Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gadget » Perang Terbuka Dua Raksasa Kamera Kreator: Insta360 Gugat Balik DJI

Perang Terbuka Dua Raksasa Kamera Kreator: Insta360 Gugat Balik DJI

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Jika kamu mengira persaingan di industri kamera saku dan action cam hanya sebatas adu tajam sensor dan kecanggihan kecerdasan buatan (AI), kamu keliru. Di balik layar, kompetisi panas ini baru saja meledak menjadi “perang hukum” terbuka. Dua jawara teknologi konten kreator, DJI dan Insta360, resmi terlibat dalam aksi saling gugat terkait pelanggaran hak paten di pengadilan Amerika Serikat.

Drama hukum ini dipicu oleh peluncuran produk terbaru Insta360 yang sangat diantisipasi, Insta360 Luna Ultra yang merupakan kamera gimbal genggam bertenaga sensor 1 inci dan optik Leica yang membidik langsung pasar DJI Osmo Pocket series. Merasa pasarnya diusik, DJI langsung melayangkan gugatan di hari yang sama. Tak butuh waktu lama bagi Insta360 untuk melepaskan serangan balasan yang tidak kalah agresif.

Kronologi Saling Sengat di Hari Peluncuran

Baku hantam hukum ini bermula pada pekan lalu, tepat di hari Insta360 resmi menjual Luna Ultra di pasar global. DJI bertindak cepat dengan mendaftarkan dua gugatan sekaligus di Pengadilan Distrik Timur Texas.

Raksasa drone asal Shenzhen tersebut menuduh Insta360 melakukan plagiarisme massal terhadap lini Osmo Pocket mereka. Gugatan DJI mencakup:

  • Paten Desain: DJI mengeklaim bentuk fisik Luna Ultra mulai dari bodi memanjang, mekanisme leher gimbal, hingga layar yang bisa diputar, dianggap meniru mentah-mentah desain ikonik Osmo Pocket.
  • Paten Utilitas: Meliputi teknologi pelacakan objek (subject tracking) terintegrasi tanpa aplikasi, serta sistem tombol tunggal untuk berpindah mode gimbal. DJI menuntut ganti rugi materiil dan meminta pengadilan mengeluarkan larangan penjualan permanen untuk Insta360 Luna Ultra di Amerika Serikat.

Namun, alih-alih ciut, Insta360 langsung membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari 24 jam. Mereka mendaftarkan gugatan balik (countersuit) yang justru mengincar hampir seluruh lini produk stabilisasi andalan DJI, mulai dari Osmo Pocket series, rangkaian gimbal kamera profesional Ronin/RS series, gimbal HP Osmo Mobile, hingga kamera teranyar DJI Osmo 360.

Insta360 mengeklaim bahwa DJI telah melanggar lima paten utilitas milik mereka yang berkaitan dengan stabilitas gimbal, kontrol arah, penyelarasan video panoramik, hingga teknologi telemetry overlay.

Pendiri Insta360 Tidak Takut Perang Hukum

Pihak Insta360 secara tegas menolak tuduhan DJI dan menyebut bahwa proyek Luna Ultra sudah dikembangkan secara mandiri sejak tahun 2020, jauh sebelum kompetitor menelurkan produk serupa.

Pendiri Insta360, JK Liu, memberikan pernyataan menohok terkait aksi jeggal yang dilakukan oleh kompetitor utamanya tersebut:

“Di Insta360, kami lebih suka membiarkan produk kami yang berbicara. Namun, kami tidak takut menghadapi pertempuran hukum ketika ditantang. Kami berkomitmen penuh untuk melindungi inovasi kami dan akan mengambil tindakan tegas untuk membela kekayaan intelektual kami dari pelanggaran,” tegas JK Liu.

Ia menambahkan, fakta bahwa DJI mengajukan gugatan tepat di hari pihaknya meluncurkan Luna Ultra menunjukkan banyak hal yang dianggapnya mengekspos ketakutan mereka terhadap persaingan dari produk yang sangat kompetitif.

Pertarungan hukum di AS ini sebenarnya merupakan imbas dari masalah geopolitik yang menjepit DJI. Sejak akhir tahun lalu, DJI masuk dalam daftar pengawasan ketat FCC di AS yang membatasi ruang gerak mereka untuk menjual produk baru dengan bebas. Celah inilah yang dimanfaatkan Insta360 dengan memasukkan Luna Ultra ke pasar Amerika, bahkan langsung menduduki peringkat teratas kategori camcorder di Amazon dalam 24 jam pertama.

Jika DJI berhasil memenangkan gugatan dan memblokir Insta360 di AS, peta persaingan global akan pincang. Sebaliknya, jika gugatan balik Insta360 dikabulkan, pasokan produk sinematografi komersial DJI seperti Ronin RS series yang banyak digunakan oleh rumah produksi iklan dan film di Jakarta bisa saja terganggu.

Bsa dibilang, persaingan sehat melahirkan inovasi dan harga yang kompetitif. Sebaliknya, perang paten yang berlarut-larut justru berisiko merugikan konsumen yang mendambakan pembaruan teknologi yang cepat dan terjangkau.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazada Nestle AI LazzieCHat

    Lazada dan Nestlé Hadirkan Asisten AI LazzieChat di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Pernahkah kamu merasa bingung saat memilih produk nutrisi di aplikasi belanja? Deskripsi yang panjang dan istilah medis yang rumit sering kali membuat kita ragu. Memahami dilema ini, Lazada kembali berkolaborasi dengan Nestlé dalam ajang Regional Super Brand Day 2026 yang digelar serentak pada 23 April di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. […]

  • Dua Lipa Samsung TV ok

    Wajahnya Muncul di Kardus TV, Dua Lipa Gugat Samsung US$15 Juta

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Bintang pop global, Dua Lipa, baru saja melayangkan gugatan fantastis sebesar US$15 juta (sekitar Rp240 miliar) terhadap Samsung Electronics. Menariknya, pemicu perselisihan ini bukanlah kampanye iklan besar yang gagal, melainkan kemunculan wajah sang penyanyi pada kemasan fisik televisi Samsung. Gugatan yang diajukan pada 8 Mei 2026 di pengadilan federal California ini menyeret […]

  • RUPSt ITSEC Asia

    Kebutuhan Cyber Security Melonjak, ITSEC Asia Rombak Manajemen

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Kesadaran akan pentingnya perlindungan data di Indonesia tampaknya sudah bergeser dari sekadar “pilihan” menjadi “kebutuhan mutlak”. Di tengah maraknya isu kebocoran data dan serangan siber yang kian canggih, emiten teknologi spesialis keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), mengambil langkah taktis untuk memperkokoh posisinya di pasar domestik. Melalui Rapat Umum Pemegang […]

  • John Ternus CEO Apple

    John Ternus Resmi Gantikan Tim Cook Sebagai CEO Apple

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Teknoloji, California –  Sebuah era baru baru saja dimulai di Cupertino. Setelah hampir 15 tahun menakhodai Apple melalui transformasi raksasa, Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi CEO. Posisi puncak perusahaan paling bernilai di dunia ini akan diserahkan kepada John Ternus, veteran divisi hardware engineering, mulai 1 September 2026. Lalu, ke mana Tim Cook? […]

  • Ilustrasi mobil otonom Avride menabrak seekor bebek (Foto: AI)

    Seekor Bebek Tewas Ditabrak Mobil Otonom Avride

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Teknoloji, Texas – Seekor bebek yang sudah dianggap warga lokal tewas terlindas oleh mobil otonom milik Avride. Peristiwa yang terjadi di kawasan Mueller Lake, Austin, Amerika Serikat ini memicu debat besar: Apakah kendaraan otonom (AV) benar-benar siap berbagi jalan dengan makhluk hidup? Berdasarkan informasi yang dilansir KXAN, Kamis (9/4/2026), seorang saksi mata menyebutkan bahwa kendaraan tersebut […]

  • Speaker OpenAI ChatGPT

    Bukan Kacamata Pintar, Perangkat Hardware Pertama OpenAI Ternyata Sebuah Speaker!

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Jagat teknologi sempat dibuat penasaran selama berbulan-bulan tentang wujud perangkat keras (hardware) pertama yang sedang digarap oleh OpenAI. Banyak yang berspekulasi bahwa sang kreator ChatGPT akan merilis kacamata pintar (smart glasses) penantang Meta, atau bahkan ponsel pintar berbasis kecerdasan buatan (AI-native smartphone). Namun, rumor terbaru justru mengungkap arah yang berbeda. Berdasarkan laporan […]

expand_less