Sony Matikan Kepingan Kaset Game, Gamer PlayStation Siapkan Aksi Boikot Global
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi game fisik yang tak lagi ada di Playstation (Foto: Istimewa).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji – Kabar kurang menyenangkan datang untuk para kolektor fisik game PlayStation. Rencana Sony untuk menghentikan produksi kepingan kaset game atau cakram fisik pada beberapa tahun mendatang memicu gelombang protes keras dari komunitas gamer di seluruh dunia. Puncaknya, sebuah aksi boikot massal kini tengah digulirkan.
Seperti dikutip Teknoloji dari Press Start, Senin (24/8/2026), aksi ini sebenarnya muncul pada 29 Juli 2026 lalu, di mana sebuah komunitas pelestari video game bernama Does It Play menyerukan aksi protes bertajuk kampanye boikot selama satu minggu penuh. Aksi yang diberi nama tagar PSBlackout ini mengajak seluruh pemain PlayStation untuk mematikan konsol mereka dan tidak melakukan transaksi apa pun.
Rencana Aksi Boikot Selama Satu Minggu
Aksi pemadaman layanan ini dijadwalkan berlangsung dari hari Minggu, 23 Agustus 2026 hingga Minggu, 30 Agustus 2026. Selama periode tujuh hari tersebut, para peserta boikot diminta untuk sama sekali tidak masuk ke akun jaringan PlayStation, tidak memainkan game apa pun di platform tersebut, dan menahan diri dari membeli konten digital di toko resmi Sony.
Komunitas Does It Play merasa bahwa Sony Interactive Entertainment sebagai perusahaan induk PlayStation sudah semakin mengabaikan suara para penggemar setianya. Penghentian produksi cakram fisik dianggap sebagai puncak gunung es dari berbagai kekecewaan komunitas.
Melalui pernyataan resminya di media sosial, perwakilan komunitas Does It Play meluapkan keresahan mereka terhadap rentetan keputusan bisnis Sony.
“Selama beberapa tahun terakhir, Sony Interactive Entertainment terus menjauh dari basis penggemarnya. Mulai dari menutup studio kesayangan seperti Bluepoint, mengejar strategi layanan langsung yang salah arah, membiarkan PS VR2 mati, hingga benar-benar tidak peduli dengan waralaba lawas yang ingin dimainkan kembali oleh para pemain. Mengakhiri kaset fisik terasa seperti batas kesabaran terakhir,” tulis perwakilan komunitas tersebut dalam seruannya.
Mereka menyadari bahwa tidak semua kebijakan ada di bawah kendali penuh Sony, namun keputusan-keputusan yang murni berasal dari manajemen internal dinilai terus mengikis kejayaan yang sebelumnya berhasil dibangun di era emas PlayStation 4.
Akankah Sony Mendengar Suara Penggemar?
Di tengah aksi yang sedang berjalan ini, pihak manajemen PlayStation masih belum memberikan pernyataan balasan. Menarik untuk ditunggu apakah aksi mematikan konsol dan menghentikan pembelian selama seminggu penuh ini bisa memengaruhi grafik keuntungan Sony secara signifikan, atau justru hanya berlalu sebagai bentuk kekecewaan sesaat di dunia maya.
Mengingat PlayStation memiliki jutaan pemain aktif harian, langkah radikal ini menjadi ujian seberapa besar pengaruh komunitas dalam memutarbalikkan keputusan bisnis perusahaan raksasa. Apakah kamu salah satu yang setuju dengan aksi ini?
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar