Galaxy S25 Mulai Kebagian One UI 8.5, Bawa Fitur Baru dari Galaxy S26
- account_circle Dara Harun Assegaf
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Samsung Galaxy One UI 8.5 (foto: Ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Seoul – Samsung mulai menggulirkan One UI 8.5 ke lebih banyak perangkat Galaxy. Salah satu model pertama yang mendapat pembaruan ini adalah Galaxy S25 series.
Dalam pengumuman resminya, Samsung menyebut rollout One UI 8.5 dimulai dari Korea pada 6 Mei 2026, lalu menyusul wilayah lain secara bertahap. Daftar perangkat yang masuk gelombang pembaruan mencakup Galaxy S25 series, Galaxy S25 FE, Galaxy S24 series, Galaxy S24 FE, Galaxy Z Fold7, Galaxy Z Flip7, Galaxy Z Fold6, Galaxy Z Flip6, Galaxy Tab S11 series, dan Galaxy Tab S10 series.
Bagi pemilik Galaxy S25, update ini menarik karena membawa sebagian fitur yang sebelumnya hadir lebih dulu di Galaxy S26. Artinya, pengguna tidak harus langsung mengganti perangkat hanya untuk mencoba pengalaman software terbaru Samsung.
Keamanan Jadi Salah Satu Fokus
One UI 8.5 bukan sekadar pembaruan tampilan. Samsung juga menempatkan keamanan dan privasi sebagai salah satu bagian penting dari update ini.
Saat memperkenalkan beta One UI 8.5, Samsung menyebut pembaruan ini memperkuat perlindungan perangkat dan memberi pengguna kontrol yang lebih jelas atas pengaturan keamanan. Salah satu fiturnya adalah Theft Protection, yang dirancang untuk membantu menjaga ponsel dan data pengguna ketika perangkat hilang atau dicuri.
Ada pula Failed Authentication Lock. Fitur ini dapat mengunci layar secara otomatis jika terjadi terlalu banyak upaya verifikasi identitas yang gagal, misalnya melalui sidik jari, PIN, atau password.
Samsung juga menyebut Identity Check kini melindungi lebih banyak pengaturan sensitif. Pendekatan ini penting karena pencurian ponsel tidak hanya soal kehilangan perangkat, tetapi juga risiko akses ke akun, foto, aplikasi keuangan, dan data pribadi lain.
Bukan Cuma Keamanan
Meski sisi keamanan cukup menonjol, One UI 8.5 tetap membawa fokus yang lebih luas. Samsung menyebut update ini juga menghadirkan fitur Galaxy AI terbaru untuk pengalaman komunikasi dan kreativitas di ekosistem Galaxy.
Dengan begitu, pembaruan ini sebaiknya tidak dibaca hanya sebagai patch keamanan. One UI 8.5 lebih tepat dilihat sebagai pembaruan fitur besar yang menyentuh beberapa area: AI, pengalaman penggunaan, konektivitas, dan perlindungan perangkat.
Untuk Galaxy S25, hal ini membuat perangkat flagship tahun lalu tetap terasa relevan. Pengguna mendapat sebagian pengalaman baru dari generasi Galaxy S26 tanpa harus membeli ponsel baru.
Namun, tidak semua fitur selalu tersedia merata di setiap perangkat. Samsung memberi catatan bahwa ketersediaan fitur bisa berbeda tergantung model dan wilayah.
Pengguna di Indonesia Kebagian?
Bagi pengguna Galaxy S25 di Indonesia, kabar ini cukup penting karena memperpanjang nilai pakai perangkat. Smartphone flagship makin sering dibeli bukan hanya karena spesifikasi hardware, tetapi juga karena janji dukungan software yang panjang.
Samsung Indonesia saat ini juga sudah menampilkan lini Galaxy S26 di situs resminya. Ini berarti konteks pembaruan One UI 8.5 menjadi relevan bagi pengguna yang sedang membandingkan apakah perlu naik ke generasi baru atau tetap memakai Galaxy S25.
Jawabannya tentu bergantung kebutuhan. Jika yang dicari adalah beberapa fitur software terbaru, menunggu update One UI 8.5 bisa menjadi langkah yang lebih rasional. Namun jika pengguna membutuhkan peningkatan hardware seperti kamera, performa, atau baterai dari generasi baru, Galaxy S26 tetap punya posisi berbeda.
Untuk mengecek pembaruan, pengguna Galaxy S25 dapat membuka Settings, masuk ke Software update, lalu memilih Download and install. Karena rilis dilakukan bertahap, update bisa saja belum muncul pada hari yang sama untuk semua pengguna.
Pembaruan seperti One UI 8.5 menunjukkan arah industri smartphone yang semakin bergeser. Nilai sebuah perangkat tidak lagi berhenti saat produk diluncurkan, tetapi terus ditentukan oleh seberapa lama produsen memberi fitur baru, patch keamanan, dan pengalaman yang tetap segar.
Untuk pengguna, ini kabar baik. Selama dukungan software berjalan konsisten, membeli flagship tidak lagi harus berarti mengganti ponsel setiap tahun.
- Penulis: Dara Harun Assegaf

Saat ini belum ada komentar