Ford Gandeng Renault untuk Bikin Mobil Listrik Murah
- account_circle Fajar Surya
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Paris – Persaingan pasar mobil listrik (EV) di Eropa makin panas, terutama dengan gempuran merek-merek Tiongkok yang menawarkan harga miring. Merespons hal ini, dua raksasa otomotif, Ford dan Renault, memutuskan untuk berhenti saling sikut dan justru bergandengan tangan.
Keduanya baru saja resmi meneken kerja sama strategis untuk memproduksi mobil listrik yang lebih terjangkau dan praktis, khusus untuk pasar Benua Biru.
Pembagian Tugas: Mesin Renault, Rasa Ford
Skema kerja samanya cukup menarik. Renault akan memproduksi dua model mobil listrik baru untuk Ford menggunakan platform EV Ampere milik mereka. Produksinya sendiri akan dilakukan di pusat ElectriCity Renault di Prancis utara.
Lantas, apa peran Ford? Ford akan bertanggung jawab penuh pada sektor desain, tuning performa, dan memastikan “rasa” berkendaranya tetap khas Ford. Jadi, meskipun “tulangnya” buatan Renault, “jiwanya” tetap Ford.
Mengapa Harus Kolaborasi?
Langkah ini bisa dibilang sebagai taktik “survival” atau bertahan hidup bagi pemain lama (legacy automakers).
- Bagi Ford: Mereka mendapatkan akses instan ke platform EV yang sudah teruji dan hemat biaya, tanpa harus membakar duit triliunan dan waktu bertahun-tahun untuk riset dari nol.
- Bagi Renault: Pabrik perakitan mereka akan jadi lebih sibuk dan produktif, yang tentunya bagus untuk bisnis.
Keuntungan Buat Konsumen
Jika Anda mengikuti perkembangan dunia otomotif, kolaborasi ini adalah kabar baik. Konsumen di Eropa berpotensi mendapatkan mobil dengan desain gagah dan karakter mengemudi Ford yang solid, tapi dengan harga yang lebih masuk akal berkat efisiensi produksi Renault. Ini solusi pas bagi mereka yang ingin beralih ke mobil listrik tapi enggan merogoh kocek terlalu dalam.
Selain mobil penumpang, kedua pabrikan ini juga menandatangani Letter of Intent untuk menjajaki pembuatan van listrik komersial. Ini jelas angin segar bagi pelaku bisnis logistik dan armada angkutan.
Kapan Meluncur?
Mobil listrik pertama berlogo Ford hasil “perkawinan” dengan Renault ini diprediksi baru akan mengaspal pada awal 2028.
Bagi pengamat industri (termasuk kita di Indonesia), aliansi ini menunjukkan betapa cepatnya peta industri otomotif berubah. Para pemain besar kini sadar bahwa untuk melawan kompetitor baru yang agresif, kolaborasi lebih menguntungkan daripada kompetisi sendirian.
Jika proyek 2028 ini sukses, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak model hasil kolaborasi antar-pabrikan di masa depan, demi menghadirkan mobil listrik yang makin murah dan canggih ke pasaran.
- Penulis: Fajar Surya

Saat ini belum ada komentar