Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Apps » Friendster Kembali Hadir, Jadi Platform Media Sosial Anti Mainstream

Friendster Kembali Hadir, Jadi Platform Media Sosial Anti Mainstream

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California – Bagi warganet yang tumbuh besar di awal era 2000-an, nama Friendster tentu bukan sekadar situs web biasa. Platform ini adalah gerbang nostalgia sekaligus saksi bisu awal mula kegandrungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial.

Nah, setelah resmi menutup operasinya pada Juni 2018 karena kalah bersaing dengan raksasa seperti Facebook, kini Friendster mencoba “bangun dari kubur” dengan napas yang benar-benar baru. Namun, jangan harap kamu akan menemukan fitur Testimonial atau pilihan mengubah background profil seperti dulu.

Ya, Friendster versi masa depan ini hadir dengan filosofi yang berani melawan arus media sosial modern. Apa aja sih?

Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma

Di saat platform lain berlomba-lomba membuat kita kecanduan dengan infinite scroll dan algoritma yang agresif, Friendster justru memilih jalan sepi. Platform ini mengklaim tidak lagi menggunakan algoritma untuk mengatur apa yang dilihat.

Beberapa poin unik dari “Friendster Baru” ini antara lain:

  • Fokus pada Koneksi Nyata: Tidak ada sistem rekomendasi yang memaksa pengguna terus menatap layar. Fokus utamanya adalah menjaga kualitas hubungan, bukan kuantitas waktu layar (screen time).

  • Privasi sebagai Prioritas: Pengembang menyatakan tidak akan menjual data pengguna dan platform ini beroperasi tanpa iklan sama sekali.

  • Model Bisnis Mandiri: Sang pengembang, Mike Carson, menyebut ia tidak mengejar profit besar dan berharap platform ini setidaknya bisa membiayai operasionalnya sendiri. Ke depan, ada wacana fitur premium berbayar, namun hal itu belum menjadi fokus utama.

Satu hal yang paling radikal dari Friendster versi Mike Carson adalah cara kita menambah teman. Pengguna tidak bisa lagi sekadar mengetik nama orang asing lalu menekan tombol add friend.

Koneksi hanya bisa terjalin jika kedua orang berada di lokasi yang sama secara fisik. Dengan memanfaatkan teknologi pada perangkat untuk terhubung langsung, sistem ini memastikan bahwa setiap teman di Friendster adalah orang nyata yang memang pernah kamu temui secara langsung. Mike Carson merancang konsep ini agar proses berteman kembali ke akarnya: interaksi tatap muka.

Nostalgia Friendster di Indonesia

Mengapa kembalinya Friendster terasa begitu spesial bagi publik Tanah Air? Sebelum Facebook mendominasi, Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Friendster di dunia. Nostalgia mengganti lagu di profil atau menunggu kiriman Testi menjadi memori kolektif generasi milenial Indonesia.

Di tengah isu kesehatan mental akibat tekanan media sosial di Indonesia, kehadiran platform yang “tenang” dan tanpa dorongan untuk terus aktif menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang mulai lelah dengan hiruk-pikuk konten yang tak berujung.

Jauh mundur ke belakang, didirikan di California pada 2002, Friendster sempat dibeli oleh perusahaan Malaysia, MOL Global, pada 2009 sebelum akhirnya benar-benar redup. Mike Carson sendiri membeli domain dan merek dagang Friendster yang kedaluwarsa dalam rentang tahun 2023 hingga 2025.

Sayangnya, antusiasme ini harus sedikit tertahan. Saat ini, aplikasi Friendster baru tersedia secara terbatas untuk perangkat iOS dan belum dirilis secara luas di banyak negara, termasuk Indonesia. Belum ada kepastian kapan aplikasi ini akan menyambangi pengguna Android atau versi web.

“Tantangan Friendster saat ini bukan lagi soal menghidupkan nama besar, melainkan membuktikan apakah konsep ‘sosial media lambat’ ini relevan bagi pengguna masa kini yang terbiasa dengan kecepatan tinggi,” demikian ujar Carson dalam blog-nya.

Akankah Friendster berhasil menjadi pelarian bagi mereka yang rindu akan ketenangan, atau justru tenggelam karena syarat “harus bertemu” yang terlalu berat? Hanya waktu yang bisa menjawab.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Perusahaan Spyware

    Sadap Puluhan Pejabat, Bos Perusahaan Spyware Dijatuhi Vonis 126 Tahun Penjara

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Teknoloji, Athena – Pengadilan di Athena, Yunani, pada Kamis waktu setempat menyatakan pendiri perusahaan spyware pengawasan digital Intellexa dan tiga orang lainnya bersalah atas pelanggaran data pribadi pada periode 2020-2021. Putusan ini menjadi perkembangan terbaru dalam skandal penyadapan yang mengguncang politik Yunani sejak 2022. Seperti dilansir Reuters, Kamis (26/2/2026), kasus ini mencuat setelah jurnalis keuangan […]

  • iPhone fold video

    Video Render iPhone Fold Bikin Geger!

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Minggu lalu, jagat maya sempat ramai dengan bocoran gambar CAD yang diduga kuat sebagai iPhone Fold alias iPhone lipat pertama dari Apple. Belum reda kehebohannya, hari ini muncul sebuah video yang memperlihatkan perangkat tersebut dari berbagai sudut yang lebih detail. Keren? Pasti. Tapi pertanyaannya: Apakah ini asli? Sebelum kamu terlalu bersemangat, […]

  • Redmi Note 15 5G lead

    Bocoran Resmi Redmi Note 15 5G: Ditenagai Snapdragon 6 Gen 3

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Shenzhen – Setelah beberapa hari lalu sempat “menggoda” para Mi Fans dengan bocoran kamera 108MP dan baterai jumbo 5.520 mAh, Redmi akhirnya membuka kartu as berikutnya untuk seri Redmi Note 15 5G. Kali ini, informasi yang diungkap adalah salah satu komponen paling vital: Chipset. Ya, Redmi secara resmi mengonfirmasi bahwa Redmi Note 15 5G akan […]

  • GameSir GameHub oke

    GameSir Siapkan Emulator Windows untuk macOS

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Teknoloji, Guangzhou – Perusahaan periferal gaming asal Hong Kong, GameSir, berencana menambah pilihan baru melalui versi macOS dari emulator Windows miliknya yang sebelumnya hadir di Android. Sebelumnya, pengguna Mac selama beberapa tahun terakhir sudah memiliki beberapa opsi untuk menjalankan game Windows, seperti CrossOver dan Game Porting Toolkit dari Apple. GameSir selama ini dikenal sebagai produsen […]

  • Vivo V80

    Vivo V80 Rumornya Bakal Rilis Bulan Depan Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Pasar smartphone premium mid-range tampaknya bersiap menyambut standar baru dalam urusan daya tahan baterai. Vivo, yang dikenal konsisten memperbarui lini V-series mereka dua kali setahun, dilaporkan sedang bersiap meluncurkan suksesor terbarunya: Vivo V80. Bocoran terbaru dari informan gadget kenamaan di platform X, Sanju Choudhary, Jumat (10/7/2026), menyebutkan bahwa Vivo V80 dijadwalkan meluncur […]

  • Huawei Watch GT Runner 2

    Huawei Watch GT Runner 2 Resmi Meluncur dengan Fitur Marathon Pintar

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Huawei kembali menyasar segmen olahraga serius lewat peluncuran Watch GT Runner 2 dalam ajang bertajuk “Now is Your Run”. Perangkat ini merupakan penerus Watch GT Runner (2021) dan dirancang khusus dari nol untuk pelari, bukan sekadar smartwatch umum dengan fitur lari tambahan. Dalam peluncurannya, Huawei menjanjikan peningkatan signifikan pada akurasi GPS, insight […]

expand_less