Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Gaming » Anbernic RG G01: Controller Gaming dengan Sensor Detak Jantung

Anbernic RG G01: Controller Gaming dengan Sensor Detak Jantung

  • account_circle Fajar Surya
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Teknoloji, Shenzhen – Nama Anbernic selama ini identik dengan konsol retro handheld. Brand ini dikenal rajin merilis perangkat emulator bergaya Game Boy yang menyasar penggemar game klasik. Namun kali ini, Anbernic mengambil langkah yang cukup mengejutkan lewat RG G01, sebuah controller nirkabel yang dibekali fitur tak biasa: sensor detak jantung bawaan.

Di tengah pasar controller yang semakin kompetitif, RG G01 hadir dengan pendekatan yang berbeda. Bukan hanya soal presisi dan respons, tetapi juga memantau kondisi fisik pemain saat bermain.

Controller dengan Sensor Detak Jantung di Dalam Grip

Fitur utama RG G01 adalah heart rate monitor yang terintegrasi langsung di bagian grip. Sensor ini bekerja memantau denyut nadi pemain secara real-time, lalu menampilkannya pada layar IPS 2,5 inci yang berada di tengah controller.

Seperti dikutip Teknoloji dari situs Anbernic, Jumat (30/1/2026), fitur ini ditujukan untuk membantu pemain memantau kondisi tubuh selama sesi bermain yang intens. Dalam praktiknya, layar tersebut akan menunjukkan kapan detak jantung meningkat, misalnya saat menghadapi momen menegangkan di game seperti Elden Ring, Call of Duty, atau game horor kompetitif lainnya.

Konsep biofeedback seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Di dunia wearable, sensor detak jantung sudah menjadi standar di smartwatch dan fitness tracker. Namun penerapannya langsung di perangkat gaming controller masih tergolong langka, menjadikan RG G01 salah satu produk paling unik di kategorinya.

Potensi Gameplay Berbasis Biofeedback

Menariknya, keberadaan sensor detak jantung ini membuka peluang baru di sisi gameplay. Secara teori, data biologis pemain bisa digunakan sebagai elemen interaktif, misalnya getaran controller yang semakin kuat saat adrenalin meningkat, atau peringatan untuk menenangkan diri ketika pemain mulai terlalu emosional saat bermain kompetitif.

Meski belum ada konfirmasi apakah pengembang game akan memanfaatkan fitur ini secara langsung, tren biofeedback dalam gaming memang mulai mendapat perhatian. Beberapa riset di industri game menyebutkan bahwa data fisiologis dapat meningkatkan imersi sekaligus membantu pemain mengelola stres dan fokus.

Bukan Sekadar Gimmick: Spesifikasi Kelas Pro

Di balik fitur sensornya yang mencuri perhatian, Anbernic tampaknya serius menjadikan RG G01 sebagai controller kelas “pro”. Perangkat ini menggunakan “Purple Kirin” electro-inductive joysticks, yang diklaim lebih tahan lama dan presisi dibanding joystick konvensional, bahkan melampaui teknologi Hall Effect yang kini banyak digunakan pada controller premium untuk menghindari stick drift.

Untuk performa, RG G01 mendukung polling rate 1000Hz, yang berarti latensi input nyaris tidak terasa, sebuah spesifikasi penting bagi gamer kompetitif dan esports. Selain itu, controller ini juga dibekali:

  • Mechanical tactile buttons untuk respons yang lebih tegas
  • Dual-mode trigger, yang bisa diatur antara trigger panjang untuk game balap dan trigger pendek (hair trigger) untuk FPS
  • Layar internal yang tidak hanya menampilkan detak jantung, tetapi juga memungkinkan remapping tombol dan pengaturan macro secara langsung, tanpa perlu software tambahan di PC

Bagi pengguna yang gemar melakukan kustomisasi, fitur ini menjadi nilai tambah besar, mengingat banyak controller modern masih bergantung pada aplikasi pihak ketiga yang kerap bermasalah.

Harga dan Ketersediaan Masih Misterius

Hingga saat ini, Anbernic belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal rilis global RG G01. Namun melihat spesifikasi dan pendekatannya, controller ini jelas tidak diposisikan sebagai perangkat entry-level.

Jika melihat tren pasar, controller dengan fitur pro seperti polling rate tinggi, joystick anti-drift, dan trigger adaptif biasanya berada di segmen menengah ke atas. Kehadiran sensor detak jantung bisa menjadi faktor pembeda, baik sebagai nilai tambah serius maupun sekadar daya tarik unik.

Baca juga: Main Game Xbox Bisa Langsung di Smart TV

Peralihan Anbernic dari produsen konsol retro ke pengembang controller biofeedback bisa dibilang langkah berani. Di satu sisi, RG G01 mungkin hanya menjadi produk niche atau “gimmick cerdas”. Namun di sisi lain, ini bisa menjadi awal eksplorasi baru dalam desain perangkat gaming, terutama di era ketika kesehatan, stres, dan keseimbangan bermain semakin diperhatikan.

Apakah RG G01 akan menjadi alat wajib bagi atlet esports, atau sekadar cara menyenangkan untuk membuktikan bahwa bermain FIFA benar-benar bikin jantung berdebar? Jawabannya masih harus ditunggu. Namun satu hal pasti: Anbernic RG G01 adalah salah satu perangkat gaming paling menarik untuk dipantau tahun ini.

  • Penulis: Fajar Surya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honor Win Series lead

    Honor Win Series Siap Debut dengan Baterai Jumbo

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Shenzhen – Honor akhirnya buka suara. Setelah sempat menjadi kasak-kusuk, pabrikan asal China ini resmi mengonfirmasi kehadiran lini smartphone terbarunya, Honor Win Series. Meskipun tanggal pastinya masih dirahasiakan, Honor memastikan seri anyar ini akan meluncur di pasar China akhir bulan ini. Dari bocoran yang beredar, posisi seri Win ini sangat jelas: perangkat ini diciptakan untuk […]

  • Tron 2 Robot

    Tron 2: Robot Humanoid dari LimX yang Bisa Salto dan Angkat Manusia

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Shenzhen, Teknoloji – Dunia robotik kembali dibuat heboh oleh LimX Dynamics. Baru empat bulan lalu mereka memukau kita dengan robot humanoid bernama Oli, sekarang startup teknologi yang baru berumur tiga tahun ini sudah merilis mainan barunya: Tron 2. Sesuai namanya, ini adalah penerus dari Tron 1. Namun, berdasarkan video demo yang dirilis LimX hari Kamis […]

  • iPhone Lipat

    Bocoran iPhone Fold: Mirip iPad Mini Versi Saku?

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Teknoloji, San Fransisco – Rumor soal iPhone fold memang sudah lama beredar, tapi kali ini bocorannya terasa lebih “daging”. Laporan terbaru dari iPhone-ticker.de yang dikutip Teknoloji, Selasa (23/12/2025) mengungkap bahwa para pembuat aksesoris ternyata sudah mulai bersiap menyambut perangkat lipat pertama dari Apple ini. Bukan sekadar isu kosong, situs tersebut mengklaim telah melihat gambar CAD […]

  • Google Chrome

    Update Terbesar dalam Sejarah Chrome: Kini Dilengkapi AI Bawaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 6
    • 0Komentar

    San Fransisco – Google baru saja merilis pembaruan yang sangat signifikan untuk Chrome. Mereka menyematkan fitur berbasis AI langsung ke dalam browser, menjadikan teknologi ini sebagai bagian inti dari pengalaman berselancar di internet, bukan sekadar fitur tambahan atau ekstensi. Semua fitur baru ini ditenagai oleh model AI andalan Google, Gemini. Berikut adalah beberapa perubahan utamanya: […]

  • Samsung One UI 8

    Samsung One UI Jadi Android Skin Favorit Tahun Ini!

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Fajar Surya
    • visibility 3
    • 0Komentar

    San Fransico, Teknoloji – Samsung One UI berhasi menempati urutan teratas sebagai Skin Andorid terbaik tahun ini. Apa sih yang bikin UI ini jadi favorit? Adalah GSM Arena yang telah melakukan voting kepada pembacanya pada minggu lalu. Hingga akhirnya hasil voting dikeluarkan, ternyata menempatkan Samsung One UI sebagai pemenangnya dengan meraup 41% dari total suara, […]

  • Mercedes-Benz CLA 2026

    Mercedes-Benz CLA 2026: Entry-Level yang Justru Paling Canggih

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Dara Asmara
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Teknoloji, Stuttgard – Biasanya, Mercedes-Benz punya aturan main yang saklek: teknologi paling mutakhir itu jatahnya S-Class atau mobil-mobil flagship mereka yang harganya selangit. Nanti, baru sisa-sisa teknologinya “diturunkan” ke model yang lebih murah setelah balik modal. Tapi, aturan itu resmi dibuang ke tong sampah. Mercedes kini memasuki era baru yang lebih egaliter lewat Mercedes-Benz CLA […]

expand_less