Pavel Durov Tawarkan Program Bayi Tabung dan Warisan Triliunan
- account_circle Dara Asmara
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Dubai – Kelakuan para miliarder teknologi memang sering bikin geleng-geleng kepala. Setelah Elon Musk yang rajin “mencetak” keturunan, kini giliran Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan instan Telegram, yang bikin geger jagat maya.
Pria berusia 41 tahun ini dikabarkan menawarkan biaya program bayi tabung (IVF) gratis bagi wanita yang bersedia menggunakan spermanya. Tawaran ini bukan sekadar donasi biasa, karena ada iming-iming “hadiah” jangka panjang yang fantastis: bagian dari harta kekayaannya yang mencapai US$17 miliar (sekitar Rp270 triliun)!
Kampanye “Bibit Unggul” Gratis?
Melansir laporan dari Wall Street Journal, sebuah klinik fertilitas di Moskow bernama AltraVita meluncurkan kampanye pemasaran yang cukup nyentrik pada musim panas 2024 lalu.
Mereka memajang foto Durov lengkap dengan logo Telegram, mempromosikan “biomaterial” sang miliarder yang diklaim punya kompatibilitas genetik tinggi. Klinik tersebut menawarkan prosedur IVF gratis bagi wanita di bawah usia 37 tahun yang mau menggunakan sperma Durov.
Menariknya, seorang mantan dokter di klinik tersebut membocorkan bahwa wanita yang berminat sebaiknya yang belum menikah. Tujuannya simpel: menghindari keruwetan hukum di kemudian hari. Para kandidat ini juga harus wanita yang berpendidikan tinggi dan sangat sehat.
Janji Warisan Triliunan Rupiah
Apa untungnya selain dapat anak dari CEO teknologi ganteng? Nah, ini bagian paling menariknya.
Dalam sebuah wawancara dan podcast bersama Lex Fridman, Durov menyatakan niatnya untuk membagi harta warisannya secara adil kepada seluruh anak biologisnya.
“Selama mereka bisa membuktikan kesamaan DNA dengan saya, mungkin 30 tahun lagi setelah saya tiada, mereka berhak atas bagian dari aset saya,” ujar Durov.
Saat ini, kekayaan Durov ditaksir mencapai US$17 miliar. Sebagian besar asetnya memang terikat di saham Telegram dan simpanan Bitcoin yang ia beli sejak 2013. Saking seriusnya, Durov bahkan berencana membuka kode DNA-nya (open-source) agar anak-anak biologisnya di seluruh dunia bisa saling menemukan satu sama lain.
Misi Mengatasi “Krisis Sperma” Global
Mungkin kamu bertanya, “Ngapain sih orang kaya repot-repot begini?”
Durov punya alasan yang terdengar mulia. Ia mengklaim langkahnya ini didasari keprihatinan terhadap masalah infertilitas pria dan penurunan kualitas sperma secara global.
“Kekurangan sperma sehat sudah jadi masalah serius di dunia, dan saya bangga bisa ikut ambil bagian untuk membantunya,” tulis Durov di saluran Telegram-nya.
Baca juga: Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram
Ternyata, hobi donasi ini bukan barang baru buat dia. Durov mengaku sudah mulai mendonorkan sperma sejak 2010, awalnya untuk membantu seorang teman. Keterusan, hingga Juli 2024 lalu ia mengungkapkan fakta mengejutkan: ia sudah menjadi ayah biologis dari lebih dari 100 anak yang tersebar di 12 negara!
Elon Musk: “Masih Pemula, Bro!”
Tentu saja, berita ini sampai ke telinga Elon Musk, miliarder yang juga terkenal punya banyak anak (setidaknya 14 orang).
Lewat platform X (Twitter), Musk meledek jumlah anak Durov dengan komentar jenaka: “Rookie numbers lmao – Genghis Khan” (Angka pemula tuh – Genghis Khan). Musk merujuk pada fakta sejarah bahwa Genghis Khan diperkirakan memiliki jutaan keturunan genetik.
Durov pun tak mau kalah dan membalas ledekan itu dengan meme game StarCraft bertuliskan: “SPAWN MORE OVERLORDS.”
Gimana menurutmu? Tertarik ikut “sayembara” ala Sultan Telegram ini?
- Penulis: Dara Asmara

Saat ini belum ada komentar