Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Telecommunication » Samsung Uji Teknologi 6G yang Kecepatannya Tembus 3 Gbps

Samsung Uji Teknologi 6G yang Kecepatannya Tembus 3 Gbps

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Suwon – Samsung mengumumkan keberhasilan pengujian teknologi kunci yang digadang-gadang menjadi fondasi jaringan 6G di masa depan. Seperti apakah hasil dari pengujian ini?

Seperti diketahui, selain dikenal sebagai produsen smartphone, Samsung juga aktif dalam riset dan pengembangan perangkat jaringan telekomunikasi, bersaing dengan pemain global seperti Ericsson, Nokia, dan Huawei dalam membangun infrastruktur generasi berikutnya.

Dilansir dari GSMArena, Jumat (20/2/2026), dalam uji coba terbaru tersebut, Samsung bekerja sama dengan KT Corporation (operator telekomunikasi asal Korea Selatan) untuk menguji teknologi eXtreme Multiple-Input Multiple-Output (X-MIMO) pada pita frekuensi 7GHz. Hasilnya, sistem ini mampu mencapai kecepatan unduh puncak hingga 3 Gbps menggunakan antena dengan kepadatan sangat tinggi.

Apa Itu X-MIMO dan Mengapa Penting untuk 6G?

Teknologi MIMO (Multiple-Input Multiple-Output) memungkinkan perangkat jaringan menggunakan banyak antena untuk mengirim dan menerima data secara bersamaan. Versi ekstremnya, X-MIMO, meningkatkan kapasitas ini secara signifikan.

Dalam pengujian tersebut, Samsung berhasil menempatkan jumlah antena empat kali lebih banyak tanpa menambah ukuran fisik perangkat. Artinya, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan tanpa harus memperbesar infrastruktur yang merupakan faktor penting untuk efisiensi biaya dan implementasi di lapangan.

Selain itu, pita frekuensi 7GHz dianggap ideal untuk 6G karena menawarkan keseimbangan antara kapasitas data dan jangkauan sinyal. Frekuensi ini berada di spektrum menengah tinggi yang mampu memberikan kecepatan tinggi tanpa keterbatasan jangkauan ekstrem seperti gelombang milimeter (mmWave).

Posisi 6G dalam Peta Teknologi Global

Dalam pengujian, peneliti mengirimkan delapan aliran data simultan dari base station ke perangkat pengguna. KT Corporation berperan dalam mereplikasi kondisi jaringan luar ruangan yang realistis, sehingga hasil uji lebih mendekati skenario penggunaan sebenarnya.

Keberhasilan ini menunjukkan potensi X-MIMO untuk meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan yang merupakan faktor penting dalam mendukung layanan masa depan seperti realitas campuran (XR), kendaraan otonom, hingga kota pintar.

Meski 5G masih dalam tahap ekspansi di banyak negara, riset 6G sudah mulai digarap secara global. Organisasi seperti ITU memperkirakan 6G mulai dikomersialkan sekitar tahun 2030. Teknologi ini diharapkan menghadirkan kecepatan hingga 100 kali lebih cepat dari 5G, latensi ultra-rendah, serta konektivitas masif untuk miliaran perangkat IoT.

Samsung sendiri telah lama berinvestasi dalam riset 6G, termasuk pengembangan spektrum terahertz dan kecerdasan jaringan berbasis AI.

Lalu bagaimana dengan kesiapan Indonesia? Di negeri tercinta kita ini, perkembangan 6G masih berada di tahap pengamatan, mengingat implementasi 5G sendiri belum merata. Hingga 2025, layanan 5G di Indonesia baru tersedia di kota-kota besar dan area tertentu.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital, tantangan utama pengembangan jaringan generasi baru di Indonesia meliputi:

  • ketersediaan spektrum frekuensi,

  • investasi infrastruktur,

  • pemerataan akses di wilayah terpencil.

Namun, dengan pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar pada 2025 (Google, Temasek & Bain), kebutuhan jaringan berkapasitas tinggi akan semakin mendesak. Teknologi seperti X-MIMO dapat menjadi solusi masa depan untuk mendukung kota pintar, industri 4.0, dan layanan publik berbasis digital.

Keberhasilan uji X-MIMO menunjukkan bahwa Samsung berada di jalur yang tepat untuk menjadi pelopor dalam pengembangan jaringan generasi berikutnya. Meski komersialisasi 6G masih beberapa tahun lagi, inovasi seperti ini menandai arah evolusi teknologi telekomunikasi.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan 6G bukan sekadar soal kecepatan internet, tetapi tentang kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung transformasi ekonomi dan sosial di masa depan.

 

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oracle PHK massal

    Oracle Mendadak PHK Massal Karyawan, Tapi Kedapatan Rekrut Tenaga Asing

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Teknoloji, Austin – Oracle tengah menjadi sorotan setelah laporan mengenai gelombang PHK di perusahaan itu muncul hampir bersamaan dengan data yang menunjukkan bahwa raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut masih aktif mengajukan visa kerja H-1B untuk tenaga asing. Dua isu itu, yakni pemangkasan karyawan dan pengajuan visa kerja, langsung memicu respons keras, terutama di kalangan […]

  • digitalisasi bansos ilustrasi orang

    Langkah Mudah dan Aman Cek Status Bansos Secara Online

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta -Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode Mei 2026 kini sedang dipacu oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui sistem digital yang lebih terintegrasi. Bagi yang ingin memastikan apakah sudah terdaftar sebagai penerima manfaat seperti PKH atau bantuan sembako, kini prosesnya jauh lebih transparan dan bisa dilakukan secara mandiri. Untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang […]

  • Infinix XBOOK 15

    Infinix XBOOK 15 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai dari Rp7 Jutaan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Teknoloji, Jakarta – Infinix kembali bermanuver di pasar laptop Tanah Air. Kali ini, mereka memperkenalkan Infinix XBOOK 15, sebuah perangkat yang dirancang spesifik untuk menjawab kebutuhan produktivitas harian—mulai dari mengerjakan tugas kuliah, rapat online, hingga presentasi bisnis—tanpa harus menguras tabungan. Laptop ini hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang mendambakan layar luas dan performa mumpuni dalam […]

  • Apple Ultra

    Jelang Era Ultra, Apple Siapkan iPhone Fold dan MacBook Layar Sentuh

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Jika kamu mengira label “Pro Max” adalah kasta tertinggi di ekosistem Apple, sebaiknya mulailah bersiap untuk standar baru yang lebih prestisius. Raksasa teknologi asal Cupertino dikabarkan tengah menyusun strategi branding ultra-premium yang akan menjadi identitas baru bagi jajaran produk tercanggih mereka. Dalam dua belas bulan ke depan, Apple diprediksi akan memperkenalkan dua […]

  • Wajah AI

    Studi: Banyak Orang Tak Mampu Membedakan Wajah AI dan Manusia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Teknoloji, New South Wales – Kamu yakin bisa mengenali wajah hasil kecerdasan buatan (AI)? Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa keyakinan tersebut mungkin berlebihan. Ya, penelitian yang dilakukan oleh University of New South Wales (UNSW) dan Australian National University (ANU) menemukan bahwa sebagian besar orang kesulitan membedakan wajah manusia asli dengan wajah yang dihasilkan AI, meskipun […]

  • Pavel Durov Telegram

    Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Tidak semua orang rela kehilangan segalanya demi sebuah prinsip. Pavel Durov adalah pengecualian. Di saat banyak pendiri startup bermimpi menjadi miliarder yang disambut negara, Durov justru memilih jalan sepi: meninggalkan tanah kelahirannya, kehilangan perusahaan yang ia bangun, dan hidup tanpa kewarganegaraan, demi satu hal yang baginya tak bisa ditawar: kebebasan. Nama Pavel Durov hampir selalu […]

expand_less