Mercedes-Benz CLA 2026: Entry-Level yang Justru Paling Canggih
- account_circle Dara Asmara
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teknoloji, Stuttgard – Biasanya, Mercedes-Benz punya aturan main yang saklek: teknologi paling mutakhir itu jatahnya S-Class atau mobil-mobil flagship mereka yang harganya selangit. Nanti, baru sisa-sisa teknologinya “diturunkan” ke model yang lebih murah setelah balik modal. Tapi, aturan itu resmi dibuang ke tong sampah.
Mercedes kini memasuki era baru yang lebih egaliter lewat Mercedes-Benz CLA 2026. Sebagai model entry-level (baca: paling terjangkau) di pasar Amerika, mobil ini justru ditunjuk jadi pionir teknologi masa depan Mercy, melangkahi kakak-kakaknya yang lebih mahal.
Belajar dari Kesalahan EQ
Jujur saja, strategi seri “EQ” (seperti EQS sedan) kemarin kurang nendang. Desainnya terlalu “telur” demi aerodinamika, dan penjualannya pun tak sesuai harapan. Mercedes sadar akan hal ini dan memutuskan untuk banting setir.
CLA 2026 hadir dengan pendekatan berbeda. Mobil ini dibangun di atas platform baru bernama Mercedes Modular Architecture (MMA). Meski fokus utamanya adalah mobil listrik (EV), platform ini masih mengakomodasi mesin hybrid.
Secara desain, CLA baru ini tetap terlihat seperti… mobil normal yang ganteng. Tidak ada lagi bentuk aneh demi mengejar koefisien drag. Desainnya sporty, dengan atap rendah, dan dimensi yang sedikit lebih besar dari generasi sebelumnya (lebih panjang 1,3 inci). Meski terlihat konvensional, aerodinamikanya tetap juara dengan koefisien drag 0,21—hampir menyamai EQS yang bentuknya jauh lebih futuristik.
Gril Bertabur Bintang (Harfiah!)

Salah satu fitur desain yang bakal bikin orang menoleh adalah gril depannya. Karena mobil listrik butuh pendinginan lebih sedikit, desainer Mercy mengubah gril depan menjadi panel bercahaya dengan pola 142 logo bintang khas Mercedes.
Lampu depan dan belakangnya juga punya motif bintang yang senada. Tenang, ini bukan logo perusahaan yang ditempel sembarangan, jadi aman dari regulasi ketat di Jerman.
Jeroan Flagship: Baterai dan Charging 800-Volt
Ini bagian yang paling menarik. Di balik kulitnya, Mercedes-Benz CLA 2026 membawa teknologi yang biasanya cuma ada di mobil listrik ultra-mahal seperti Porsche Taycan atau Audi e-tron GT.
- Sistem 800-Volt: CLA baru ini sudah mendukung sistem kelistrikan 800-volt. Artinya? Ngecas jadi super ngebut. Mercy mengklaim mobil ini bisa menelan daya DC hingga 320 kW. Cukup colok 10 menit, kamu bisa dapat jarak tempuh sekitar 300 km (186 mil)!
- Port NACS Bawaan: Untuk pasar Amerika, mobil ini sudah langsung pakai port standar Tesla (NACS). Jadi bisa langsung colok di Supercharger tanpa perlu adaptor ribet.
- Transmisi 2-Speed: Mengikuti jejak Porsche Taycan, motor listrik di roda belakang CLA menggunakan transmisi dua percepatan. Gigi 1 untuk akselerasi responsif di lampu merah, Gigi 2 untuk efisiensi saat cruising di jalan tol.
- Baterai Pintar: Menggunakan kimia nikel-mangan-kobalt (NMC) dengan anoda silikon, kepadatan energinya naik 20%.
Untuk varian tertingginya, CLA 350 4Matic, tenaga yang dihasilkan mencapai 349 hp dengan akselerasi 0-100 km/jam di bawah 5 detik.
Interior: Pesta Layar dan AI
Masuk ke dalam kabin, nuansa high-tech makin terasa. Generasi keempat MBUX (sistem infotainment Mercy) hadir dengan “dinding layar” yang membentang di dasbor, termasuk layar khusus untuk penumpang depan.

Tapi bintang utamanya adalah MB.OS (Mercedes-Benz Operating System). Sistem operasi baru ini mengintegrasikan Google Maps secara mendalam—bukan sekadar nempel via Android Auto, tapi benar-benar menggunakan data Google untuk merencanakan rute dan perhentian charging.
Fitur AI? Tentu ada. Integrasi ChatGPT dan Google Gemini sudah built-in. Kamu bisa tanya apa saja, mulai dari trivia iseng (“Kamar apa yang gak punya dinding?”) sampai rekomendasi restoran, cukup dengan bilang “Hey Mercedes”.
Verdict: Masa Depan Mercedes Dimulai dari Bawah
Mercedes-Benz CLA 2026 membuktikan bahwa Mercedes telah belajar banyak. Mereka tidak lagi memaksakan desain futuristik yang aneh, tapi fokus pada efisiensi, kecepatan charging, dan software yang matang.
Meski CLA jadi “kelinci percobaan” pertama untuk teknologi ini, ke depannya platform MMA ini juga akan dipakai untuk model SUV favorit sejuta umat seperti GLA dan GLB.
Jadi, kalau kamu mengira mobil “murah” Mercedes cuma jual logo, Mercedes-Benz CLA 2026 siap membuktikan kalau kamu salah besar.
- Penulis: Dara Asmara

Saat ini belum ada komentar