Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gadget » Penjualan Drone Dilarang, DJI Langsung Babak Belur

Penjualan Drone Dilarang, DJI Langsung Babak Belur

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Washington – Kabar burung yang selama ini beredar akhirnya kejadian juga. Pemerintah Amerika Serikat resmi mengetok palu larangan terhadap drone buatan luar negeri.

Tapi tunggu dulu, ini bukan serangan khusus ke satu merek saja. Aturan baru ini ternyata menyapu rata semua drone dan komponen buatan asing. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri kalau DJI, sebagai penguasa pasar drone konsumen adalah pihak yang paling “babak belur” gara-gara aturan ini.

Menurut Federal Communications Commission (FCC), keputusan berat ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai badan keamanan. Kesimpulannya? Drone buatan luar negeri beserta komponen-komponen kritis di dalamnya dianggap membawa risiko yang “tidak dapat diterima” bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Singkatnya, Paman Sam takut dimata-matai atau disabotase lewat “mata-mata terbang” ini. Segitu paranoid kah pemerintah setempat?

Nasib Pemilik Drone Saat Ini (Jangan Panik Dulu!)

Nah, ini bagian terpenting buat kamu yang hobi menerbangkan drone. Apakah drone kamu tiba-tiba jadi barang ilegal? Jawabannya: Tidak.

Aturan ini hanya berlaku untuk model baru dan penjualan di masa depan.

  1. Sudah punya drone asing? Aman. Kamu masih bebas menerbangkannya.
  2. Stok di toko? Aman. Retailer masih boleh menghabiskan stok model lama yang sertifikasinya sudah disetujui FCC sebelumnya.

Larangan ini secara spesifik menargetkan model-model anyar yang belum rilis atau belum dapat izin. Meski begitu, celah kecil masih dibuka. Departemen Pertahanan atau Keamanan Dalam Negeri AS (Homeland Security) bisa memberikan “lampu hijau” atau pengecualian untuk model-model tertentu di masa depan jika dianggap aman.

DJI Mengamuk: “Ini Cuma Proteksionisme!”

Tentu saja, DJI tidak tinggal diam melihat pasar terbesarnya digembosi. Dalam pernyataannya, raksasa teknologi asal China ini membela diri.

Mereka mengklaim bahwa produk mereka adalah “salah satu yang paling aman di pasar,” dan hal ini didukung oleh tinjauan bertahun-tahun baik oleh lembaga pemerintah AS maupun pihak ketiga independen.

DJI juga menembakkan serangan balik dengan menyebut bahwa kekhawatiran soal keamanan data ini “tidak berdasar bukti”. Menurut mereka, langkah AS ini murni tindakan proteksionisme dagang alias upaya mematikan persaingan pasar bebas, bukan soal keamanan.

Jadi, buat para pilot drone, mari kita pantau terus apakah drama teknologi vs geopolitik ini akan merembet ke negara lain atau hanya panas di Amerika saja.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPSt ITSEC Asia

    Kebutuhan Cyber Security Melonjak, ITSEC Asia Rombak Manajemen

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Kesadaran akan pentingnya perlindungan data di Indonesia tampaknya sudah bergeser dari sekadar “pilihan” menjadi “kebutuhan mutlak”. Di tengah maraknya isu kebocoran data dan serangan siber yang kian canggih, emiten teknologi spesialis keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), mengambil langkah taktis untuk memperkokoh posisinya di pasar domestik. Melalui Rapat Umum Pemegang […]

  • Samsung Galaxy S26 series ok

    Samsung Galaxy S26 Series Resmi Meluncur dengan Harga Lebih Mahal

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Menjelang ajang Mobile World Congress (MWC), Samsung lebih dulu mencuri perhatian lewat gelaran Galaxy Unpacked di San Francisco. Dalam acara tersebut, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini memperkenalkan lini terbaru Galaxy S26 yang terdiri dari Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra. Selain tiga smartphone flagship tersebut, Samsung juga mengumumkan Galaxy Buds […]

  • LG CES 2026

    LG Siap Mengguncang CES 2026 dengan Teknologi Tercanggih

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Las Vegas – Gelaran akbar CES 2026 sudah di depan mata. Tepat pada 6 Januari 2026, pameran teknologi terbesar di dunia ini akan dibuka, dan LG diprediksi bakal menjadi salah satu bintang utamanya. Raksasa teknologi asal Korea ini siap memamerkan jajaran produk terbarunya, mulai dari TV, monitor, speaker, hingga peralatan rumah tangga pintar. LG telah […]

  • airpods charger

    Cara Mengatasi Baterai AirPods yang Mentok di 80%

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Pernah mengalami kejadian yang bikin bingung ini? Kamu sudah meletakkan AirPods di dalam casing pengisi daya selama berjam-jam, tapi saat mau dipakai, indikator baterai Airpods kamu tertahan di angka 80% dan tidak mau naik ke 100%. Tenang, AirPods Anda tidak rusak. Itu bukan bug atau kerusakan baterai, melainkan fitur pintar yang sedang bekerja. Sama seperti […]

  • iPhone Fold

    Apple Tetap Bakal Luncurkan iPhone Fold di Bulan September

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone Fold kembali panas. Setelah sempat muncul kabar bahwa ponsel lipat pertama Apple itu mengalami masalah dalam tahap pengembangan dan berpotensi mundur dari jadwal rilis, bocoran terbaru justru menyebut sebaliknya. Berdasarkan laporan dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang dikutip Teknoloji, Kamis (9/4/2026),  proyek iPhone Fold masih berjalan sesuai rencana. […]

  • Barista Bot Artly

    Secangkir Kopi Bisa Kini Bisa Disajikan Lewat Barista Bot Berbasis AI

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seattle – Bagi sebagian besar penikmat kopi, ritual pergi ke coffee shop bukan sekadar membeli asupan kafein demi mengusir kantuk. Ada seni dan pengalaman (experience) mendalam yang dicari: melihat barista menggiling biji kopi pilihan, mengatur tekanan espresso, memanaskan susu, hingga menuangkan latte art dengan gerakan tangan yang tampak presisi dan personal. Semua keahlian tersebut […]

expand_less