Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Apps » Friendster Kembali Hadir, Jadi Platform Media Sosial Anti Mainstream

Friendster Kembali Hadir, Jadi Platform Media Sosial Anti Mainstream

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, CaliforniaBagi warganet yang tumbuh besar di awal era 2000-an, nama Friendster tentu bukan sekadar situs web biasa. Platform ini adalah gerbang nostalgia sekaligus saksi bisu awal mula kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial.

Nah, setelah resmi menutup operasinya pada Juni 2018 karena kalah bersaing dengan raksasa seperti Facebook, kini Friendster mencoba “bangun dari kubur” dengan napas yang benar-benar baru. Namun, jangan harap kamu akan menemukan fitur Testimonial atau pilihan mengubah background profil seperti dulu.

Ya, Friendster versi masa depan ini hadir dengan filosofi yang berani melawan arus media sosial modern. Apa aja sih?

Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma

Di saat platform lain berlomba-lomba membuat kita kecanduan dengan infinite scroll dan algoritma yang agresif, Friendster justru memilih jalan sepi. Platform ini mengklaim tidak lagi menggunakan algoritma untuk mengatur apa yang dilihat.

Beberapa poin unik dari “Friendster Baru” ini antara lain:

  • Fokus pada Koneksi Nyata: Tidak ada sistem rekomendasi yang memaksa pengguna terus menatap layar. Fokus utamanya adalah menjaga kualitas hubungan, bukan kuantitas waktu layar (screen time).

  • Privasi sebagai Prioritas: Pengembang menyatakan tidak akan menjual data pengguna dan platform ini beroperasi tanpa iklan sama sekali.

  • Model Bisnis Mandiri: Sang pengembang, Mike Carson, menyebut ia tidak mengejar profit besar dan berharap platform ini setidaknya bisa membiayai operasionalnya sendiri. Ke depan, ada wacana fitur premium berbayar, namun hal itu belum menjadi fokus utama.

Satu hal yang paling radikal dari Friendster versi Mike Carson adalah cara kita menambah teman. Pengguna tidak bisa lagi sekadar mengetik nama orang asing lalu menekan tombol add friend.

Koneksi hanya bisa terjalin jika kedua orang berada di lokasi yang sama secara fisik. Dengan memanfaatkan teknologi pada perangkat untuk terhubung langsung, sistem ini memastikan bahwa setiap teman di Friendster adalah orang nyata yang memang pernah kamu temui secara langsung. Mike Carson merancang konsep ini agar proses berteman kembali ke akarnya: interaksi tatap muka.

Nostalgia Friendster di Indonesia

Mengapa kembalinya Friendster terasa begitu spesial bagi publik Tanah Air? Sebelum Facebook mendominasi, Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Friendster di dunia. Nostalgia mengganti lagu di profil atau menunggu kiriman Testi menjadi memori kolektif generasi milenial Indonesia.

Di tengah isu kesehatan mental akibat tekanan media sosial di Indonesia, kehadiran platform yang “tenang” dan tanpa dorongan untuk terus aktif menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang mulai lelah dengan hiruk-pikuk konten yang tak berujung.

Jauh mundur ke belakang, didirikan di California pada 2002, Friendster sempat dibeli oleh perusahaan Malaysia, MOL Global, pada 2009 sebelum akhirnya benar-benar redup. Mike Carson sendiri membeli domain dan merek dagang Friendster yang kedaluwarsa dalam rentang tahun 2023 hingga 2025.

Sayangnya, antusiasme ini harus sedikit tertahan. Saat ini, aplikasi Friendster baru tersedia secara terbatas untuk perangkat iOS dan belum dirilis secara luas di banyak negara, termasuk Indonesia. Belum ada kepastian kapan aplikasi ini akan menyambangi pengguna Android atau versi web.

“Tantangan Friendster saat ini bukan lagi soal menghidupkan nama besar, melainkan membuktikan apakah konsep ‘sosial media lambat’ ini relevan bagi pengguna masa kini yang terbiasa dengan kecepatan tinggi,” demikian ujar Carson dalam blog-nya.

Akankah Friendster berhasil menjadi pelarian bagi mereka yang rindu akan ketenangan, atau justru tenggelam karena syarat “harus bertemu” yang terlalu berat? Hanya waktu yang bisa menjawab.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • iOS 27 update iPhone

    iOS 27 Bikin iPhone Bisa Pilih AI Selain ChatGPT

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Apple nampaknya mulai melunak dengan kebijakan “taman tertutup” yang selama ini menjadi ciri khasnya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini sedang menyiapkan perubahan fundamental untuk Apple Intelligence pada iOS 27. Jika selama ini ChatGPT menjadi pemain tunggal yang terintegrasi secara mendalam, nantinya pengguna iPhone diprediksi bisa memilih model AI favorit […]

  • Windows 11 logo

    Personalisasi Windows 11 Kini Lebih Mudah dengan Themes Terbaru

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Washington – Kabar baik bagi pengguna Windows 11 yang gemar mengutak-atik tampilan desktop. Microsoft baru saja memperkenalkan bagian khusus Themes di dalam Microsoft Store. Lewat fitur ini, pengguna bisa menemukan ratusan tema pilihan, mulai dari wallpaper, skema warna, hingga elemen visual lainnya yang bisa diunduh dan dipasang hanya dengan satu klik. Kehadiran menu ini bertujuan […]

  • Kantor Meta

    Meta Resmi Gunakan Foto Pengguna Facebook dan Instagram untuk Latih Model AI Terbaru

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Bagi para pengguna Instagram dan Facebook, setiap foto liburan, potret estetik, hingga unggahan keseharian yang dibagikan ke media sosial ternyata punya fungsi baru. Bukan lagi sekadar untuk mendulang likes, konten-konten tersebut kini resmi menjadi “bahan bakar” mentah untuk melatih kecerdasan buatan (AI) milik Meta. Meta mengumumkan pembaruan kebijakan privasi yang menyatakan bahwa […]

  • Samsung Messages discontinue

    Samsung Messages Resmi Dihentikan, Ini Dampaknya untuk Pengguna Galaxy

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Samsung memastikan bahwa aplikasi pesan bawaannya, Samsung Messages, akan segera dihentikan. Aplikasi yang selama ini menjadi salah satu fitur standar di ponsel Galaxy itu dijadwalkan berakhir pada Juli 2026, setidaknya untuk pasar Amerika Serikat. Langkah ini sebenarnya tidak datang tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung sudah mulai menggeser peran aplikasi pesannya dan […]

  • Solusi Keselamatan Berkendara

    Peneliti Ini Ciptakan Solusi Keselamatan Berkendara dan Penerbangan di Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Teknoloji, Michigan – Berkendara dalam kondisi cuaca ekstrem kerap menjadi pengalaman menegangkan, terutama karena ancaman yang tidak selalu terlihat oleh mata. Di negara beriklim empat musim, salah satu yang paling berbahaya adalah black ice, lapisan es tipis yang tampak seperti permukaan jalan basah, namun dapat membuat ban kendaraan kehilangan traksi dalam sekejap. Risiko serupa juga […]

  • Google Pixel 10a lead

    Google Pixel 10a Hadir dengan Material Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Google kembali merilis lini ponsel kelas menengahnya melalui Pixel 10a, dengan fokus besar pada keberlanjutan lingkungan. Perangkat ini diklaim menggunakan material daur ulang lebih banyak dibandingkan model Pixel a-series sebelumnya. Namun di sisi lain, spesifikasinya masih sangat mirip dengan Pixel 9a, sehingga peningkatan utama justru datang dari aspek desain berkelanjutan dan […]

expand_less