Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gadget » Pixel 11 Pro Fold Gagal Bend Test Lagi, Kelemahannya di Jalur Antena

Pixel 11 Pro Fold Gagal Bend Test Lagi, Kelemahannya di Jalur Antena

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji – Google Pixel 11 Pro Fold kembali menjalani uji ketahanan ekstrem dari kanal YouTube JerryRigEverything. Hasilnya menunjukkan ada peningkatan dibanding generasi sebelumnya, terutama pada ketahanan layar luar. Namun, ponsel lipat terbaru Google itu masih gagal dalam bend test dan kembali patah di sekitar jalur antena.

Uji tersebut dilakukan oleh Zack Nelson dari JerryRigEverything melalui serangkaian pengujian mulai dari goresan, paparan panas, debu dan pasir, hingga tekanan ekstrem dengan menekuk perangkat ke arah berlawanan.

Perlu dicatat, metode semacam ini merupakan stress test yang jauh lebih ekstrem dibandingkan penggunaan sehari-hari. Hasilnya tidak berarti Pixel 11 Pro Fold akan mudah patah dalam kondisi normal, tetapi dapat memberikan gambaran mengenai titik lemah struktur perangkat ketika menerima tekanan besar.

Layar Luar Justru Tampil Mengesankan

Salah satu hasil positif datang dari layar luar Pixel 11 Pro Fold. Google menggunakan lapisan ceramic cover glass baru pada layar Super Actua 6,5 inci. Dalam pengujian JerryRigEverything, permukaannya nyaris tidak menunjukkan goresan pada level 6 skala kekerasan Mohs. Goresan yang lebih dalam baru terlihat pada level 7.

Hasil tersebut termasuk menarik karena sebagian besar layar smartphone berbasis kaca mulai menunjukkan tanda goresan pada level 6. Google sendiri sebelumnya mengklaim Pixel 11 Pro Fold sebagai Pixel Fold paling tahan yang pernah dibuat. Perusahaan menyebut konstruksinya tiga kali lebih tahan dibanding generasi sebelumnya berkat ceramic cover glass, engsel baru tanpa roda gigi, serta bagian belakang berbahan glass fiber composite.

Namun, hasil bend test menunjukkan ketahanan terhadap goresan belum otomatis berarti struktur keseluruhannya kebal terhadap tekanan ekstrem.

Patah Lagi di Jalur Antena

Masalah terbesar muncul ketika perangkat ditekuk ke arah berlawanan dari mekanisme lipat normalnya. Rangka Pixel 11 Pro Fold patah di sekitar jalur antena yang berada dekat dengan area engsel. Lokasi tersebut menarik perhatian karena pola kerusakan serupa juga terjadi pada tiga generasi Pixel Fold sebelumnya.

Dengan kata lain, dalam pengujian yang sama, titik lemah struktural tersebut kembali muncul untuk generasi keempat. Setelah rangka rusak, bagian layar depan dan panel belakang perangkat juga dapat dilepaskan relatif mudah menggunakan tangan tanpa memerlukan banyak alat.

Hasil ini tentu menjadi catatan tersendiri mengingat Google secara khusus menonjolkan peningkatan durability saat memperkenalkan Pixel 11 Pro Fold.

Namun, ada satu peningkatan penting dibanding Pixel 10 Pro Fold. Dalam bend test tahun lalu, tekanan ekstrem menyebabkan baterai Pixel 10 Pro Fold mengalami kerusakan hingga mengeluarkan asap. Pada Pixel 11 Pro Fold, kejadian tersebut tidak terulang meskipun struktur perangkat akhirnya tetap patah.

Artinya, meski perangkat belum berhasil melewati bend test, konstruksi internalnya setidaknya menunjukkan perbaikan dalam menghadapi skenario ekstrem tersebut. Namun, fakta bahwa lokasi kerusakan utama masih berada di area jalur antena menunjukkan Google masih memiliki pekerjaan rumah pada desain rangka generasi berikutnya.

Google Klaim Ketahanannya Meningkat Tiga Kali Lipat

Saat memperkenalkan Pixel 11 Pro Fold pada 12 Agustus 2026, Google memberikan perhatian cukup besar pada peningkatan konstruksinya.

Selain ceramic cover glass, Google menggunakan engsel gearless baru yang diklaim membantu melindungi layar bagian dalam. Radius lipatan engsel juga diperbesar dan lapisan kaca pada layar dalam dibuat lebih tebal untuk mengurangi crease sekaligus meningkatkan daya tahan.

Perangkat juga memiliki sertifikasi IP68 untuk perlindungan terhadap debu dan air, sebuah pencapaian yang cukup penting untuk smartphone dengan mekanisme layar lipat.

Layar dalamnya berukuran 8 inci, sementara layar luar menggunakan panel OLED 6,5 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz dan tingkat kecerahan maksimum hingga 3.600 nits.

Tidak Bisa Disamakan dengan Penggunaan Normal

Hasil JerryRigEverything tetap perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Menekuk smartphone lipat dengan tenaga besar ke arah yang berlawanan bukan skenario penggunaan normal. Dalam kondisi sehari-hari, pengguna tidak seharusnya memberikan tekanan seperti itu pada perangkat.

Karena itu, kegagalan bend test tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa Pixel 11 Pro Fold tidak tahan digunakan sehari-hari. Namun, pengujian tersebut tetap menarik karena dilakukan dengan pendekatan relatif konsisten terhadap berbagai smartphone.

Ketika lokasi kerusakan yang sama muncul pada beberapa generasi perangkat, hal tersebut setidaknya memberikan petunjuk mengenai bagian struktur yang masih dapat ditingkatkan. Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold8 sebelumnya mampu bertahan dalam bend test serupa tanpa mengalami kerusakan struktural seperti yang terjadi pada Pixel 11 Pro Fold.

Belum Dijual Resmi di Indonesia

Pixel 11 Pro Fold mulai dipasarkan di sejumlah negara pada Agustus 2026 dengan harga mulai US$1.899. Namun, Indonesia belum termasuk dalam daftar wilayah resmi penjualan Pixel 11 Pro Fold melalui Google Store. Negara Asia yang mendapatkan perangkat tersebut antara lain India, Jepang, Singapura, dan Taiwan.

Karena itu, konsumen Indonesia yang membeli perangkat melalui jalur impor juga perlu mempertimbangkan aspek layanan purnajual dan dukungan garansi.

Pada akhirnya, hasil uji ketahanan Pixel 11 Pro Fold memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Google berhasil meningkatkan perlindungan layar luar dan mencegah insiden baterai seperti generasi sebelumnya, tetapi bend test kembali mengungkap titik lemah di area jalur antena.

Untuk smartphone lipat premium, ketahanan memang tidak hanya ditentukan oleh seberapa sulit layarnya tergores. Desain engsel, distribusi tekanan pada rangka, serta posisi komponen struktural tetap menjadi faktor penting, terutama ketika perangkat harus bertahan menghadapi ribuan siklus buka-tutup selama masa penggunaannya.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • baterai mobil listrik ok

    Ilmuwan Korea Temukan Solusi Baterai Mobil Listrik yang Bisa Terisi Penuh Hanya 12 Menit

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Sebuah tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengklaim telah menemukan solusi untuk salah satu hambatan terbesar mobil listrik (EV): pengisian daya super cepat tanpa mengorbankan keamanan dan usia baterai. Selama ini, pengembangan baterai lithium-metal yang digadang-gadang sebagai generasi penerus lithium-ion terhambat oleh masalah dendrit. Kenapa? Dendrit adalah […]

  • Huawei Pura X Max

    Pura X Max Resmi Meluncur sebagai Ponsel Lipat “Wide-Style” Pertama di Dunia

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Huawei baru saja mengguncang panggung teknologi global dengan merilis Pura X Max di China pada Senin (20/4/2026) waktu setempat. Bukan sekadar ponsel lipat biasa, perangkat ini menyandang predikat prestisius sebagai wide-style foldable pertama di dunia yang tersedia secara komersial bagi konsumen. Langkah berani ini seolah menjadi “tamparan” bagi Samsung yang selama ini […]

  • iPhone Fold

    Review iPhone Lipat Mulai Terungkap ke Publik, Bikin Tercengang!

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Teknoloji – Penantian panjang para penggemar ekosistem Apple tampaknya mulai menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi rumor dan paten desain di atas kertas, wujud nyata dari ponsel lipat perdana Apple kini mulai diuji coba secara tertutup. Laporan terbaru mengungkap bagaimana impresi awal dari para penguji purwarupa perangkat yang sangat dinantikan oleh industri teknologi global […]

  • Apple TV F1

    Apple TV Ambil Alih Hak Siar Formula 1, Gratis untuk Pelanggan!

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 56
    • 0Komentar

    San Fransisco – Siap-siap bagi para penggemar adu kecepatan jet darat. Mulai tahun depan, Apple TV resmi “mengambil alih kemudi”. Berkat kesepakatan besar berdurasi lima tahun yang baru saja diteken, seluruh sesi Formula 1, mulai dari latihan bebas, sprint race, hingga balapan utama, akan tayang secara eksklusif di Apple TV. Untuk merayakan perpindahan tongkat estafet […]

  • Spesifikasi Tecno Pova 8 Pro Terungkap, Bawa Baterai 6.340 mAh dan Bodi Tipis

    Spesifikasi Tecno Pova 8 Pro Terungkap, Bawa Baterai 6.340 mAh dan Bodi Tipis

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 772
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Tecno Pova 8 Pro mulai terlihat dari dokumen sertifikasi global, memberi gambaran awal soal arah perangkat berikutnya di lini Pova. Ya, berdasarkan dokumen TUV Rheinland dan FCC yang dilansir GSM Arena, Senin (18/5/2026),  tercantum model LK7 dengan baterai berkapasitas terukur 6.340 mAh. Angka ini kemungkinan akan dipasarkan sebagai baterai tipikal 6.500 mAh […]

  • Mercedes-Benz CLA 2026

    Mercedes-Benz CLA 2026: Entry-Level yang Justru Paling Canggih

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Teknoloji, Stuttgard – Biasanya, Mercedes-Benz punya aturan main yang saklek: teknologi paling mutakhir itu jatahnya S-Class atau mobil-mobil flagship mereka yang harganya selangit. Nanti, baru sisa-sisa teknologinya “diturunkan” ke model yang lebih murah setelah balik modal. Tapi, aturan itu resmi dibuang ke tong sampah. Mercedes kini memasuki era baru yang lebih egaliter lewat Mercedes-Benz CLA […]

expand_less