Tips & Trick
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Technology » Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

Era Streaming Bikin Lagu Zaman Now Makin Simpel dan Narsis

  • account_circle Dara Harun Assegaf
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Paris – Pernah nggak sih kamu merasa kalau lagu-lagu zaman now liriknya cuma diulang-ulang dan kurang puitis dibanding lagu jadul? Atau mungkin kamu sering dengar orang tua (atau bahkan diri sendiri) ngomel, “Duh, lagu sekarang liriknya nggak ada maknanya!”

Tenang, itu bukan cuma perasaan kamu atau tanda kalau kamu makin tua dan cranky. Sebuah studi ilmiah terbaru memvalidasi perasaan tersebut: lirik lagu memang berubah drastis dalam 40 tahun terakhir.

Ya, sebuah tim peneliti dari Eropa baru saja menerbitkan hasil analisis mereka terhadap lebih dari 12.000 lagu berbahasa Inggris. Mereka membedah lagu-lagu dari genre Rap, Country, Pop, R&B, hingga Rock yang rilis antara tahun 1980 sampai 2020.

Hasilnya? Cukup menohok.

  • Kosa Kata Makin Sederhana: Lirik lagu zaman now cenderung menggunakan kata-kata yang lebih mudah dan repetitif (diulang-ulang) dibanding era sebelumnya. Jauh beda kalau dibandingkan era Bob Dylan yang liriknya saking puitisnya sampai dapat Nobel Sastra.
  • Lebih Emosional & Marah: Tren lirik yang positif dan ceria makin menurun. Gantinya? Lirik yang mengekspresikan kemarahan, kesedihan, atau rasa muak justru naik daun.
  • “Aku, Aku, dan Aku”: Lagu modern terbukti lebih terobsesi pada diri sendiri (self-obsessed). Kata ganti seperti “me” (aku) atau “mine” (milikku) jauh lebih sering muncul sekarang dibanding 4 dekade lalu.

Kenapa Bisa Begitu? Salah Algoritma?

Eva Zangerle, peneliti senior dari University of Innsbruck, Austria, menolak menyalahkan satu artis tertentu. Menurutnya, perubahan lirik ini adalah “cermin masyarakat” yang berubah seiring waktu.

Tapi faktor terbesarnya? Cara kita mendengarkan musik. Dulu di tahun 80-90an, orang beli kaset atau CD untuk didengarkan satu album penuh. Sekarang? Kita hidup di era streaming dan algoritma.

“10 sampai 15 detik pertama sangat menentukan apakah kita bakal lanjut dengar atau langsung skip lagunya,” ujar Zangerle.

Karena persaingan makin ketat dan orang cenderung mendengarkan musik hanya sebagai background noise (sambil kerja atau main HP), lagu dengan chorus yang banyak dan lirik simpel jadi lebih laku.

Singkatnya: Lirik yang simpel itu lebih gampang nempel di otak. Kalau gampang diingat, kemungkinan besar lagunya bakal viral.

Selain itu, studi ini juga menemukan fakta unik per genre:

  • Rap: Ini adalah genre yang paling menunjukkan kenaikan tingkat “kemarahan” dan repetisi. Masuk akal sih, karena Rap memang genre yang punya jumlah baris lirik paling banyak.
  • Rock: Genre ini agak sedih. Data pencarian lirik di situs Genius menunjukkan kalau fans Rock lebih sering mencari lirik lagu-lagu tua dibanding lagu baru. Ini mengindikasikan kalau genre Rock mungkin sedang turun pamor dan fansnya lebih suka bernostalgia ke masa kejayaan genre tersebut.

Jadi, kalau besok-besok kamu merasa lirik lagu di radio isinya cuma pengulangan kata yang sama, kamu nggak salah. Industri musik memang sengaja mendesainnya begitu supaya pesannya nyangkut di kepala kamu yang super sibuk itu.

  • Penulis: Dara Harun Assegaf

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengguna Claude Code (Ilustrasi: WenHao Yu).

    Bikin Alibaba Was-was, Claude Code Besutan Anthropic Diduga Punya Fitur Deteksi Pengguna di China

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Teknoloji, China – Peta persaingan alat bantu pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI coding tool) kembali memanas. Namun, kali ini sorotan utamanya bukan soal adu kecanggihan fitur, melainkan isu sensitif seputar kedaulatan data dan privasi digital. Alat coding berbasis AI milik Anthropic, Claude Code, mendadak menjadi perbincangan hangat global setelah ditemukannya mekanisme tersembunyi yang dapat menandai […]

  • Mac Mini M4

    Apple Pensiunkan Mac mini M4 Kapasitas 256GB?

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Teknoloji, California –  Kabar mengejutkan datang bagi yang sedang menimbang-nimbang untuk meminang desktop mungil andalan Apple. Per 4 Mei 2026, varian Mac mini M4 dengan kapasitas penyimpanan 256GB dikabarkan telah menghilang dari daftar opsi pembelian di halaman produk resmi Apple. Penyesuaian “diam-diam” ini pertama kali terdeteksi melalui pantauan di situs web resmi Apple, di mana […]

  • Digitalisasi bansos ilustrasi ok

    Digitalisasi Bansos Meluas, Apakah Keamanan Data Masyarakat Sudah Siap?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, Teknoloji – Pemerintah memperluas proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) pada 2026 ke 41 kabupaten/kota di 25 provinsi. Menariknya, sekitar 78% lokasi piloting berada di luar Pulau Jawa yang diyakini menjadi sebuah langkah strategis untuk memastikan transformasi layanan publik menjangkau wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses dan infrastruktur digital. Perluasan ini menegaskan peran […]

  • iPhone Fold

    Apple Tetap Bakal Luncurkan iPhone Fold di Bulan September

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone Fold kembali panas. Setelah sempat muncul kabar bahwa ponsel lipat pertama Apple itu mengalami masalah dalam tahap pengembangan dan berpotensi mundur dari jadwal rilis, bocoran terbaru justru menyebut sebaliknya. Berdasarkan laporan dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang dikutip Teknoloji, Kamis (9/4/2026),  proyek iPhone Fold masih berjalan sesuai rencana. […]

  • iPhone Fold lead

    Peluncuran iPhone Fold Ultra Ditunda hingga Tahun Depan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Teknoloji, California – Belum genap seminggu jagat teknologi dibuat antusias oleh bocoran kode sumber di iOS 27 yang mengonfirmasi mekanisme engsel dan fitur layar lipat iPhone Ultra, sebuah kabar mengejutkan kembali datang dari rantai pasokan Apple. Bagi Apple fanboy yang sudah mulai menabung dan bersiap menyambut kehadiran iPhone lipat pertama ini pada bulan September mendatang, […]

  • GameSir GameHub oke

    GameSir Siapkan Emulator Windows untuk macOS

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dara Harun Assegaf
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Teknoloji, Guangzhou – Perusahaan periferal gaming asal Hong Kong, GameSir, berencana menambah pilihan baru melalui versi macOS dari emulator Windows miliknya yang sebelumnya hadir di Android. Sebelumnya, pengguna Mac selama beberapa tahun terakhir sudah memiliki beberapa opsi untuk menjalankan game Windows, seperti CrossOver dan Game Porting Toolkit dari Apple. GameSir selama ini dikenal sebagai produsen […]

expand_less