, data center AI berbasis luar angkasa mulai dipandang sebagai jawaban jangka panjang atas kebutuhan komputasi global yang terus melonjak. Jika berhasil, konsep ini berpotensi mengubah cara dunia membangun dan mengoperasikan infrastruktur AI dari permukaan Bumi ke orbit.

Baca juga: Tesla Siapkan Teknologi Internet Starlink di Atas Atap Mobil

Namun untuk saat ini, ambisi tersebut masih berada di persimpangan antara visi besar dan realitas teknologi. Beberapa tahun ke depan akan menjadi periode krusial untuk menentukan apakah AI di luar angkasa benar-benar menjadi masa depan, atau sekadar mimpi mahal yang sulit diwujudkan.

  • Penulis: Fajar Surya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Meta

    Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke Tim AI di Tengah Badai PHK massal

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Langkah agresif sekaligus ironis kembali dipertontonkan oleh sang induk Instagram dan WhatsApp, Meta Platforms. Di pekan yang sama ketika mereka bersiap merumahkan sekitar 8.000 karyawan (hampir 10% dari total tenaga kerjanya), perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini justru mengumumkan “mobilisasi massa” internal secara besar-besaran. Seperti diberitakan Endgadget, Selasa (19/5/2026), melalui memo internal yang […]

  • iOS 27 update iPhone

    iOS 27 Bikin iPhone Bisa Pilih AI Selain ChatGPT

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Apple nampaknya mulai melunak dengan kebijakan “taman tertutup” yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sedang menyiapkan perubahan fundamental untuk Apple Intelligence pada iOS 27. Jika selama ini ChatGPT menjadi pemain tunggal yang terintegrasi secara mendalam, nantinya pengguna iPhone diprediksi bisa memilih model AI favorit […]

  • Digitalisasi bansos Luhut Binsar

    Digitalisasi Bansos dengan AI Bikin Negara Hemat Rp300 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Siapa sangka, sentuhan teknologi pada birokrasi ternyata bisa menyelamatkan uang negara dalam jumlah fantastis. Tidak tanggung-tanggung, potensi penghematannya mencapai Rp300 triliun! Angka mencengangkan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam diskusi Sustainable Growth in Indonesia yang digelar LPEM UI, Senin (15/12/2025). Menurut Luhut, kunci dari efisiensi raksasa […]

  • Google Pixel 10a lead

    Google Pixel 10a Hadir dengan Material Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Google kembali merilis lini ponsel kelas menengahnya melalui Pixel 10a, dengan fokus besar pada keberlanjutan lingkungan. Perangkat ini diklaim menggunakan material daur ulang lebih banyak dibandingkan model Pixel a-series sebelumnya. Namun di sisi lain, spesifikasinya masih sangat mirip dengan Pixel 9a, sehingga peningkatan utama justru datang dari aspek desain berkelanjutan dan […]

  • iPhone fold video

    Video Render iPhone Fold Bikin Geger!

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Minggu lalu, jagat maya sempat ramai dengan bocoran gambar CAD yang diduga kuat sebagai iPhone Fold alias iPhone lipat pertama dari Apple. Belum reda kehebohannya, hari ini muncul sebuah video yang memperlihatkan perangkat tersebut dari berbagai sudut yang lebih detail. Keren? Pasti. Tapi pertanyaannya: Apakah ini asli? Sebelum kamu terlalu bersemangat, […]

  • Axios hacker korea utara

    Geger Axios Kena Bajak: Hacker Korea Utara Incar Developer, Apa Dampaknya di Indonesia?

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Ekosistem open source baru saja menerima “alarm” keras. Salah satu library JavaScript paling populer di dunia, Axios, dilaporkan sempat disusupi kode berbahaya oleh peretas yang diduga berafiliasi dengan Korea Utara. Insiden ini bukan masalah sepele, karena Axios adalah “tulang punggung” bagi jutaan aplikasi untuk terhubung ke internet. Kenapa Ini Menakutkan? Bagi kamu […]

expand_less