Tesla Siapkan Teknologi Internet Starlink di Atas Atap Mobil
- account_circle Dara Asmara
- calendar_month Minggu, 28 Des 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Texas – Tesla tampaknya tengah menyiapkan solusi untuk salah satu mimpi buruk terbesar para pengemudi jarak jauh dan warga daerah terpencil: sinyal yang tiba-tiba hilang. Sebuah paten terbaru mengungkap bahwa perusahaan milik Elon Musk ini sedang memikirkan ulang desain atap mobil yang bukan sekadar soal estetika, tapi soal konektivitas.
Alih-alih menggunakan material konvensional seperti logam atau kaca, Tesla ingin menggantinya dengan bahan khusus yang memungkinkan sinyal satelit menembus langsung ke dalam kabin.
Dalam dokumen paten bernomor U.S. 2025/0368267, Tesla menjelaskan konsep atap kendaraan berbahan polimer transparan terhadap frekuensi radio (radio frequency/RF-transparent). Singkatnya, atap mobil bukan lagi sekadar pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga “jendela” bagi data.
Selama ini, material atap mobil, termasuk kaca khusus, justru bisa menjadi penghalang bagi sinyal frekuensi tinggi yang dibutuhkan koneksi internet satelit. Tesla ingin memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan campuran polimer berkekuatan tinggi seperti polycarbonate, ABS, dan ASA.
Material ini bukan plastik biasa. Di industri kedirgantaraan, bahan-bahan tersebut dikenal ringan, kuat, dan tahan kondisi ekstrem. Tesla bahkan merancang struktur atap berlapis empat yang tetap kokoh, kedap suara, dan aman, sambil tetap “ramah” terhadap sinyal satelit.
Target Sesungguhnya: Starlink
Salah satu kekhawatiran terbesar tentu soal keselamatan. Tesla secara eksplisit menyebut bahwa desain atap ini tetap memenuhi standar keselamatan federal Amerika Serikat (FMVSS), termasuk perlindungan saat mobil terguling.
Artinya, meski berbahan polimer, atap ini dirancang agar tetap sekuat atap konvensional. Tantangan Tesla cukup rumit: membuat atap yang “tak terlihat” bagi sinyal satelit, namun tetap solid untuk melindungi penumpang.
Jika ditarik lebih jauh, tujuan utama inovasi ini hampir pasti mengarah ke Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX. Dengan mengintegrasikan konektivitas satelit langsung ke struktur mobil, Tesla berpotensi menghapus zona tanpa sinyal sepenuhnya.
Bayangkan berkendara di pegunungan terpencil, padang pasir, atau area off-grid—mobil tetap online tanpa bergantung pada menara seluler. Bukan cuma soal streaming film di tengah alam, tapi juga soal masa depan kendaraan otonom.
Untuk ambisi Robotaxi, koneksi yang stabil adalah kunci. Armada kendaraan tanpa pengemudi membutuhkan jalur komunikasi yang selalu aktif untuk pemantauan jarak jauh, pembaruan perangkat lunak, dan koordinasi sistem. Internet satelit bisa menjadi “jaring pengaman” ketika jaringan seluler tak lagi bisa diandalkan.
Baca juga: Baterai Tanpa Anoda Ini Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Makin Jauh
Menariknya, beberapa pemilik Tesla sebelumnya sudah mencoba solusi kreatif dengan menaruh antena Starlink Mini di bawah atap kaca mobil mereka, hasilnya beragam. Paten ini memberi sinyal bahwa Tesla siap menghadirkan solusi resmi yang jauh lebih rapi dan terintegrasi langsung dari pabrik.
Meski paten tidak selalu berujung pada produk massal, langkah ini menunjukkan arah yang jelas: Tesla ingin mobilnya menjadi kendaraan paling terkoneksi di dunia, bahkan saat berada jauh dari peradaban dan tanpa satu pun menara sinyal di sekitarnya.
- Penulis: Dara Asmara

Saat ini belum ada komentar