Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Automotive » Peneliti Ini Ciptakan Solusi Keselamatan Berkendara dan Penerbangan di Masa Depan

Peneliti Ini Ciptakan Solusi Keselamatan Berkendara dan Penerbangan di Masa Depan

  • account_circle Fajar Surya
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Michigan – Berkendara dalam kondisi cuaca ekstrem kerap menjadi pengalaman menegangkan, terutama karena ancaman yang tidak selalu terlihat oleh mata. Di negara beriklim empat musim, salah satu yang paling berbahaya adalah black ice, lapisan es tipis yang tampak seperti permukaan jalan basah, namun dapat membuat ban kendaraan kehilangan traksi dalam sekejap. Risiko serupa juga dihadapi dunia penerbangan ketika es terbentuk di sayap atau sensor pesawat tanpa terdeteksi sejak dini.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari University of Michigan mengembangkan sistem sensor ganda yang mampu mendeteksi kondisi es berbahaya jauh sebelum dapat dikenali oleh manusia maupun sensor keselamatan konvensional. Teknologi ini telah diuji pada pesawat riset dan kini mulai diadaptasi untuk penggunaan di jalan raya.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada kombinasi dua teknologi sensor yang saling melengkapi. Sensor pertama berbasis gelombang mikro, dirancang menyatu dengan permukaan bodi kendaraan atau sayap pesawat tanpa mengganggu aerodinamika. Sensor ini bekerja layaknya “kulit elektronik” yang terus memantau permukaan, mendeteksi perubahan kecil saat air mulai membeku atau es mulai terbentuk.

Sensor kedua berfungsi sebagai pengintai kondisi di depan kendaraan. Berbasis laser inframerah, perangkat ini memancarkan beberapa berkas cahaya ke udara untuk menganalisis partikel yang ada di atmosfer. Teknologi ini mampu membedakan kristal es padat yang relatif tidak berbahaya dengan tetesan cairan superdingin, jenis air yang langsung membeku ketika menyentuh permukaan dan sangat berisiko, baik bagi kendaraan maupun pesawat.

Bagi pilot, kemampuan membedakan kabut biasa dan awan berbahaya yang memicu pembentukan es merupakan informasi krusial. Selama ini, data semacam itu belum mudah diperoleh secara real time.

Mengapa Teknologi Ini Penting?

Dalam skala global, es yang tidak terlihat menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan akibat cuaca. Di sektor transportasi darat, lapisan es tipis kerap memicu kecelakaan beruntun karena pengemudi tidak memiliki waktu untuk bereaksi. Di dunia penerbangan, akumulasi es pada sayap dan sensor pesawat juga diketahui dapat menurunkan daya angkat dan mengganggu pembacaan instrumen.

Meskipun Indonesia tidak memiliki musim dingin bersalju seperti negara empat musim, teknologi ini tetap relevan. Hujan lebat, kabut tebal, dan perubahan suhu ekstrem di daerah pegunungan sering kali memicu kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas. Data Korlantas Polri dan berbagai laporan keselamatan jalan menunjukkan bahwa cuaca buruk masih menjadi salah satu faktor dominan kecelakaan lalu lintas di Tanah Air.

Di sektor penerbangan, wilayah udara Indonesia yang luas dengan karakter cuaca tropis yang rentan disambangi awan cumulonimbus dan hujan es di ketinggian tertentu menuntut sistem deteksi kondisi atmosfer yang semakin presisi.

Jika dikembangkan secara komersial, teknologi sensor ini berpotensi mengubah cara kendaraan merespons bahaya. Alih-alih bereaksi setelah kendaraan tergelincir, sistem dapat mendeteksi risiko di depan lebih awal dan secara otomatis menyesuaikan kontrol traksi, sistem pengereman, atau memberikan peringatan kepada pengemudi.

Baca juga: Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

Pendekatan ini sejalan dengan tren advanced driver assistance systems (ADAS) dan pengembangan kendaraan pintar yang kini mulai banyak diterapkan di Indonesia, khususnya pada mobil kelas menengah ke atas. Dalam jangka panjang, integrasi sensor lingkungan yang lebih cerdas juga dapat mendukung pengembangan kendaraan otonom yang aman di berbagai kondisi cuaca.

  • Penulis: Fajar Surya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spesifikasi Tecno Pova 8 Pro Terungkap, Bawa Baterai 6.340 mAh dan Bodi Tipis

    Spesifikasi Tecno Pova 8 Pro Terungkap, Bawa Baterai 6.340 mAh dan Bodi Tipis

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Tecno Pova 8 Pro mulai terlihat dari dokumen sertifikasi global, memberi gambaran awal soal arah perangkat berikutnya di lini Pova. Ya, berdasarkan dokumen TUV Rheinland dan FCC yang dilansir GSM Arena, Senin (18/5/2026),  tercantum model LK7 dengan baterai berkapasitas terukur 6.340 mAh. Angka ini kemungkinan akan dipasarkan sebagai baterai tipikal 6.500 mAh […]

  • Samsung One UI 8

    Samsung One UI Jadi Android Skin Favorit Tahun Ini!

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 42
    • 0Komentar

    San Fransico, Teknoloji – Samsung One UI berhasi menempati urutan teratas sebagai Skin Andorid terbaik tahun ini. Apa sih yang bikin UI ini jadi favorit? Adalah GSM Arena yang telah melakukan voting kepada pembacanya pada minggu lalu. Hingga akhirnya hasil voting dikeluarkan, ternyata menempatkan Samsung One UI sebagai pemenangnya dengan meraup 41% dari total suara, […]

  • Google Ads AI

    Google Mulai Pasang Label Khusus untuk Iklan Hasil Racikan AI

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Pernahkah Teknolojiers melihat iklan produk di internet dengan foto yang tampak begitu sempurna, lalu bertanya-tanya: “Ini foto asli atau hasil buatan kecerdasan buatan (AI)?” Pertanyaan seperti ini tampaknya bakal segera terjawab. Google resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan adanya transparansi pada iklan digital. Raksasa teknologi ini meluncurkan fitur pelabelan otomatis untuk mendeteksi […]

  • Samsung Galaxy Unpacked 2026 ok

    Samsung Umumkan Galaxy Unpacked 2026 Digelar di London

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Teknoloji, London – Teka-teki seputar langkah misterius Samsung yang sempat mengosongkan kanal YouTube resminya tempo hari akhirnya terjawab lunas. Samsung Electronics secara resmi telah menyebarkan undangan global untuk perhelatan akbar mereka yang paling dinanti tahun ini, yaitu Galaxy Unpacked 2026. Kali ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut memilih kota London, Inggris, sebagai panggung utama […]

  • Oppo Find X9 Teaser

    Bocoran Oppo Find X9 Series Muncul, Kamera dan Layar Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Oppo bersiap merilis lini flagship terbarunya pada 21 April mendatang. Dua model yang paling banyak disorot adalah Oppo Find X9 Ultra dan Oppo Find X9s Pro, dengan model Ultra disebut juga akan langsung meluncur ke pasar global pada hari yang sama. Menjelang peluncurannya, bocoran spesifikasi kedua perangkat ini mulai bermunculan dan memberi […]

  • Google Gemini Chrome

    Google Gemini Resmi Hadir di Sidebar Chrome Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Kabar gembira bagi para “penjelajah” dunia maya di Tanah Air. Google secara resmi memperluas ketersediaan asisten cerdasnya, Gemini, ke dalam peramban (browser) Chrome di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari gelombang perluasan kedua di kawasan Asia Pasifik, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara teknologi maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Kini, […]

expand_less