Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Beranda » Geek » John Ternus Resmi Gantikan Tim Cook Sebagai CEO Apple

John Ternus Resmi Gantikan Tim Cook Sebagai CEO Apple

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, California –  Sebuah era baru baru saja dimulai di Cupertino. Setelah hampir 15 tahun menakhodai Apple melalui transformasi raksasa, Tim Cook resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi CEO. Posisi puncak perusahaan paling bernilai di dunia ini akan diserahkan kepada John Ternus, veteran divisi hardware engineering, mulai 1 September 2026.

Lalu, ke mana Tim Cook? Melansir informasi dari Reuters pada Selasa (21/4/2026), Cook tidak benar-benar pergi. Ia akan menduduki posisi Chairman dewan direksi. Langkah ini menandai perubahan kepemimpinan paling signifikan sejak Cook mengambil alih komando dari mendiang Steve Jobs pada 2011 silam.

Siapa John Ternus, Sang Arsitek Hardware?

Nama John Ternus mungkin tidak sepopuler Tim Cook di mata publik luas, namun di kalangan pengamat Apple, ia adalah figur sentral. Bergabung sejak awal tahun 2000-an, Ternus meniti karier di divisi teknik hingga puncaknya memimpin pengembangan MacBook Neo yang fenomenal.

Dikenal sebagai sosok yang perfeksionis dalam menggabungkan desain premium dengan performa tinggi, Ternus membawa angin segar bagi Apple. Dengan usia yang sekitar 15 tahun lebih muda dari Cook, transisi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan regenerasi kepemimpinan di tengah nilai valuasi perusahaan yang kini menyentuh angka fantastis US$4 triliun.

John Ternus dan Tim Cook

John Ternus dan Tim Cook (foto: Apple)

Mengenai tongkat estafet ini, John Ternus merasa bersyukur diberikan kesempatan untuk melanjutkan misi Apple. Menurutnya, sepanjang kariernya di perusahaan tersebut, dirinya pernah berada di bawah bimbingan Steve Jobs dan Tim Cook.

“Saya sangat optimistis dengan apa yang bisa kita capai dalam tahun-tahun mendatang, dan saya senang mengetahui bahwa orang-orang paling berbakat di dunia ada di Apple, dengan tekad untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada diri kita masing-masing. Saya merasa rendah hati bisa mengemban peran ini, dan saya berjanji akan memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah membentuk tempat istimewa ini selama setengah abad,” ujarnya seperti dikutip Teknoloji dari situs resmi Apple, Kamis (23/4/2026).

Apple dan “Magnet” Pengguna di Indonesia

Transisi di markas besar California ini tentu memicu tanya bagi para fanboy dan pengguna Apple di tanah air. Berikut adalah beberapa poin menarik yang relevan dengan kondisi di Indonesia:

  • Loyalitas Tanpa Batas: Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan komunitas pengembang (developer) tercepat di Asia Tenggara melalui program Apple Developer Academy. Kepemimpinan Ternus yang berlatar belakang teknik diprediksi akan semakin memperkuat integrasi hardware-software yang selama ini menjadi alasan utama pengguna Indonesia setia pada ekosistem iPhone dan Mac.

  • Gengsi dan Investasi: Di Indonesia, produk Apple bukan sekadar gadget, melainkan simbol status sekaligus instrumen investasi karena nilai jual kembalinya (resale value) yang cenderung lebih stabil dibandingkan merek lain.

  • Tantangan AI Nasional: Saat ini, pemerintah Indonesia tengah gencar mendorong kedaulatan digital dan adopsi AI. Tantangan besar Ternus adalah memastikan Apple tetap unggul dalam perlombaan AI melawan Google dan Microsoft, terutama dalam menghadirkan fitur pintar yang terlokalisasi bagi pengguna di wilayah berkembang seperti Asia Tenggara.

Apa yang Akan Berubah?

Banyak yang memprediksi gaya kepemimpinan Ternus akan berbeda dari Cook. Jika Tim Cook dikenal sebagai “Master Logistik” yang jenius dalam mengoptimalkan rantai pasok dan efisiensi, Ternus dengan latar belakang engineering mungkin akan membawa Apple kembali ke akar inovasi produk yang lebih radikal.

Namun, hingga saat ini belum ada bocoran resmi mengenai roadmap produk setelah September 2026. Apakah Apple akan lebih agresif masuk ke pasar mobil otonom, kacamata pintar (Smart Glasses), atau justru melakukan perombakan besar pada asisten pintar mereka? Dunia sedang menunggu.

Bagi pengguna setia di Indonesia, transisi ini setidaknya memberikan satu kepastian: Apple tetap dipegang oleh seseorang yang sangat mencintai produk fisik. Jadi, jangan heran jika generasi iPhone dan MacBook mendatang akan membawa kejutan teknis yang lebih berani di bawah sentuhan dingin John Ternus.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • iOS-26.2-Glass-Feature

    Fitur Tersembunyi iOS 26.2 Ini Bikin iPhone Kamu ‘Berkedip’ Saat Ada Notifikasi!

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Apple baru saja meluncurkan iOS 26.2. Di saat semua orang sibuk membicarakan pembaruan canggih pada aplikasi bawaan sistem, ada satu fitur “tersembunyi” yang justru mungkin paling berguna buat keseharian kita—terutama buat kamu yang sering kelewatan notifikasi. Selain perbaikan rutin pada Reminders, Podcasts, dan Apple Music, update kali ini membawa cara baru bagi iPhone untuk “berteriak” […]

  • Google Gemini Chrome

    Google Gemini Resmi Hadir di Sidebar Chrome Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Kabar gembira bagi para “penjelajah” dunia maya di Tanah Air. Google secara resmi memperluas ketersediaan asisten cerdasnya, Gemini, ke dalam peramban (browser) Chrome di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari gelombang perluasan kedua di kawasan Asia Pasifik, menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara teknologi maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura. Kini, […]

  • Huawei GT Runner 2

    Gandeng Eliud Kipchoge, Huawei Siap Luncurkan GT Runner 2

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Teknoloji, Shenzhen – Bagi kamu pengguna Huawei Watch GT Runner, siap-siap karna GT Runner 2 akan diluncurkan dalam waktu dekat. Fitur apa sih yang menarik? Ya, Huawei dijadwalkan menggelar acara peluncuran global pada 26 Februari 2026, menghadirkan sejumlah perangkat baru untuk pasar internasional. Salah satu yang paling dinantikan adalah Huawei Watch GT Runner 2, penerus Watch […]

  • Gedung Indosat

    Kinerja Indosat 2025 Tumbuh Positif Sampai Dobel Digit!

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IDX: ISAT) mengawali 2026 dengan momentum yang solid setelah menutup kuartal terakhir 2025 dengan kinerja keuangan yang menguat. Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar 9% (quarter-on-quarter) menjadi Rp15,36 triliun. Tak hanya pendapatan, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk […]

  • Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Teknoloji, Seoul – Kabar gembira buat kamu yang masih ragu beralih ke mobil listrik (EV) karena takut baterai cepat habis atau drop saat cuaca dingin. Sekelompok ilmuwan jenius dari Korea Selatan baru saja mengumumkan terobosan besar. Tim gabungan dari POSTECH, KAIST, dan Gyeongsang National University berhasil mengembangkan teknologi baterai logam lithium “tanpa anoda” (anode-free). Klaimnya […]

  • Mercedes-Benz CLA 2026

    Mercedes-Benz CLA 2026: Entry-Level yang Justru Paling Canggih

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Teknoloji, Stuttgard – Biasanya, Mercedes-Benz punya aturan main yang saklek: teknologi paling mutakhir itu jatahnya S-Class atau mobil-mobil flagship mereka yang harganya selangit. Nanti, baru sisa-sisa teknologinya “diturunkan” ke model yang lebih murah setelah balik modal. Tapi, aturan itu resmi dibuang ke tong sampah. Mercedes kini memasuki era baru yang lebih egaliter lewat Mercedes-Benz CLA […]

expand_less