Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Commerce » Google Mulai Pasang Label Khusus untuk Iklan Hasil Racikan AI

Google Mulai Pasang Label Khusus untuk Iklan Hasil Racikan AI

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Pernahkah Teknolojiers melihat iklan produk di internet dengan foto yang tampak begitu sempurna, lalu bertanya-tanya: “Ini foto asli atau hasil buatan kecerdasan buatan (AI)?” Pertanyaan seperti ini tampaknya bakal segera terjawab.

Google resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan adanya transparansi pada iklan digital. Raksasa teknologi ini meluncurkan fitur pelabelan otomatis untuk mendeteksi apakah sebuah konten iklan dibuat atau diedit menggunakan generative AI. Langkah ini akan diterapkan secara global di berbagai platform andalan mereka, mulai dari Google Search, YouTube, hingga Google Discover.

Nantinya, label transparansi ini tidak langsung mengotorisasi tampilan utama iklan secara mencolok, melainkan disematkan di dalam panel “My Ad Center” (Pusat Iklan Saya). Pengguna cukup mengetuk ikon titik tiga atau logo informasi yang ada pada iklan untuk melihat opsi baru bertajuk “How this ad was made” (Bagaimana iklan ini dibuat).

Sistem pelabelan ini bekerja secara frictionless alias otomatis jika pengiklan menggunakan ekosistem alat pembuat iklan berbasis AI milik Google sendiri (seperti Gemini). Namun, ada satu celah (catch) yang menarik: jika pengiklan menggunakan alat AI dari pihak ketiga di luar Google, sistem pelabelan ini akan berbasis honour system alias kejujuran dari pihak pengiklan untuk melaporkannya secara manual. Google menyatakan tidak akan melakukan verifikasi mandiri untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.

Google Menekan Penyebaran Deepfake

Langkah ini memperluas kebijakan Google sebelumnya pada tahun 2024 yang saat itu hanya mewajibkan label AI untuk konten-konten iklan politik dan pemilu guna menekan penyebaran deepfake.

Dalam keterangan resminya, manajemen Google menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menciptakan keseimbangan ekosistem digital yang sehat bagi pengguna maupun para pelaku industri periklanan.

“Kami ingin membantu masyarakat untuk lebih memahami iklan yang mereka lihat, sekaligus menyediakan sarana yang jelas bagi para pengiklan dalam menavigasi standar industri yang terus berevolusi,” tulis perwakilan Google dalam unggahan blog resminya, Jumat (10/7/2026).

Langkah Google ini dinilai sebagai respons cepat untuk mencuri start sebelum regulasi ketat seperti EU AI Act (Undang-Undang AI Uni Eropa) resmi memotong ruang gerak industri pada Agustus mendatang. Selain Google, raksasa teknologi lain seperti Meta juga sudah mulai menerapkan kebijakan serupa demi meredam banjirnya media sintetis di internet.

Melalui fitur baru ini, berselancar di Google Search atau menonton YouTube setidaknya bakal terasa lebih aman dari jebakan visual AI yang manipulatif. Apakah Teknolojiers setuju?

 

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mac Mini M4

    Apple Pensiunkan Mac mini M4 Kapasitas 256GB?

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Teknoloji, California –  Kabar mengejutkan datang bagi yang sedang menimbang-nimbang untuk meminang desktop mungil andalan Apple. Per 4 Mei 2026, varian Mac mini M4 dengan kapasitas penyimpanan 256GB dikabarkan telah menghilang dari daftar opsi pembelian di halaman produk resmi Apple. Penyesuaian “diam-diam” ini pertama kali terdeteksi melalui pantauan di situs web resmi Apple, di mana […]

  • Music streaming

    Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!” Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah […]

  • Data Pribadi fintech

    Mengapa Data Pribadi Menjadi Aset Paling Mahal di Industri Fintech?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, Teknoloji – Di era layanan keuangan digital, data pribadi bukan lagi sekadar informasi pendukung, tapi telah menjelma menjadi aset strategis bernilai tinggi. Setiap nama, nomor identitas, riwayat transaksi, lokasi, hingga kebiasaan belanja membentuk profil perilaku dan risiko pengguna. Dari sudut pandang fintech, kumpulan data ini memungkinkan layanan keuangan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan […]

  • airpods charger

    Cara Mengatasi Baterai AirPods yang Mentok di 80%

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Pernah mengalami kejadian yang bikin bingung ini? Kamu sudah meletakkan AirPods di dalam casing pengisi daya selama berjam-jam, tapi saat mau dipakai, indikator baterai Airpods kamu tertahan di angka 80% dan tidak mau naik ke 100%. Tenang, AirPods Anda tidak rusak. Itu bukan bug atau kerusakan baterai, melainkan fitur pintar yang sedang bekerja. Sama seperti […]

  • Spotify Podcast Clips

    Spotify Rilis Podcast Clips, Berbagi Potongan Podcast Kini Semudah Kirim Reels

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Teknoloji, Stockholm – Spotify kembali memperkuat posisinya sebagai platform audio yang tidak hanya dipakai untuk mendengarkan musik, tetapi juga menjadi ruang penting bagi podcast dan kreator konten. Kali ini, Spotify memperkenalkan fitur baru bernama Podcast Clips, yang memungkinkan pengguna menyimpan dan membagikan bagian tertentu dari sebuah podcast dengan lebih praktis. Fitur ini terasa relevan di […]

  • Indosat Scam Spam

    Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam dalam 6 Bulan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diklaim telah mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, SMS, dan tautan berisiko yang terindikasi spam maupun penipuan. Teknologi ini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla melalui platform Wisely AI, dengan tujuan melindungi seluruh pelanggan dari […]

expand_less