Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Technology » Pemerintah UEA Resmi Larang Anak di Bawah 15 Tahun Punya Akun Medsos

Pemerintah UEA Resmi Larang Anak di Bawah 15 Tahun Punya Akun Medsos

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Dubai – Langkah super berani dan ekstrem baru saja diambil oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Demi melindungi generasi mudanya dari dampak buruk dunia maya, UEA secara resmi mengesahkan undang-undang yang melarang total anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk memiliki atau membuat akun media sosial.

Aturan baru ini memicu perdebatan hangat di tingkat global. Pasalnya, ketika negara-negara lain masih berkutat pada imbauan dan batasan usia longgar (rata-rata 13 tahun), UEA langsung memasang barikade hukum yang tegas dengan sanksi yang tidak main-main bagi platform teknologi yang melanggar.

Platform Medsos Wajib Pasang Sistem Verifikasi Ketat

Seperti diberitakan Reuters, Jumat (20/6/2026), aturan ini tidak hanya menyasar para orang tua, melainkan memberikan tekanan berat kepada raksasa teknologi seperti Meta (Instagram/Facebook), TikTok, X (Twitter), hingga Snap. Berdasarkan undang-undang baru tersebut, seluruh penyedia platform media sosial yang beroperasi di UEA wajib memperbarui sistem mereka dan menerapkan teknologi verifikasi usia (*age verification*) yang jauh lebih ketat.

Platform tidak boleh lagi hanya mengandalkan metode konvensional seperti “centang kotak pernyataan umur,” melainkan harus menggunakan verifikasi identitas resmi atau teknologi pemindaian wajah berbasis AI yang akurat untuk memastikan pengguna memang sudah berusia 15 tahun ke atas.

Jika platform kedapatan kecolongan atau sengaja membiarkan anak di bawah 15 tahun berselancar di aplikasi mereka, pemerintah UEA siap menjatuhkan hukuman berupa denda finansial yang sangat besar hingga ancaman pemblokiran operasional platform tersebut di wilayah mereka.

Pemerintah UEA menegaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah melalui kajian mendalam mengenai korelasi antara durasi penggunaan media sosial dengan penurunan kualitas kesehatan mental remaja, peningkatan kasus perundungan siber (*cyberbullying*), serta maraknya paparan konten radikal atau tidak senonoh yang belum mampu dicerna oleh usia anak-anak.

Kaca Spion untuk Indonesia

Langkah radikal yang diambil UEA ini sebenarnya menjadi refleksi yang sangat menohok bagi lanskap digital di Indonesia. Di Tanah Air, aturan batas usia minimal untuk memiliki media sosial rata-rata mengikuti standar global COPPA (Children’s Online Privacy Protection Act), yaitu 13 tahun.

Namun pada realitanya, kita semua tahu bahwa pembatasan ini nyaris tidak berfungsi di Indonesia. Mulai dari anak usia sekolah dasar (SD) bahkan taman kanak-kanak (TK) sudah sangat fasih berjoget di TikTok, membuat konten di Instagram, atau menonton tayangan video pendek secara mandiri. Banyak dari mereka yang memiliki akun sendiri dengan cara memalsukan tahun kelahiran saat mendaftar.

Kondisi ini diperparah oleh data internal dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mencatat bahwa kasus kejahatan siber yang melibatkan anak-anak sebagai korban, seperti eksploitasi seksual anak secara online (OCSEA), cyberbullying antarpelajar, hingga kecanduan gawai (gadget addiction) yang terus mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI sebenarnya terus gencar mengampanyekan gerakan literasi digital dan internet sehat. Namun, Indonesia belum memiliki payung hukum se-ekstrem UEA yang bisa memaksa atau menghukum platform media sosial jika ada anak di bawah umur yang berhasil membuat akun. Selama ini, beban pengawasan sepenuhnya masih dilemparkan ke pundak orang tua di rumah, yang celakanya, banyak juga yang masih gagap teknologi (gaptek).

Perlindungan Anak di Atas Keuntungan Bisnis

Kebijakan UEA ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia bahwa kesehatan mental dan keselamatan masa depan anak-anak harus ditempatkan di atas kepentingan bisnis atau metrik keterlibatan (*engagement rate*) platform digital.

Meskipun bagi sebagian pihak aturan ini dinilai membatasi ruang berekspresi remaja, UEA membuktikan bahwa negara memiliki hak penuh untuk melakukan intervensi keras demi menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat bagi generasi penerusnya di era gempuran algoritma yang kian agresif.

Apakah Indonesia suatu saat nanti perlu mengadopsi langkah tegas yang sama untuk mengerem kecanduan media sosial pada anak-anak kita? Waktu dan kesiapan regulasi yang akan menjawabnya.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsung One UI 8

    Samsung One UI Jadi Android Skin Favorit Tahun Ini!

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 41
    • 0Komentar

    San Fransico, Teknoloji – Samsung One UI berhasi menempati urutan teratas sebagai Skin Andorid terbaik tahun ini. Apa sih yang bikin UI ini jadi favorit? Adalah GSM Arena yang telah melakukan voting kepada pembacanya pada minggu lalu. Hingga akhirnya hasil voting dikeluarkan, ternyata menempatkan Samsung One UI sebagai pemenangnya dengan meraup 41% dari total suara, […]

  • Bocoran vivo x300e

    Bocoran vivo X300e Terungkap: Bawa Snapdragon 8 Gen 5

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Teknologi, China – vivo tampaknya belum mau mengerem inovasi mereka dalam lini seri X300. Setelah meluncurkan beberapa varian, vendor asal China ini dilaporkan tengah bersiap merilis jagoan keenamnya yang diberi nama vivo X300e. Kabar mengenai kehadiran perangkat ini sebenarnya sudah terendus sejak Februari lalu lewat kebocoran nomor IMEI di database GSMA, namun kini spesifikasi kuncinya […]

  • baterai mobil listrik ok

    Ilmuwan Korea Temukan Solusi Baterai Mobil Listrik yang Bisa Terisi Penuh Hanya 12 Menit

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Sebuah tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengklaim telah menemukan solusi untuk salah satu hambatan terbesar mobil listrik (EV): pengisian daya super cepat tanpa mengorbankan keamanan dan usia baterai. Selama ini, pengembangan baterai lithium-metal yang digadang-gadang sebagai generasi penerus lithium-ion terhambat oleh masalah dendrit. Kenapa? Dendrit adalah […]

  • Oppo Reno 16 Pro

    OPPO Reno16 Pro dan Reno16 Go Resmi Meluncur dengan Kamera Utama 200 MP

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Seolah tidak ingin kehilangan momentum di pasar kelas menengah atas (mid-range premium), OPPO secara resmi mengumumkan kehadiran duo jagoan terbarunya: OPPO Reno16 Pro dan Reno16 Go. Langkah ini menjadi lompatan yang sangat agresif bagi OPPO. Bukan sekadar penyegaran eksterior biasa, daya tarik utama yang dibawa oleh kedua perangkat ini terletak pada konfigurasi kamera […]

  • Redmi 17 5G ok

    Redmi 17 Segera Debut dengan Baterai Badak 7.000 mAh

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Teknoloji, Beijing – Tahun 2026 tampaknya benar-benar menjadi tahunnya “baterai monster” di industri ponsel pintar. Setelah jagat maya sempat dihebohkan oleh iQOO Z11 5G yang membawa daya raksasa 9.020 mAh serta Oppo Reno16 Pro dengan kapasitas 7.000 mAh, kini giliran Xiaomi yang tidak mau tinggal diam. Kabar ini menarik karena Redmi selama ini dikenal agresif […]

  • iOS 27 ok

    Daftar Lengkap Perangkat Apple yang Mendukung iOS 27, iPadOS 27, macOS 27, dan watchOS 27

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Ajang tahunan Apple WWDC 2026 akhirnya resmi digelar. Seperti biasa, panggung utama langsung diguncang oleh pengumuman jajaran sistem operasi generasi terbaru: iOS 27, iPadOS 27, macOS 27 Golden Gate, dan watchOS 27. Bagi para pengguna setia ekosistem Apple, momen ini selalu memicu satu pertanyaan krusial yang bikin ketar-ketir: “Apakah gadget yang saya […]

expand_less