Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Geek » Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

  • account_circle Fajar Surya
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Washington – Wacana pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa kembali mencuri perhatian setelah laporan eksklusif Reuters mengungkap rencana penggabungan SpaceX dan xAI, dua perusahaan milik Elon Musk. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mempercepat ambisi Musk membangun data center berbasis satelit untuk mendukung pengembangan AI, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan global melawan raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan OpenAI.

Rencana tersebut bukan sekadar eksperimen futuristik. Di tengah melonjaknya kebutuhan komputasi AI dan biaya operasional data center di Bumi yang kian mahal, luar angkasa mulai dilirik sebagai alternatif jangka panjang.

Apa Itu Data Center AI Berbasis Luar Angkasa?

Data center AI berbasis luar angkasa masih berada pada tahap awal pengembangan. Konsepnya mengandalkan ratusan hingga ribuan satelit bertenaga surya yang saling terhubung di orbit untuk menangani beban komputasi besar, seperti pelatihan dan pengoperasian model AI generatif—mulai dari Grok milik xAI hingga ChatGPT.

Keunggulan utamanya terletak pada akses energi matahari yang hampir terus-menerus serta kemampuan membuang panas langsung ke ruang angkasa. Dua faktor ini dinilai dapat memangkas biaya terbesar data center konvensional di Bumi, yakni konsumsi listrik dan sistem pendinginan.

Namun, para insinyur dan pakar antariksa mengingatkan bahwa realisasi komersialnya masih membutuhkan waktu. Tantangan besar masih membayangi, mulai dari risiko sampah antariksa, radiasi kosmik yang dapat merusak perangkat keras, keterbatasan perawatan langsung, hingga biaya peluncuran satelit yang masih tinggi.

Menurut proyeksi Deutsche Bank, uji coba data center orbital skala kecil baru akan dimulai pada periode 2027-2028. Jika hasilnya menjanjikan, jaringan satelit berskala besar, bahkan hingga ribuan unit baru berpeluang terwujud pada dekade 2030-an.

Mengapa Elon Musk Sangat Tertarik?

Bagi Elon Musk, proyek ini bukan sekadar visi futuristik. SpaceX saat ini merupakan perusahaan roket paling sukses di dunia, dengan rekam jejak peluncuran ribuan satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. Infrastruktur ini memberi SpaceX keunggulan strategis jika komputasi AI benar-benar berpindah ke luar angkasa.

Dalam pernyataannya di World Economic Forum di Davos awal tahun ini, Musk secara terbuka menyebut bahwa membangun data center bertenaga surya di luar angkasa adalah langkah yang masuk akal. Ia bahkan meyakini bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, lokasi termurah untuk menjalankan AI justru berada di orbit.

Berdasarkan informasi yang dikutip Teknoloji dari Reuters, Jumat (30/1/2026), SpaceX tengah mempertimbangkan initial public offering (IPO) yang berpotensi menilai perusahaan tersebut lebih dari US$1 triliun. Sebagian dana hasil IPO disebut akan dialokasikan untuk pengembangan satelit data center AI.

Apa yang Dilakukan Para Pesaing?

Ambisi Musk bukan satu-satunya. Jeff Bezos, melalui Blue Origin, telah lama mengeksplorasi teknologi serupa. Bezos sebelumnya memprediksi bahwa data center raksasa berdaya gigawatt di luar angkasa dapat mengungguli data center Bumi dalam 10 hingga 20 tahun, berkat energi surya tanpa henti dan pembuangan panas alami.

Sementara itu, perusahaan rintisan Starcloud, yang didukung Nvidia, telah melangkah lebih jauh. Satelit Starcloud-1, yang diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 bulan lalu, membawa chip Nvidia H100, sebuah chip AI paling canggih yang pernah ditempatkan di orbit. Satelit ini saat ini digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI open-source Gemma milik Google sebagai bukti konsep.

Starcloud menargetkan pembangunan “hypercluster” modular di orbit dengan kapasitas komputasi hingga lima gigawatt, setara gabungan beberapa data center hyperscale di Bumi.

Google pun tak tinggal diam. Melalui Project Suncatcher, raksasa teknologi ini meneliti jaringan satelit bertenaga surya yang dilengkapi Tensor Processing Unit (TPU) untuk membangun cloud AI di orbit. Google menargetkan peluncuran prototipe awal bersama Planet Labs sekitar tahun 2027.

Tak hanya perusahaan Barat, China juga mulai serius menggarap konsep serupa. Media pemerintah setempat melaporkan rencana pembangunan “Space Cloud”, yakni jaringan data center AI berbasis luar angkasa dalam lima tahun ke depan. Kontraktor antariksa utama China, China Aerospace Science and Technology Corporation, bahkan menargetkan pembangunan infrastruktur AI digital kelas gigawatt di orbit sesuai rencana pembangunan lima tahunan mereka.

Masa Depan Komputasi AI?

Meski masih sarat tantangan teknis dan biaya, data center AI berbasis luar angkasa mulai dipandang sebagai jawaban jangka panjang atas kebutuhan komputasi global yang terus melonjak. Jika berhasil, konsep ini berpotensi mengubah cara dunia membangun dan mengoperasikan infrastruktur AI dari permukaan Bumi ke orbit.

Baca juga: Tesla Siapkan Teknologi Internet Starlink di Atas Atap Mobil

Namun untuk saat ini, ambisi tersebut masih berada di persimpangan antara visi besar dan realitas teknologi. Beberapa tahun ke depan akan menjadi periode krusial untuk menentukan apakah AI di luar angkasa benar-benar menjadi masa depan, atau sekadar mimpi mahal yang sulit diwujudkan.

  • Penulis: Fajar Surya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Google Chrome

    Update Terbesar dalam Sejarah Chrome: Kini Dilengkapi AI Bawaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 7
    • 0Komentar

    San Fransisco – Google baru saja merilis pembaruan yang sangat signifikan untuk Chrome. Mereka menyematkan fitur berbasis AI langsung ke dalam browser, menjadikan teknologi ini sebagai bagian inti dari pengalaman berselancar di internet, bukan sekadar fitur tambahan atau ekstensi. Semua fitur baru ini ditenagai oleh model AI andalan Google, Gemini. Berikut adalah beberapa perubahan utamanya: […]

  • Redmi Note 15 5G lead

    Bocoran Resmi Redmi Note 15 5G: Ditenagai Snapdragon 6 Gen 3

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Shenzhen – Setelah beberapa hari lalu sempat “menggoda” para Mi Fans dengan bocoran kamera 108MP dan baterai jumbo 5.520 mAh, Redmi akhirnya membuka kartu as berikutnya untuk seri Redmi Note 15 5G. Kali ini, informasi yang diungkap adalah salah satu komponen paling vital: Chipset. Ya, Redmi secara resmi mengonfirmasi bahwa Redmi Note 15 5G akan […]

  • DJI Drone

    Penjualan Drone Dilarang, DJI Langsung Babak Belur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Teknoloji, Washington – Kabar burung yang selama ini beredar akhirnya kejadian juga. Pemerintah Amerika Serikat resmi mengetok palu larangan terhadap drone buatan luar negeri. Tapi tunggu dulu, ini bukan serangan khusus ke satu merek saja. Aturan baru ini ternyata menyapu rata semua drone dan komponen buatan asing. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri kalau DJI, sebagai […]

  • SK Telecom

    Data Pengguna Bocor, SK Telecom Wajib Bayar Kompensasi Triliunan Won

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar kurang sedap datang dari raksasa telekomunikasi Korea Selatan, SK Telecom. Setelah sempat bikin heboh karena kasus peretasan besar-besaran, kini mereka harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk ganti rugi. Seperti dilansir Reuters, Badan perlindungan konsumen Korea Selatan pada hari Minggu (21/12/2025) secara resmi menyatakan akan memerintahkan SK Telecom untuk memberikan kompensasi […]

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • airpods charger

    Cara Mengatasi Baterai AirPods yang Mentok di 80 Persen

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Pernah mengalami kejadian yang bikin bingung ini? Kamu sudah meletakkan AirPods di dalam casing pengisi daya selama berjam-jam, tapi saat mau dipakai, indikator baterai Airpods kamu tertahan di angka 80 persen dan tidak mau naik ke 100 persen. Tenang, AirPods Anda tidak rusak. Itu bukan bug atau kerusakan baterai, melainkan fitur pintar yang sedang bekerja. […]

expand_less