Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Geek » Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram

Kisah Pavel Durov: Dibuang Negara, Dipuja Pengguna Telegram

  • account_circle Dara Asmara
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tidak semua orang rela kehilangan segalanya demi sebuah prinsip. Pavel Durov adalah pengecualian.

Di saat banyak pendiri startup bermimpi menjadi miliarder yang disambut negara, Durov justru memilih jalan sepi: meninggalkan tanah kelahirannya, kehilangan perusahaan yang ia bangun, dan hidup tanpa kewarganegaraan, demi satu hal yang baginya tak bisa ditawar: kebebasan.

Nama Pavel Durov hampir selalu muncul setiap kali isu privasi digital, kebebasan berekspresi, atau aplikasi pesan instan dibahas. Pendiri Telegram ini dikenal sebagai figur nyentrik, idealis, dan kerap menantang arus utama industri teknologi. Di balik kesuksesan aplikasinya yang dipakai ratusan juta orang, perjalanan hidup Durov juga dipenuhi kontroversi yang membuatnya dijuluki sebagai “Mark Zuckerberg versi anti-sistem”.

Awal Mula: Anak Jenius dari Rusia

Pavel Durov lahir di Leningrad (kini Saint Petersburg), Rusia, pada 10 Oktober 1984. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia akademik dan teknologi. Durov dikenal sebagai siswa brilian yang menempuh pendidikan di Saint Petersburg State University, dengan fokus pada filologi—bidang yang jarang diasosiasikan langsung dengan teknologi.

Namun ketertarikannya pada dunia digital tak terbendung. Pada usia muda, Durov mendirikan VKontakte (VK), jejaring sosial terbesar di Rusia yang kerap disebut sebagai “Facebook versi Rusia”. VK tumbuh pesat dan menjadikan Durov salah satu pengusaha teknologi paling berpengaruh di negaranya.

Benturan dengan Negara dan Kepergian dari VK

Kesuksesan VK justru menjadi awal konflik. Durov secara terbuka menolak permintaan pemerintah Rusia untuk menyerahkan data pengguna dan memblokir akun aktivis oposisi. Sikap keras ini berujung pada tekanan politik dan bisnis yang intens.

Pada 2014, Durov akhirnya kehilangan kendali atas VK dan memilih meninggalkan Rusia. Sejak saat itu, ia hidup berpindah-pindah negara, tanpa kewarganegaraan tetap, dan mengukuhkan citranya sebagai pengusaha teknologi “tanpa rumah” yang menolak tunduk pada otoritas negara.

Telegram: Visi Privasi Tanpa Kompromi

Setelah keluar dari VK, Durov bersama saudaranya, Nikolai Durov, mengembangkan Telegram. Aplikasi ini diposisikan sebagai platform pesan instan yang mengutamakan keamanan, enkripsi, dan kebebasan berekspresi.

Telegram dengan cepat mendapat tempat, terutama di negara-negara dengan tingkat sensor tinggi. Fitur seperti secret chat, channel, dan bot membuatnya bukan sekadar aplikasi chat, melainkan ekosistem komunikasi global.

Namun di sinilah kontroversi kembali muncul. Telegram kerap dituding menjadi “rumah aman” bagi berbagai aktivitas ilegal, mulai dari penyebaran hoaks, ekstremisme, hingga transaksi gelap. Banyak pemerintah mendesak Telegram untuk lebih ketat dalam moderasi konten.

Respons Durov nyaris selalu sama: Telegram bukan polisi internet. Ia menegaskan bahwa perannya adalah menyediakan alat komunikasi, bukan mengontrol percakapan penggunanya. Sikap ini membuatnya dipuji oleh aktivis kebebasan digital, namun dikritik keras oleh regulator dan penegak hukum.

Beberapa negara bahkan sempat memblokir Telegram, meski sebagian akhirnya melunak karena tekanan publik dan kebutuhan komunikasi.

Gaya Hidup Minimalis dan Persona Misterius

Berbeda dengan miliarder teknologi lain, Pavel Durov jarang tampil glamor. Ia dikenal menjalani gaya hidup minimalis, berpakaian serba hitam, tidak minum alkohol, dan rutin berolahraga. Di media sosial, ia sering membagikan pandangan filosofis tentang kebebasan, kontrol negara, dan masa depan internet.

Durov juga hampir tidak pernah memberi wawancara panjang, menambah aura misterius di sekeliling dirinya.

Hingga kini, Pavel Durov tetap menjadi figur yang memecah opini. Bagi sebagian orang, ia adalah simbol perlawanan terhadap pengawasan massal. Bagi yang lain, ia dianggap terlalu idealis dan mengabaikan dampak sosial dari platform yang ia bangun.

Satu hal yang sulit dibantah: Pavel Durov telah mengubah cara dunia berkomunikasi. Telegram bukan hanya produk teknologi, melainkan perwujudan ideologi, bahwa privasi adalah hak, bukan privilese.

Di era ketika data menjadi komoditas paling berharga, kisah Pavel Durov menjadi pengingat bahwa teknologi selalu membawa pilihan: tunduk pada kekuasaan, atau menantangnya.

  • Penulis: Dara Asmara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT Data AWS

    NTT DATA dan AWS Berkolaborasi Dorong Adopsi Agentic AI di Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Teknoloji, Tokyo – NTT DATA dan Amazon Web Services (AWS) resmi menandatangani kerja sama strategis multi-tahun yang berfokus pada modernisasi sistem lama (legacy systems), adopsi agentic AI, serta percepatan inovasi lintas industri. Kolaborasi ini menyasar perusahaan besar yang ingin bertransformasi dari sekadar uji coba teknologi menuju penerapan AI berskala besar yang berdampak nyata pada bisnis. […]

  • iPhone Lipat

    Bocoran iPhone Fold: Mirip iPad Mini Versi Saku?

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone fold memang sudah lama beredar, tapi kali ini bocorannya terasa lebih “daging”. Laporan terbaru dari iPhone-ticker.de yang dikutip Teknoloji, Selasa (23/12/2025) mengungkap bahwa para pembuat aksesoris ternyata sudah mulai bersiap menyambut perangkat lipat pertama dari Apple ini. Bukan sekadar isu kosong, situs tersebut mengklaim telah melihat gambar CAD […]

  • Mercedes-Benz CLA 2026

    Mercedes-Benz CLA 2026: Entry-Level yang Justru Paling Canggih

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Teknoloji, Stuttgard – Biasanya, Mercedes-Benz punya aturan main yang saklek: teknologi paling mutakhir itu jatahnya S-Class atau mobil-mobil flagship mereka yang harganya selangit. Nanti, baru sisa-sisa teknologinya “diturunkan” ke model yang lebih murah setelah balik modal. Tapi, aturan itu resmi dibuang ke tong sampah. Mercedes kini memasuki era baru yang lebih egaliter lewat Mercedes-Benz CLA […]

  • Indosat Network

    Indosat Gandeng Qualcomm Bikin Sinyal Makin Kencang Berkat Teknologi Naga

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali membuat gebrakan teknologi. Demi memanjakan pelanggan dengan kualitas sinyal yang lebih prima, operator seluler ini resmi menggandeng raksasa teknologi global, Qualcomm. Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa, tapi sebuah langkah strategis untuk menyuntikkan kecerdasan buatan (AI) langsung ke jantung jaringan Indosat. Fokus utama dari kemitraan ini adalah […]

  • Elon Musk AI

    Mengungkap Ambisi Elon Musk Bangun Data Center Berbasis AI di Luar Angkasa

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Teknoloji, Washington – Wacana pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa kembali mencuri perhatian setelah laporan eksklusif Reuters mengungkap rencana penggabungan SpaceX dan xAI, dua perusahaan milik Elon Musk. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi mempercepat ambisi Musk membangun data center berbasis satelit untuk mendukung pengembangan AI, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan global melawan raksasa […]

  • Lazada 12.12

    Lazada 12.12 Hadir Lagi, Kasih Diskon Besar, hingga Promo Berhadiah Mobil

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jakarta – Menjelang akhir tahun, tren belanja online biasanya meningkat pesat. Entah itu untuk persiapan liburan, kebutuhan rumah tangga, atau sekadar memberi hadiah untuk diri sendiri setelah setahun bekerja keras. Memahami kebutuhan ini, Lazada kembali menggelar festival belanja tahunan mereka, Lazada 12.12 Promo Habis-Habisan, yang akan berlangsung mulai 11 Desember (pukul 20.00 WIB) hingga 14 […]

expand_less