Pura X Max Resmi Meluncur sebagai Ponsel Lipat “Wide-Style” Pertama di Dunia
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Huawei Pura X Max (foto: Huawei)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Shenzhen – Huawei baru saja mengguncang panggung teknologi global dengan merilis Pura X Max di China pada Senin (20/4/2026) waktu setempat. Bukan sekadar ponsel lipat biasa, perangkat ini menyandang predikat prestisius sebagai wide-style foldable pertama di dunia yang tersedia secara komersial bagi konsumen.
Langkah berani ini seolah menjadi “tamparan” bagi Samsung yang selama ini mendominasi pasar lipat, serta Apple yang hingga kini masih bungkam soal ponsel lipat perdana mereka. Dengan format layar yang lebih lebar, Huawei mengklaim telah mendahului kompetitornya dalam mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan layar lipat.
Harga Premium untuk Performa Maksimal
Sebagai perangkat “Kolektor Edition”, Pura X Max hadir dengan label harga yang mencerminkan eksklusivitasnya:
-
Varian 16GB/512GB: 12.999 Yuan (sekitar Rp29,8 juta)
-
Varian 16GB/1TB: 13.999 Yuan (sekitar Rp32,1 juta)
Catatan: Harga di atas merupakan konversi langsung dan belum mencakup pajak impor jika nantinya masuk ke pasar Indonesia.
Spesifikasi: Otak Kirin 9030 Pro yang Bertenaga
Di balik desain mewahnya, Huawei menanamkan jeroan yang tidak main-main untuk menopang layar raksasanya:
-
Chipset: Kirin 9030 Pro (generasi terbaru dengan peningkatan performa signifikan).
-
Layar Utama: 7,7 inci (format melebar/wide-style saat dibuka).
-
Baterai: 5.300 mAh.
-
Pengisian Daya: Fast charging kabel 66W.
Meskipun detail sensor kamera belum dipaparkan secara rinci, Huawei memastikan sistem fotografi komputasional mereka akan memberikan hasil jepretan kelas flagship yang menjadi ciri khas seri Pura.
Fakta Menarik: Dominasi Huawei dan Pasar Indonesia
Meski baru meluncur di negeri asalnya, kehadiran Pura X Max membawa pesan penting bagi ekosistem teknologi di tanah air:
-
Inovasi Melampaui Batas: Huawei membuktikan bahwa sanksi teknologi tidak menghalangi mereka untuk menjadi yang pertama dalam inovasi hardware. Format wide-style ini dirancang untuk memaksimalkan produktivitas—sangat cocok bagi profesional di Jakarta yang sering melakukan multitasking dokumen atau video conference di perjalanan.
-
Tantangan Bagi Kompetitor: Kehadiran Pura X Max diprediksi akan memaksa Samsung untuk segera merespons dengan desain yang lebih segar pada lini Galaxy Z Fold berikutnya. Sementara itu, bagi pecinta Apple di Indonesia, kabar ini semakin mempertebal rasa penasaran kapan “iPhone Fold” akan benar-benar menampakkan diri.
-
Kedaulatan Chipset: Penggunaan Kirin 9030 Pro menunjukkan bahwa kemandirian semikonduktor China semakin matang, memberikan alternatif bagi konsumen yang mulai melirik teknologi di luar ekosistem Snapdragon atau Apple Silicon.
Catatan Penting bagi Konsumen Indonesia
Hingga saat ini, Huawei belum memberikan lampu hijau terkait distribusi resmi Pura X Max ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Anda yang sudah tidak sabar dan berencana membeli melalui jalur tidak resmi (jastip atau impor mandiri), ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:
-
Layanan Purnajual: Klaim garansi resmi tidak akan berlaku di pusat servis Huawei Indonesia.
-
Registrasi IMEI: Anda harus bersiap dengan biaya pajak cukai dan registrasi IMEI agar perangkat bisa menangkap sinyal operator lokal.
-
Layanan Digital: Perlu diingat bahwa perangkat Huawei versi China tidak dibekali Google Mobile Services secara native, sehingga memerlukan penyesuaian khusus untuk penggunaan harian di ekosistem digital Indonesia.
Huawei Pura X Max bukan sekadar ponsel; ia adalah simbol bahwa perlombaan layar lipat kini memasuki babak baru yang lebih lebar dan lebih tajam. Menurut kamu, apakah format layar lebar seperti Pura X Max lebih fungsional dibandingkan desain ponsel lipat yang ada saat ini?
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar